Sekolah Negeri Boleh Tolak MBG, BGN: Harus Kesepakatan Bersama Satu Sekolah

- Redaksi

Sabtu, 19 September 2026 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || JAKARTA — Sekolah negeri yang ingin menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak bisa mengambil keputusan secara parsial. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan, penerimaan maupun penolakan MBG di sekolah negeri harus menjadi keputusan bersama.

Hal tersebut disampaikan Sudaryono dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR di Jakarta, Kamis (17/9/2026). Menurutnya, sekolah negeri harus memiliki satu suara dalam menentukan apakah program MBG diterima atau ditolak.

“Kalau sekolah negeri itu harus iya, iya semua. Kalau tidak, tidak semua,” kata Sudaryono.

Ia menjelaskan, ketentuan tersebut merupakan hasil pembahasan antara BGN, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Dengan aturan tersebut, tidak dimungkinkan hanya sebagian siswa dalam satu sekolah negeri yang menerima MBG sementara sebagian lainnya menolak.

Sudaryono memberikan gambaran, apabila dalam satu sekolah terdapat kelompok wali murid yang merasa mampu dan kelompok lainnya membutuhkan bantuan, keputusan tetap harus diambil secara konsensus. Menurutnya, jika program diterima, sekolah beserta seluruh wali murid harus menyepakati penerimaan program tersebut.

Baca Juga :  Pemerintah Batal Kasih Diskon Listrik 50 Persen, Ini Alasannya

Di sisi lain, Sudaryono mengungkapkan sebanyak 1.653 sekolah telah ditetapkan tidak lagi menerima program MBG. Pengurangan tersebut menjadi bagian dari penataan penerima manfaat agar pelaksanaan program semakin diarahkan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.

“Sudah kami umumkan sebanyak 1.653 sekolah ditetapkan tidak lagi menerima MBG dan layanan akan semakin diarahkan ke kelompok yang membutuhkan, termasuk wilayah 3T,” ujar Sudaryono.

Dengan kebijakan tersebut, pemerintah menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai salah satu fokus dalam penyaluran MBG. Sementara untuk sekolah negeri, keputusan menerima atau menolak program masih diberlakukan secara menyeluruh, bukan berdasarkan sebagian siswa atau wali murid. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Bentuk Tim Khusus Usut Mendalam Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal
BSU Rp 900 Ribu Mulai Cair Bulan Ini, Cek Syarat Penerimanya
Kabar Gembira! Mulai 2027, Seluruh PPPK Paruh Waktu akan Diangkat Menjadi Penuh Waktu
Pangkostrad Dampingi Kasad Audiensi dengan Kapolri, Perkuat Soliditas dan Sinergi TNI-Polri
Irjen Pol Slamet Uliandi Menjadi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Purnawirawan Polri Prihatin atas Dugaan Penyadapan Presiden: Itu Pengkhianatan
Kapolri Tegaskan Kasus Listyo Sigit Murni Penegakan Hukum, Tidak ada Kaitan dengan Persaingan
Disambut Kajari Karo, PD MIO Indonesia Siap Jadi Mitra Kritis dan Konstruktif

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:56 WIB

Kapolri Bentuk Tim Khusus Usut Mendalam Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal

Jumat, 6 November 2026 - 14:39 WIB

BSU Rp 900 Ribu Mulai Cair Bulan Ini, Cek Syarat Penerimanya

Jumat, 6 November 2026 - 07:09 WIB

Pangkostrad Dampingi Kasad Audiensi dengan Kapolri, Perkuat Soliditas dan Sinergi TNI-Polri

Jumat, 6 November 2026 - 06:40 WIB

Irjen Pol Slamet Uliandi Menjadi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Presiden Prabowo

Jumat, 6 November 2026 - 06:26 WIB

Purnawirawan Polri Prihatin atas Dugaan Penyadapan Presiden: Itu Pengkhianatan

Berita Terbaru

Nasional

BSU Rp 900 Ribu Mulai Cair Bulan Ini, Cek Syarat Penerimanya

Jumat, 6 Nov 2026 - 14:39 WIB

You cannot copy content of this page