SUARANEWS86.COM || Meningkatnya kemunculan buaya di Sungai Batang Rengat membuat masyarakat Desa Kampung Pulau, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), semakin resah. Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Desa Kampung Pulau, Asmarah, bersama Masyarakat Peduli Api dan Bencana memasang baliho peringatan bahaya buaya di sejumlah titik Sungai Batang Rengat, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Kampung Pulau, Asmarah. Bersama masyarakat, ia menuju sejumlah lokasi yang dinilai rawan untuk memasang baliho imbauan kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai.
Adapun tiga titik pemasangan baliho tersebut berada di Sepokat, Sei Golok, dan Sei Semburung, yang seluruhnya berada di kawasan Sungai Batang Rengat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Kampung Pulau, Asmarah, mengatakan pemasangan baliho dilakukan sebagai langkah pencegahan sekaligus bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap keselamatan masyarakat.
“Populasi buaya di Sungai Batang Rengat sudah sangat luar biasa, sehingga sangat meresahkan dan mengkhawatirkan masyarakat. Korban sudah ada. Saat ini, kondisi air sungai yang surut akibat kemarau panjang juga membuat habitat buaya semakin sempit,” ujar Asmarah.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat berdampak terhadap aktivitas masyarakat Desa Kampung Pulau. Sekitar 40 persen masyarakat setempat berprofesi sebagai pencari ikan atau nelayan tangkap yang menggantungkan aktivitasnya di Sungai Batang Rengat.
“Dengan situasi seperti ini, masyarakat sudah tidak berani lagi beraktivitas di Sungai Batang Rengat. Selain sudah ada korban jiwa, beberapa perahu masyarakat juga sering diterkam atau disambar buaya,” ungkapnya.
Asmarah menjelaskan, pemerintah desa saat ini terus berupaya memberikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di lokasi yang dinilai rawan serangan buaya.
“Kami sangat mengharapkan perhatian serius dari pemerintah dan instansi terkait mengenai persoalan ini. Buaya merupakan satwa yang dilindungi, sehingga penanganannya harus dilakukan sesuai ketentuan. Kami berharap ada solusi dari pemerintah pusat dan instansi terkait agar masyarakat kami dapat kembali beraktivitas di sungai dengan aman,” harapnya.
Pemasangan baliho peringatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat, khususnya para nelayan dan warga yang beraktivitas di sekitar Sungai Batang Rengat, sehingga potensi terjadinya serangan buaya dapat diminimalkan. **
(Pras)
























