PPDB Resmi Ganti Nama Jadi SPMB, Zonasi Diganti Jadi Domisili

- Redaksi

Kamis, 30 Januari 2025 - 23:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM ||Jakarta — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bongkar berbagai pembaruan dari sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Terutama terkait nama yang kini berganti menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti membeberkan, ada beberapa alasan mengapa pergantian ini bisa terjadi. Alasan pertama berkaitan dengan banyaknya kesalahpahaman yang muncul di publik bila selama ini penerimaan siswa baru hanya PPDB Zonasi, padahal jalur penerimaan yang digunakan tidak hanya zonasi.

Alasan kedua berkaitan dengan visi yang dimiliki Kemendikdasmen dan ketiga karena PPDB dinilai masih mempunyai kelemahan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Karena memang kita ingin memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi semua. Kedua ada beberapa kelemahan dari sistem lama yang perlu kita perbaiki,” ucap Mu’ti kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/1/2025).

Bukan Sekadar Nama Baru

Mu’ti sadar perubahan nama PPDB menjadi SPMB akan menuai banyak pendapat dari masyarakat. Menghadapi hal itu, ia hanya menegaskan bahwa SPMB telah menjadi suatu hal yang baru.

Baca Juga :  Kembali Terjadi, Siswa dan Guru SDN 12 di Kalbar keracunan Usai Santap MBG Lauk Ikan Hiu

“Jadi kalau ada yang kritik, paling hanya ganti nama ujung-ujungnya sama, saya kira tidak sama. Kalau sama kenapa harus diganti nama?” ungkapnya.

“Sekali lagi, SPMB itu bukan sekadar nama baru tetapi memang ada yang baru dalam kebijakan kami. Untuk memastikan setiap warga negara mendapat pelayanan pendidikan yang benar,” imbuh Mu’ti lagi.

Perubahan yang Ada di SPMB

Menteri Mu’ti membagikan berbagai perubahan yang ada di SPMB, seperti:

1. Ada 4 Jalur Penerimaan

Dijelaskan ada 4 jalur penerimaan yang hadir pada SPMB 2025. Keempatnya adalah domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi.

Baca Juga :  Percepat Pekerjaan Pembukaan Jalan Penghubung 2 Desa, Satgas TMMD ke 127 Turunkan Armada Tambahan

Perubahan paling terasa hadir dari pergantian nama zonasi menjadi domisili. Seleksi ini akan dihitung berdasarkan jarak antara tempat tinggal murid ke sekolah.

2. Besaran Persentase Kuota Sekolah

Pada dasarnya besaran persentase kuota pada jalur penerimaan jenjang SD tidak berubah sama sekali. Tetapi ada perubahan untuk jenjang SMP dan SMA/SMK.

“Untuk SD tidak ada perubahan. Untuk SMP jalurnya tetap sama perubahannya pada persentasenya masing-masing jalur. Untuk SMA itu lintas kabupaten/kota sehingga penetapannya adalah berdasarkan provinsi,” tutur Mu’ti.

Besaran persentase setiap jalur penerimaan di SPMB dijelaskan Mu’ti dihasilkan melalui kajian yang dilakukan Kemendikdasmen terhadap PPDB sejak tahun 2017. Kajian ini sudah dilakukan sangat lama.

Baca Juga :  Wapres Gibran Rakabuming Tiba di Pekanbaru, Langsung Tinjau Penanganan Karhutla

“Prosentase itu berdasarkan kajian dari kami di kementerian terhadap PPDB yang sudah diberlakukan mulai tahun 2017. Jadi itu kajian yang sudah sangat lama kenapa prosentasenya keluar angka itu,” tandas Mu’ti.

Seluruh perubahan ini akan diterapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah tentang Sistem Penerimaan Murid Baru Tahun 2025. Namun, saat ini Permendikdasmen itu belum bisa diakses publik. **

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Resmi! Harga Pertamax Naik Per Hari Ini, dari Rp12.300 Kini Naik Menjadi Rp16.250
Natalius Pigai: Jika Polisi Bisa ke Kementerian, Sipil juga Berpeluang Isi Jabatan di Polri
Resmi Dilantik Jadi Penasehat Khusus Presiden, Said Iqbal Janji akan Hapus Outsourcing
Heboh! Banyak SPPG yang Belum Mendapatkan Dana Operasional MBG, BGN Buka Suara
Prajurit Kodam IX/Udayana Raih Dua Medali Emas di Kejuaraan Menembak Internasional
BGN Atur Strategi Baru, Kantin Sekolah akan Dilibatkan dalam Memproduksi MBG
Ketum Partai Buruh Said Iqbal Bakal Masuk Kabinet, Mensesneg: Sedang Kita Diskusikan
Draf RUU Polri: DPR RI Usulkan Perpanjang Usia Pensiun Kapolri Jadi 63 Tahun

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:35 WIB

Resmi! Harga Pertamax Naik Per Hari Ini, dari Rp12.300 Kini Naik Menjadi Rp16.250

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:08 WIB

Natalius Pigai: Jika Polisi Bisa ke Kementerian, Sipil juga Berpeluang Isi Jabatan di Polri

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:51 WIB

Resmi Dilantik Jadi Penasehat Khusus Presiden, Said Iqbal Janji akan Hapus Outsourcing

Senin, 8 Juni 2026 - 14:55 WIB

Heboh! Banyak SPPG yang Belum Mendapatkan Dana Operasional MBG, BGN Buka Suara

Senin, 8 Juni 2026 - 06:12 WIB

Prajurit Kodam IX/Udayana Raih Dua Medali Emas di Kejuaraan Menembak Internasional

Berita Terbaru