SUARANEWS86.COM || PEKANBARU — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai sukses melaksanakan panen ikan lele sebagai bagian dari program ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata upaya Lapas Narkotika Rumbai dalam memberikan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada kehidupan selama menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkan WBP agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Keberhasilan panen ikan lele menunjukkan bahwa program budidaya yang dijalankan mampu memberikan hasil positif. Dengan pendampingan dan bimbingan teknis dari petugas lapas, para WBP terlibat langsung dalam berbagai tahapan budidaya, mulai dari pemeliharaan hingga proses panen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keterlibatan WBP dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari proses pembentukan sikap disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja secara produktif. Kegiatan pembinaan seperti ini diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga bagi WBP selama menjalani masa pembinaan.
Selain mendukung program ketahanan pangan, budidaya ikan lele juga membuka ruang bagi WBP untuk mempelajari keterampilan praktis yang memiliki nilai ekonomi. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bekal ketika mereka nantinya kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Program pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan memiliki peran penting dalam mendorong perubahan positif pada diri WBP. Melalui kegiatan produktif, WBP diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun kepercayaan diri agar mampu menjalani kehidupan yang lebih mandiri.
Dengan keberhasilan panen tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai menunjukkan bahwa pembinaan di balik tembok pemasyarakatan juga dapat diarahkan pada pengembangan keterampilan dan produktivitas.
Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama masa pembinaan dapat menjadi modal bagi WBP untuk berkontribusi secara positif setelah kembali ke masyarakat. (Fa)
























