Rekonstruksi Kasus IRT di Dairi Tuai Sorotan, Kuasa Hukum Sebut CCTV Bertentangan dengan BAP

- Redaksi

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || DAIRI – Rekonstruksi kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan dua ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, memunculkan polemik baru. Tim kuasa hukum tersangka Cut Ade Mutia (CAM) menilai terdapat perbedaan mencolok antara keterangan korban dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dengan rekaman CCTV yang dijadikan barang bukti penyidik.

Rekonstruksi digelar di Aula Mapolres Dairi, Senin (27/7/2026), dan memperagakan rangkaian peristiwa yang menyeret CAM sebagai tersangka dugaan penganiayaan berat.

Dalam adegan rekonstruksi disebutkan CAM diduga lebih dahulu memukul, menarik tangan korban, Konita Saragih, hingga menggigit tangannya yang mengakibatkan ujung kuku korban putus.

Namun, tim kuasa hukum CAM yang terdiri dari Abdi Manullang, S.H., M.H., Arih Yaksana Bancin, S.H., dan Kasah Capah, S.H., menilai rekaman CCTV justru menunjukkan kronologi berbeda.

Menurut mereka, dalam rekaman tersebut CAM hanya terlihat mendorong bahu Konita menggunakan tangan kanan. Setelah itu, Konita diduga melempar botol dot berisi air panas ke arah CAM dan langsung menyerang wajahnya menggunakan kedua tangan.

Saat terjadi saling dorong, tangan Konita disebut masuk ke dalam mulut CAM. Di tengah keributan, seorang saksi bermarga Simbolon datang untuk melerai. Ketika berusaha melepaskan diri, Konita diduga menarik paksa tangannya dari mulut CAM hingga mengalami luka.

Baca Juga :  Kecewa Terhadap Kadis Kesehatan P2KB Sumenep, Keluarga Pasien H Minta Kapus Bluto dan yang Terlibat Dipecat

“Berdasarkan rekaman CCTV, tidak ada unsur kesengajaan CAM menggigit tangan Konita Saragih sebagaimana keterangan yang disampaikan korban dalam BAP,” ujar Arih Yaksana Bancin usai rekonstruksi.

Kuasa hukum menilai kliennya justru berada dalam posisi mempertahankan diri setelah lebih dahulu diserang. Luka yang dialami korban, menurut mereka, terjadi akibat tarikan paksa tangannya sendiri, bukan karena gigitan yang disengaja.

Abdi Manullang mengatakan adanya perbedaan antara rekaman CCTV dan keterangan saksi menjadi alasan kuat agar penyidik meninjau kembali penetapan status tersangka terhadap CAM.

“Kami menilai penetapan tersangka perlu dikaji ulang. Bukti CCTV memperlihatkan rangkaian kejadian yang berbeda dengan narasi dalam BAP. Kami berharap penyidik mempertimbangkan seluruh alat bukti secara objektif agar peristiwa ini menjadi terang,” katanya.

Baca Juga :  Kasad Kunjungi Markas Baru Batalyon Intai Tempur Kostrad

Rekonstruksi tersebut dihadiri penyidik Polres Dairi, kedua belah pihak, serta sejumlah saksi.

Hingga berita ini diturunkan, proses penyidikan masih terus berlangsung. Kasus perkelahian dua IRT di Pusat Pasar Sidikalang itu masih menjadi perhatian publik karena munculnya perbedaan antara bukti elektronik berupa rekaman CCTV dengan keterangan saksi yang tercantum dalam BAP. Masyarakat kini menunggu hasil penyidikan untuk mengungkap fakta yang sebenarnya. **

Facebook Comments Box

Penulis : Lia Hambali

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balita 4 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Oknum Perwira Polres Bone, Polisi Dalami Dugaan Rem Blong
Propam Polda Sumbar Turun Tangan Selidiki Video Viral Cekcok yang Libatkan Pejabat Polisi
Diduga Terobos Lampu Merah, Oknum Polisi di Bone Diperiksa Propam Usai Tabrak Motor Hingga Tewaskan Balita
Diduga Rem Blong, Truk Cold Diesel Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Bonjol Pasaman, 2 Orang Terluka
Kejari Karo Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi, Sidang Dugaan Pembalakan Hutan Lindung Terus Berlanjut
Bareskrim Polri Tangkap Kasat Narkoba Polres Tangsel Beserta 6 Anggotanya
Prajurit POM TNI AD Gugur Saat Bantu Polisi Tangkap Bandar Narkoba di Aceh
Usai Bentrokan Maut, Polsek Menteng Didatangi Sekelompok Massa dari Keluarga dan Rekan Korban

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:47 WIB

Balita 4 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Oknum Perwira Polres Bone, Polisi Dalami Dugaan Rem Blong

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:47 WIB

Propam Polda Sumbar Turun Tangan Selidiki Video Viral Cekcok yang Libatkan Pejabat Polisi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Diduga Terobos Lampu Merah, Oknum Polisi di Bone Diperiksa Propam Usai Tabrak Motor Hingga Tewaskan Balita

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:13 WIB

Diduga Rem Blong, Truk Cold Diesel Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Bonjol Pasaman, 2 Orang Terluka

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:58 WIB

Rekonstruksi Kasus IRT di Dairi Tuai Sorotan, Kuasa Hukum Sebut CCTV Bertentangan dengan BAP

Berita Terbaru