Usai Viral Eksploitasi Anak, Pemerintah Pusat Resmi Coret Pekanbaru dari Daftar Kota Layak Anak

- Redaksi

Senin, 16 Juni 2025 - 22:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Jagat maya dihebohkan dengan video berdurasi 48 detik yang memperlihatkan dua anak kecil diturunkan dari sepeda motor berjenis NMax oleh seorang perempuan dewasa di kawasan Jalan Sumatera, Pekanbaru.

Anak-anak tersebut tampak mengenakan kostum badut berwarna pink dan diduga sengaja disuruh mengemis. Video tersebut dengan cepat menjadi viral dan memicu keprihatinan publik, termasuk Pemerintah Kota Pekanbaru.

Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar, secara tegas mengecam tindakan eksploitasi anak yang terekam dalam video tersebut. Menurutnya, tindakan seperti itu tidak hanya melukai sisi kemanusiaan, tetapi juga berdampak besar terhadap citra Pekanbaru sebagai kota yang tengah berjuang membangun lingkungan yang ramah bagi anak-anak.

“Masalah gelandangan dan pengemis ini memang bukan hal baru di Pekanbaru. Tapi kasus ini menjadi sangat serius karena melibatkan anak-anak. Ini bukan hanya masalah sosial, tapi juga pelanggaran hak anak,” ujar Markarius dalam keterangannya, Senin (16/6/2025).

Markarius mengungkapkan bahwa akibat insiden ini, Pekanbaru resmi dicoret dari daftar Kota Layak Anak (KLA) oleh pemerintah pusat. Hal tersebut menjadi pukulan berat bagi Pemko Pekanbaru yang selama ini telah berupaya keras menyusun berbagai program dan regulasi demi memenuhi indikator kota ramah anak.

Baca Juga :  Pererat Kemitraan Strategis, Panglima TNI Terima Courtesy Call Panglima Angkatan Tentera Malaysia

“Ini sangat mengecewakan. Upaya bertahun-tahun untuk menjadikan Pekanbaru sebagai Kota Layak Anak runtuh dalam sekejap. Padahal berbagai program telah kita jalankan bersama stakeholder,” tuturnya dengan nada kecewa dikutip dari Kumparan.

Wawako menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi titik balik untuk pembenahan serius dalam penanganan masalah sosial, khususnya yang berkaitan dengan anak-anak. Ia menyerukan kerja sama lintas sektor untuk memastikan kasus serupa tidak kembali terulang.

“Pemerintah kota akan segera mengevaluasi sistem pengawasan dan penanganan anak jalanan. Ini pekerjaan rumah bersama, bukan hanya pemerintah, tapi juga masyarakat, LSM, hingga aparat penegak hukum,” tegasnya.

Baca Juga :  Wujudkan Kolaborasi Positif, Kepala Lapas Pekanbaru Sambangi Kabid Humas Polda Riau

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan tidak ragu melaporkan apabila melihat dugaan eksploitasi anak di lapangan.

Sebagai respon cepat, Pemko Pekanbaru dikabarkan akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta kepolisian untuk mengusut kasus ini dan memberikan perlindungan kepada anak-anak yang menjadi korban eksploitasi.

“Anak-anak tidak seharusnya dipaksa bekerja, apalagi dijadikan alat untuk mengemis. Mereka berhak tumbuh, belajar, dan bermain dengan aman,” pungkas Markarius. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siswa Tewas Saat Mengambil Piala, BASMI Riau Soroti SMAN 1 Tapung dan Desak Evaluasi Kepsek
Kampung Narkoba Menuju Kampung Bersinar, Polda dan Pemda Perlu Hadirkan Program Nyata
Dugaan Pungutan Parkir di Dekat RSUD Arifin Achmad, BASMI Riau Desak Pemeriksaan Lapangan
Pulang Mengambil Piala Berujung Petaka, Dua Siswa SMAN 1 Tapung Alami Kecelakaan
Jelang Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Dirlantas Polda Riau Pimpin Apel Pagi dan Pengecekan Kendaraan Patroli
Aksi Demo di Dinkes Pekanbaru Diduga Dibatalkan, Kadis Belum Beri Klarifikasi
Pajak Parkir di Pekanbaru Jadi Sorotan, Tim Media Minta Penjelasan Bapenda soal RSUD, Bandara hingga Minimarket
Polemik Fee Kayu Akasia Rantau Kasih Kembali Disorot, Datuk Marwas Sampaikan Klarifikasi

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Siswa Tewas Saat Mengambil Piala, BASMI Riau Soroti SMAN 1 Tapung dan Desak Evaluasi Kepsek

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Kampung Narkoba Menuju Kampung Bersinar, Polda dan Pemda Perlu Hadirkan Program Nyata

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Dugaan Pungutan Parkir di Dekat RSUD Arifin Achmad, BASMI Riau Desak Pemeriksaan Lapangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Pulang Mengambil Piala Berujung Petaka, Dua Siswa SMAN 1 Tapung Alami Kecelakaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Aksi Demo di Dinkes Pekanbaru Diduga Dibatalkan, Kadis Belum Beri Klarifikasi

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page