Polda Jabar Minta Maaf ke Satpam HI, 3 Anggota Polisi yang Terlibat Diproses Sidang Kode Etik

- Redaksi

Minggu, 26 Juli 2026 - 05:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS6.COM || Polda Jawa Barat memastikan tiga anggotanya akan menjalani proses kode etik profesi Polri usai melakukan intimidasi kepada petugas sekuriti di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta. Meski persoalan tersebut telah berakhir damai, proses etik terhadap ketiganya tetap berlanjut.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, Sambil meminta maaf kepada petugas sekuriti yang terlibat dalam insiden tersebut.

“Kabid Humas Polda Jabar menyampaikan permohonan maaf kepada Satpam di Bundaran HI atas perlakuan arogan dan tidak pantas oleh tiga anggota Polda Jabar,” dikutip dari unggahan akun resmi Propam Polda Jabar, Sabtu (25/7).

Propam menegaskan, perdamaian antara kedua belah pihak tidak menghapus proses penegakan disiplin dan kode etik terhadap anggota yang diduga melakukan pelanggaran.

“Perdamaian antar para pihak, tidak menghapuskan sanksi kode etik terhadap ketiga saudara,” ujarnya.

Tiga anggota yang dimaksud yakni Ipda DG, Bripka BS, dan Briptu RPW. Ketiganya telah menjalani pemeriksaan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jawa Barat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Propam menyatakan telah menemukan bukti yang cukup adanya dugaan pelanggaran kode etik profesi Polri.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Anugerahkan Pangkat Istimewa kepada 2 Purnawirawan

“Ditemukan cukup bukti melakukan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri sebagaimana Perpol Nomor 7 Tahun 2022. Dan hasilnya akan dilanjutkan melalui proses kode etik dan sidang kode etik profesi Polri,” katanya.

Polda Jabar menegaskan berkomitmen menindak setiap pelanggaran yang dilakukan anggotanya secara tegas dan transparan.

“Kami Polda Jabar berkomitmen dan konsisten akan menindak tegas dan transparan terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan oleh anggota,” tegasnya.

Selain itu, Polda Jabar juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang memberikan perhatian terhadap kasus tersebut sekaligus menerima kritik sebagai bahan evaluasi institusi.

Baca Juga :  Terkait Tunda Bayar BOSDA 2024, Pemuda LIRA Riau Meminta Gubernur Riau Tuntaskan Persoalan Pendidikan

Sebelumnya, Kapolsek Menteng, Braiel Arnold Rondonuwu, mengatakan bahwa sopir dan 2 penumpang di mobil Toyota Alphard yang terlibat perselisihan dengan sekuriti di HI ternyata anggota polisi.

“Personel dari Polda Jawa Barat,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (24/7).

Braiel juga juga menyebut bahwa kasus tersebut akan diusut oleh Bidang Propam Polda Jawa Barat.

“Kemudian terkait dengan tadi yang disampaikan ada beberapa dugaan perbuatan arogansi dari rekan pengemudi maupun penumpang, ini malam ini juga akan ditindaklanjuti dari Bidang Propam Polda Jawa Barat,” katanya. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Sukoharjo dan 3 Personil Dinonaktifkan Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Pembalut Kena Pajak, Komnas Perempuan Geram
DPR Usul Pembentukan TGPF Usut Penggerebekan Ponpes Santriwati di Sukoharjo
Tak ada Kaitan dengan Kasus Pembakaran Warung Mi Babi, 17 HP hingga Drone Dikembalikan, CCTV Masih Ditahan
Pesantren di Sukoharjo Protes Penggerebekan Polisi: Santriwati Ditodong Senjata, Balita Ikut Dibawa
Todongkan Senjata Laras Panjang ke Santriwati saat Geledah Ponpes, Komnas HAM Desak Propam Polri Periksa Aparat
Usai Gerebek 3 Anggota DPRD Gerindra Pesta Narkoba, 7 Anggota Polisi Dimutasi
AKBP Netty Rosdiana Siagian Mundur dari Polri, Singgung Hati Nurani dan Prinsip

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:36 WIB

Kapolres Sukoharjo dan 3 Personil Dinonaktifkan Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Senin, 2 November 2026 - 15:19 WIB

Pembalut Kena Pajak, Komnas Perempuan Geram

Senin, 2 November 2026 - 13:18 WIB

DPR Usul Pembentukan TGPF Usut Penggerebekan Ponpes Santriwati di Sukoharjo

Senin, 2 November 2026 - 06:44 WIB

Pesantren di Sukoharjo Protes Penggerebekan Polisi: Santriwati Ditodong Senjata, Balita Ikut Dibawa

Senin, 2 November 2026 - 00:43 WIB

Todongkan Senjata Laras Panjang ke Santriwati saat Geledah Ponpes, Komnas HAM Desak Propam Polri Periksa Aparat

Berita Terbaru

Daerah

Pembalut Kena Pajak, Komnas Perempuan Geram

Senin, 2 Nov 2026 - 15:19 WIB

You cannot copy content of this page