Layanan Kesehatan di Sumenep Lemah, GMNI Geram dan Minta Kapus Bluto Dicopot

- Redaksi

Senin, 1 Desember 2025 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Sumenep — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Sumenep melakukan audiensi di Kantor Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Jawa Timur. Senin, (01/12/2025).

Kedatangan mereka untuk mengadukan banyaknya dugaan kejanggalan atau persoalan yang terjadi dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas, seperti yang terjadi di Puskesmas Bluto. Salah satu pasien berinisial H meninggal dunia di Puskesmas Bluto dengan proses yang diduga tidak wajar.

“Peristiwa itu adalah persoalan serius yang harus segera disikapi dengan profesional,” kata Ketua DPC GMNI Sumenep, Roni Ardiyanto,

Roni mengatakan, pelayanan kesehatan merupakan hak mendasar yang dijamin negara, namun fakatnya ditemukan banyak terjadi kelalaian dan pelayanan yang tidak optimal.

“Kasus yang terjadi saat ini mencerminkan lemahnya kualitas pelayanan dan sikap tenaga kesehatan di lapangan,” tegas dia.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta Dinkes dan P2KB segera melakukan evaluasi dan investigasi terhadap kasus-kasus kelalaian di Puskesmas dan layanan bidan, serta menindak tegas tenaga kesehatan yang bekerja di luar standar operasional prosedur (SOP).

“Memberikan sanksi berupa pemindahan tugas atau pemecatan terhadap Kapus dan tenaga kesehatan di Puskesmas Bluto,” jelas dia.

Baca Juga :  Melihat Secara Utuh Kepemimpinan Maizar di Tengah Tantangan Pemasyarakatan Riau

“Kemanusiaan harus ditempatkan di atas segala-galanya. Tidak boleh ada lagi korban akibat kelalaian pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Selain itu saat audiensi mengusung tema “GMNI Bersama Rakyat” itu juga menyinggung kematian seorang ibu dan anak saat proses melahirkan. Selain itu juga meminta untuk menyelesaikan persoalan sarana prasarana medis di kepulauan, termasuk penyediaan ambulans laut.

Untuk diketahui, salah satu pasien Puskesmas Bluto berinisial H meninggal dunia, Senin, 24 November 2025. Keluarga korban menduga kematian itu akibat kelalaian petugas Puksesmas. Salah satunya adanya dugaan tabung oksigen kosong saat dilakukan tindakan medis, dan keterlambatan saat proses rujukan. (Ions)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terkait Kasus Pemerasan, Andi Syafrani Minta Media Akurat: Yusril Koto Kader LSMLIRA Indonesia Bukan LIRA
Luhut Usul ke Prabowo Kerugian Negara Bukan Tindak Pidana Korupsi
Viral! Aksi Arogan Ajudan Gubernur Kaltim ke Mahasiswa Demo
Bareskrim Polri Tangkap Ketua LSM LIRA Kepri Yusril Koto, Diduga Terlibat Pengancaman Pengusaha Lewat Narasi Berita
Posting soal Batam Blackout, Warganet Dipanggil Polda Kepri
TNI Pastikan Tunduk Putusan MK soal Revisi UU Peradilan Militer
Putusan MK: Prajurit TNI Terlibat Tindak Pidana Umum Harus Diadili di Peradilan Umum
Rotasi Jabatan Strategis TNI, Dua Jenderal TNI Emban Amanah Baru

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:02 WIB

Terkait Kasus Pemerasan, Andi Syafrani Minta Media Akurat: Yusril Koto Kader LSMLIRA Indonesia Bukan LIRA

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Luhut Usul ke Prabowo Kerugian Negara Bukan Tindak Pidana Korupsi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Viral! Aksi Arogan Ajudan Gubernur Kaltim ke Mahasiswa Demo

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Bareskrim Polri Tangkap Ketua LSM LIRA Kepri Yusril Koto, Diduga Terlibat Pengancaman Pengusaha Lewat Narasi Berita

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Posting soal Batam Blackout, Warganet Dipanggil Polda Kepri

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page