Galian C Ilegal di Desa Batuan Tetap Beroperasi, DLH Bungkam, Aktivis Desak APH Turun Tangan!

- Redaksi

Sabtu, 12 Juli 2025 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Fhoto : Hasil penelusuran Aktivis Lingkungan

Ket Fhoto : Hasil penelusuran Aktivis Lingkungan

SUARANEWS86.COM || Sumenep — Kabupaten Sumenep, Jawa Timur tampak menjadi surga bagi pelaku Tambang Galian C atau Tambang Batuan. Meski tanpa dokumen rasmi pengusaha terkesan bebas beroperasi dengan fulgar.

Setidaknya terdapat dua lokasi yang lokasinya tidak jauh dari wilayah perkotaan. Pengusaha Tambang Batuan tetap beroperasi tanpa menghiraukan dampak negatif yang akan ditimbulkan pada lingkungan dan alam.

Secara geografis kedua lokasi itu berada di Desa Kebunagung, Kecamatan Kota Sumenep. Lokasinya tidak jauh dari Wisata Religi Pesarenan Raja-Raja atau Asta Tinggi. Suara exsapator atau bego terdengar hingga jauh dari lokasi penambang.

Disana terdapat tiga exsapator, satu exsapator berwarna hijau dan dua exsapator berwarna kuning. Diantara tiga exsapator tampak beroperasi meski saat itu tidak ada dump truk yang berlalu lalang di lokasi.

Sementara satu lokasi berada di Desa Batuan, Kecamatan Batuan Sumenep. Disana terdapat tiga exsapator yang berada di lokasi. Dua exsapator warna hijau dan satu exsapator warna kuning.

Untuk sampai di lokasi tambang, harus masuk melalui jalan terjal karena lokasinya berada di atas bukit. Meski jalannya cukup lebar, namun kondisi jalan tidak sebagus jalan yang rusak di pedesaan.

Baca Juga :  INDODAX Raih Penghargaan Prestisius pada CFX Crypto Conference 2025

“Hasil amatan kami dua lokasi itu pengusaha tambang galian C tetap beroperasi,” kata Zainurrozi pada media ini, Jumat, (11/7/2025).

Aktivis lingkungan itu menyayangkan aktivitas tambang Galian C ilegal itu. Meski lokasinya berada di wilayah perkotaan, minim penindakan.

“Kalau masih mokong tidak mau ngurus izin harus ditutup secara permanen, ini kuncinya ada di pemerintah daerah,” kata mantan aktivis Pamekasan itu.

Senada dikatakan oleh Hamsun. Dirinya mengaku heran minimnya penindakan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

“Padahal sudah jelas akibat aksi tambang itu merusak lingkungan, dan secara aturan juga melanggar karena tidak memiliki izin. Mestinya sudah bisa dijadikan dasar untuk melakukan penindakan, bukan malah terkesan membiarkan beroperasi,” ungkap dia.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Riau Mulai Salurkan BOSDA dan BOSDA Afirmasi

Upaya kofirmasi yang dilakukan media ini belum mendapatkan respon dari Kabag Perekonomian dan SDA Setkab Sumenep Dadang Dedy Iskandar dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Arif Susanto. Saat dihubungi media ini melalui saluran Whatapps hingga berita ditulis belum ada respon. (Ions)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Balita 4 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Oknum Perwira Polres Bone, Polisi Dalami Dugaan Rem Blong
Propam Polda Sumbar Turun Tangan Selidiki Video Viral Cekcok yang Libatkan Pejabat Polisi
Diduga Terobos Lampu Merah, Oknum Polisi di Bone Diperiksa Propam Usai Tabrak Motor Hingga Tewaskan Balita
Diduga Rem Blong, Truk Cold Diesel Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Bonjol Pasaman, 2 Orang Terluka
Rekonstruksi Kasus IRT di Dairi Tuai Sorotan, Kuasa Hukum Sebut CCTV Bertentangan dengan BAP
Kejari Karo Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi, Sidang Dugaan Pembalakan Hutan Lindung Terus Berlanjut
Bareskrim Polri Tangkap Kasat Narkoba Polres Tangsel Beserta 6 Anggotanya
Prajurit POM TNI AD Gugur Saat Bantu Polisi Tangkap Bandar Narkoba di Aceh

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:47 WIB

Balita 4 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Oknum Perwira Polres Bone, Polisi Dalami Dugaan Rem Blong

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:47 WIB

Propam Polda Sumbar Turun Tangan Selidiki Video Viral Cekcok yang Libatkan Pejabat Polisi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Diduga Terobos Lampu Merah, Oknum Polisi di Bone Diperiksa Propam Usai Tabrak Motor Hingga Tewaskan Balita

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:13 WIB

Diduga Rem Blong, Truk Cold Diesel Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Bonjol Pasaman, 2 Orang Terluka

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:58 WIB

Rekonstruksi Kasus IRT di Dairi Tuai Sorotan, Kuasa Hukum Sebut CCTV Bertentangan dengan BAP

Berita Terbaru