Tuntut Keadilan untuk Buruh dan Warga Lokal, Ribuan Massa Geruduk PT PHR Minas

- Redaksi

Selasa, 10 Juni 2025 - 18:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Ribuan massa yang terdiri dari pemuda, mahasiswa, dan buruh lokal yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Masyarakat Peduli (GPMP) Minas hari ini menggelar aksi besar-besaran di depan Gate 4 PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Minas. Dengan semangat menyala dan tuntutan membara, para demonstran mengepung seluruh pintu masuk ke kawasan industri strategis milik PT PHR, Selasa (10/06/2025).

Tak sekadar unjuk rasa, aksi ini menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap apa yang mereka sebut sebagai “ketimpangan mencolok” dan “dugaan pelanggaran hak-hak ketenagakerjaan” oleh PT PHR serta mitra kerjanya.

“Minas Bukan Sekadar Objek, Tapi Subjek Pembangunan!”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seruan itu menggema di tengah lautan massa. Demonstran dari berbagai elemen, termasuk Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI) dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), bersatu menyuarakan kekecewaan mereka terhadap kondisi yang mereka anggap kian memarginalkan masyarakat lokal.

Dilansir dari Catatanriau, Dalam orasinya, koordinator aksi Elmon H. Pandiangan menyampaikan bahwa GPMP dan massa aksi tak akan berhenti sebelum tuntutan mereka dipenuhi secara konkret dan final. Bahkan, jika perlu, tenda-tenda perjuangan akan didirikan malam ini juga sebagai simbol perlawanan tanpa lelah.

Baca Juga :  Hingga 30 September, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau Gelar Vaksinasi Rabies Gratis

Deretan Tuntutan Membara: Dari Rekrutmen Tertutup hingga Dugaan Diskriminasi MCU

GPMP Minas membeberkan tujuh poin ketimpangan yang selama ini dianggap mencederai hak-hak masyarakat dan buruh lokal. Beberapa poin krusial antara lain:

  • Tidak adanya kontribusi nyata PT PHR terhadap warga sekitar.
  • Rekrutmen yang tertutup dan dianggap tidak transparan, membuat para sarjana lokal menjadi “pengangguran sejati”.
  • Dugaan diskriminasi lewat sistem MCU (Medical Check Up) P1-P7 yang disebut sebagai penyebab pemecatan buruh secara sepihak.
  • Ketidaktaatan PHR dan mitranya terhadap UU Ketenagakerjaan dan prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”.

Sementara itu, GPMP juga melayangkan 7 tuntutan utama yang wajib dipenuhi oleh PHR, di antaranya:

1. Cabut sistem MCU P1-P7 yang dianggap diskriminatif dan lakukan MCU transparan di Puskesmas Tipe D Minas.

2. Rekrut tenaga kerja lokal secara terbuka dan adil, utamakan putra-putri Minas, termasuk sarjana sesuai kompetensi.

Baca Juga :  Polres Siak Bekuk Bandar Shabu di Dayun, 13,71 Gram Barang Bukti Diamankan

3. Pekerjakan kembali buruh yang di-PHK karena MCU atau usia, dan bayarkan seluruh haknya.

4. Hentikan praktik dugaan pungli oleh humas atau oknum perekrutan.

5. Berikan kompensasi terhadap dampak traumatik dan stres akibat kebijakan diskriminatif.

6. Pastikan seluruh kebijakan PHR mengikat dan dilaksanakan oleh seluruh mitra kerja.

7. Akhiri praktik arogansi kekuasaan dan diskriminasi yang menciptakan konflik horizontal di masyarakat.

Ultimatum Keras: “Jika Tak Ada Hasil Hari Ini, Besok Kami Akan Kembali Lebih Besar!”

Dalam pernyataan tegasnya, Elmon menegaskan bahwa pihak manajemen PT PHR yang hadir pada dialog hari ini adalah orang-orang yang tidak punya kewenangan untuk mengambil keputusan final.

“Jika hasil diskusi dengan Disnakertrans Siak dan Provinsi Riau tidak sesuai harapan, malam ini juga tenda perjuangan akan berdiri. Besok, kami akan hadir lagi dengan massa yang lebih besar dan dukungan dari seluruh serikat buruh se-Riau!” ujarnya lantang di tengah sorakan massa.

GPMP juga mengancam akan meluaskan aksi ke seluruh kabupaten yang menjadi wilayah kerja PT PHR. Menurut mereka, perjuangan di Minas adalah simbol dari perlawanan rakyat terhadap sistem ketenagakerjaan yang tidak adil dan meminggirkan masyarakat lokal.

Baca Juga :  Sekolah Negeri Boleh Tolak MBG, BGN: Harus Kesepakatan Bersama Satu Sekolah

Tegas, Tanpa Kompromi: “Kami Tidak Mau Lagi Iming-Iming dan Janji Palsu”

Menutup orasinya, Elmon menegaskan bahwa masyarakat Minas tidak akan mundur. Mereka hanya menginginkan satu hal, keputusan final yang mengikat, yang mewajibkan seluruh mitra kerja PHR tunduk pada kesepakatan yang berpihak pada rakyat.

“Kami tidak ingin negosiasi berkepanjangan. Cukup sudah, kami hanya ingin hasil nyata. Kami tidak akan berhenti sebelum ada perubahan,” tegasnya.

Sampai berita ini diturunkan, manajemen PT PHR dan perwakilan Disnakertrans masih melakukan diskusi internal untuk merespons tuntutan demonstran. Warga Minas dan para buruh kini menanti, apakah suara mereka akan direspons dengan tindakan nyata atau kembali diabaikan seperti sebelumnya?

Satu hal yang pasti: gerakan rakyat Minas telah bangkit, dan mereka tidak akan diam lagi.**

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

36 Tahun Mengabdi, Sahid Suwarno Pensiun Bukan Berarti Berhenti Mengabdi: Pendidikan Karakter Tetap Harga Mati!
Hari ke 6 Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Satgas Preventif Kedepankan Edukasi Humanis di Pasar Sail
Segera Diresmikan, Pemko Ubah Kawasan Kumuh Dibawah Jembatan Siak I Jadi Ruang Publik Modern
Mantan Bupati Siak Arwin AS Wafat, Afni Zulkifli: Saya Seperti Anak Kehilangan Bapak
Puluhan Pengemudi Segel Kantor Maxim Pekanbaru, Tolak Program Berbayar
Mulai 1 November, RS Awal Bros Hangtuah Resmi Layani Pasien BPJS Kesehatan
Perbaikan dan Pemeliharaan Jembatan Siak III Akan Segera Dimulai, Arus Lalin Akan Dialihkan ke Jembatan Siak I
Pohon Tumbang di Jalan Sudirman Timpa Innova, DLHK Pekanbaru Temukan Akar Bekas Dibakar

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 11:10 WIB

36 Tahun Mengabdi, Sahid Suwarno Pensiun Bukan Berarti Berhenti Mengabdi: Pendidikan Karakter Tetap Harga Mati!

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Hari ke 6 Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Satgas Preventif Kedepankan Edukasi Humanis di Pasar Sail

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Segera Diresmikan, Pemko Ubah Kawasan Kumuh Dibawah Jembatan Siak I Jadi Ruang Publik Modern

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Mantan Bupati Siak Arwin AS Wafat, Afni Zulkifli: Saya Seperti Anak Kehilangan Bapak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Puluhan Pengemudi Segel Kantor Maxim Pekanbaru, Tolak Program Berbayar

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page