Keluarga Pasien Geram, Kadinkes Sumenep Diduga Lindungi Kebobrokan Kepala Puskesmas Bluto

- Redaksi

Senin, 1 Desember 2025 - 21:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Sumenep — Keluarga pasien yang meninggal dunia di Puskesmas Bluto, Jawa Timur kembali melakukan audiensi ke Kantor Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) setempat, Senin, (01/12/2025). Kali ini merupakan audiensi yang kedua kalinya dilakukan.

Sayangnya dalam aksi saat ini keluarga korban kembali menelan kekecewaan atas ketidakhadiran kepala Puskesmas Bluto dr. Rifmi Utami dalam forum audiensi sebagaimana yang telah menjadi permintaan keluarga kornan audiensi sebelumnya.

“Sebelumnya kami telah meminta agar pihak terkait, termasuk Kepala Puskesmas Bluto untuk dihadirkan, tapi nyatanya mangkir. Tentu kami sangat kecewa,” kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Taretan Legal Justitia, Zainorrozi,

LBH Taretan Legal Justitia menjadi satu-satunya yang melakukan pendampingan hukum atas petistiwa meninggalnya pasien berinisial H di Puskesmas Bluto, 24 November 2025 lalu.

Kehadiran Kepala Puskesmas Bluto dalam forum dinilai sangat penting untuk mengurai permasalahan yang dinilai telah menyebabkan terjadinya keresahan masyarakat.

Apalagi sambung dia, terdapat perselisihan mengenai waktu rujukan antara keterangan yang diberikan pihak Dinas Kesehatan dan keterangan hasil investigasi yang dilakukan. Sehingga menjadi penyebab pasien meninggal dunia.

“Ini memperkuat adanya dugaan kelalaian, itu juga yang menjadi perhatian kami saat ini. Makanya kami minta Kapus itu harus dipecat,” tegas dia.

Baca Juga :  Istana Sebut Teror Kepala Babi di Kantor Tempo Bukan Ancaman

Pihaknya memastikan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, termasuk jika nanti ada pelanggaran pidana.

Kepala Dinkes dan P2KB Sumenep drg. Ellya Fardasah mengatakan, pihak dinas telah mengundang pihak Kepus Bluto. Namun, tidak bisa hadir dalam forum audiensi karena terdapat kegiatan yang bersamaan.

“Tadi ada pertemuan Kapusnya juga, jadi tidak bisa, ada pertemuan investigasi, jadi ada pertemuan Kapusnya juga,” katanya saat dikonfirmasi media ini.

Atas peristiwa tersebut pihaknya mengaku akan melakukan evaluasi secara menyeluruh, dan hasilnya akan disampaikan kepada Bupati Sumenep.

Baca Juga :  Amelia Anggraini Tegaskan TikTok Harus Patuh, Ancaman Pemutusan Akses Mengemuka

Untuk diketahui, salah satu pasien Puskesmas Bluto berinisial H meninggal dunia, Senin, 24 November 2025. Keluarga korban menduga kematian itu akibat kelalaian petugas Puksesmas. Salah satunya adanya dugaan tabung oksigen kosong saat dilakukan tindakan medis, dan keterlambatan saat proses rujukan.

Sebagai langkah untuk mencari keadilan, keluarga pasien sudah dua kali melakukan audiensi dengan Dinkes dan P2KB Sumenep. (Ions)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

INDODAX Nilai Meredanya Ketegangan AS-Iran Dorong Pemulihan Sentimen Pasar Kripto
Ubah Sawah Milik Sendiri Jadi Tambak Udang, Pria di Batang Terancam Hukuman 5 Tahun Denda Rp1 Milyar
Kesal Karena Diputuskan, Mahasiswi di Samarinda Ditembak Mantan Pacar
Maling Toko Kelontong di Mojokerto Tepati Janjinya Kembalikan Uang yang Dicuri dan Temui Korban Minta Maaf
Terdesak Biaya Sekolah Anak, Maling Toko Kelontong di Mojokerto Tinggalkan Surat Permintaan Maaf
INDODAX Raih Dua Penghargaan dari CFX, Perkuat Komitmen Edukasi dan Pertumbuhan Industri Kripto Nasional
INDODAX Gandeng Chainalysis untuk Memperkuat Standar Keamanan dan Kepatuhan Industri Kripto Indonesia
IAS Hospitality dan INDODAX Jalin Kemitraan Strategis untuk Menghadirkan Privilege Airport Lounge bagi Member

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 20:30 WIB

Ubah Sawah Milik Sendiri Jadi Tambak Udang, Pria di Batang Terancam Hukuman 5 Tahun Denda Rp1 Milyar

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:15 WIB

Kesal Karena Diputuskan, Mahasiswi di Samarinda Ditembak Mantan Pacar

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:58 WIB

Maling Toko Kelontong di Mojokerto Tepati Janjinya Kembalikan Uang yang Dicuri dan Temui Korban Minta Maaf

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:52 WIB

Terdesak Biaya Sekolah Anak, Maling Toko Kelontong di Mojokerto Tinggalkan Surat Permintaan Maaf

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:56 WIB

INDODAX Raih Dua Penghargaan dari CFX, Perkuat Komitmen Edukasi dan Pertumbuhan Industri Kripto Nasional

Berita Terbaru