Dedi Mulyadi Minta KPAI Ikut Urus Anak Nakal, KPAI: Tugas Kami Hanya Mengawasi

- Redaksi

Sabtu, 31 Mei 2025 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ai Maryati Solihah

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ai Maryati Solihah

SUARANEWS86.COM || Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ai Maryati Solihah, angkat suara terkait permintaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (Demul), yang meminta KPAI untuk berperan dalam program Pendidikan Karakter yang mengirimkan anak bermasalah ke barak militer.

Ai mengatakan tugas KPAI hanya melakukan pengawasan berdasar amanat undang-undang.

“Saya sudah sampaikan berulang kali, ya, tugas kami melakukan pengawasan. Jangan, kan, untuk anak ratusan orang yang dilakukan berbagai cara, berbagai metode begitu, ya, berbagai program begitu. Satu orang anak pun kan direspons oleh KPAI. Jadi, mari kita lihat lagi aturan perundangannya, KPAl mengawasi,” kata Ai, usai rapat bersama Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Kompleks Parlemen.

Meski begitu, Ai mengungkapkan bahwa hingga saat ini surat resmi KPAI untuk bertemu dan menyampaikan hasil pengawasan belum juga mendapat respons dari Dedi Mulyadi. Padahal, kata dia, surat tersebut sudah dikirim sejak program tersebut dimulai di Jawa Barat.

“Belum diterima surat saya. Saya minta segera bertemu menyampaikan hasil pengawasan, kan, ini berkelanjutan nih programnya. KPAI sudah kerja nih dalam konteks bentuk-bentuk pertemuan, pengawasan dan lain sebagainya, ya sinkronkan dong,” ucap Ai.

Dia meyakini apabila pertemuan ini telah dilakukan maka program tersebut dapat berjalan lebih baik dan mendapatkan hasil yang diharapkan. Termasuk, keterkaitan dengan regulasi dan pedoman yang sesuai dengan unsur perlindungan anak.

Baca Juga :  Kejari Pekanbaru Hentikan Kasus Kecelakaan yang Tewaskan Pekerja Marka Jalan Melalui Keadilan Restoratif

“Kalau itu sudah berlanjut, saya kira semua orang setuju bahwa ini program, regulasi, pedoman, ataupun interaksi melibatkan anak-anak yang sesuai dengan unsur pelindungan anak, itu jauh lebih baik,” ujarnya.

Ai menekankan bahwa sebuah program yang menyasar anak-anak tidak bisa hanya dikebut pelaksanaannya tanpa landasan yang kuat. Menurutnya, perlu ada penjelasan yang menyeluruh mengenai regulasi yang mendasari program tersebut, termasuk pedoman-pedoman spesifik di dalamnya.

“Bukan hanya program itu misalnya dibuat sesegera mungkin ya, tetapi, kan, memang harus dijelaskan juga apa juga yang menjadi regulasi, kemudian pedoman-pedoman bagi anak itu sendiri, asesmennya bagi hasil dari anak itu sendiri, sehingga antara kebutuhan dan apa yang dilakukan link and match,” tutur Ai.

Baca Juga :  Kejari SBB Lakukan Penyitaan Dokumen Atas Dugaan Tipikor Pada Dinas Sosial Dalam Pengelolaan Bansos Covid-19

Sebelumnya, Dedi Mulyadi meminta pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tak hanya memberikan koreksi terhadap program mengirimkan siswa bermasalah ke barak militer. Akan tetapi, KPAI harus turut serta untuk mendidik anak-anak bermasalah di Jawa Barat.

“Saya, kan, sudah sampaikan bahwa KPAI harusnya arahnya hari ini bukan mengkoreksi kekurangan,” kata Dedi di Gedung Merah Putih KPK.

“Kan, ada jumlah ribuan tuh anak bermasalah di Jawa Barat. Nah dari jumlah ribuan itu saya harapkan KPAI ambil untuk dididik. Agar masalahnya selesai. Kalau KPI sibuk terus ngurusin persoalan tempat tidur dan sejenisnya tidak akan bisa menyelesaikan problem,” kata mantan Gubernur Purwakarta itu. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balita 4 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Oknum Perwira Polres Bone, Polisi Dalami Dugaan Rem Blong
Propam Polda Sumbar Turun Tangan Selidiki Video Viral Cekcok yang Libatkan Pejabat Polisi
Diduga Terobos Lampu Merah, Oknum Polisi di Bone Diperiksa Propam Usai Tabrak Motor Hingga Tewaskan Balita
Diduga Rem Blong, Truk Cold Diesel Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Bonjol Pasaman, 2 Orang Terluka
Rekonstruksi Kasus IRT di Dairi Tuai Sorotan, Kuasa Hukum Sebut CCTV Bertentangan dengan BAP
Kejari Karo Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi, Sidang Dugaan Pembalakan Hutan Lindung Terus Berlanjut
Bareskrim Polri Tangkap Kasat Narkoba Polres Tangsel Beserta 6 Anggotanya
Prajurit POM TNI AD Gugur Saat Bantu Polisi Tangkap Bandar Narkoba di Aceh

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:47 WIB

Balita 4 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Oknum Perwira Polres Bone, Polisi Dalami Dugaan Rem Blong

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:47 WIB

Propam Polda Sumbar Turun Tangan Selidiki Video Viral Cekcok yang Libatkan Pejabat Polisi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Diduga Terobos Lampu Merah, Oknum Polisi di Bone Diperiksa Propam Usai Tabrak Motor Hingga Tewaskan Balita

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:13 WIB

Diduga Rem Blong, Truk Cold Diesel Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Bonjol Pasaman, 2 Orang Terluka

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:58 WIB

Rekonstruksi Kasus IRT di Dairi Tuai Sorotan, Kuasa Hukum Sebut CCTV Bertentangan dengan BAP

Berita Terbaru