Mulai Besok, Pemko Pekanbaru Kembali Terapkan Sekolah Tatap Muka Terbatas, Siswa Wajib Gunakan Masker

- Redaksi

Rabu, 9 September 2026 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || PEKANBARU — Aktivitas belajar mengajar di Kota Pekanbaru kembali dilaksanakan secara tatap muka mulai Kamis (10/9/2026). Meski kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat, proses pembelajaran di sekolah tetap digelar secara terbatas dengan menerapkan sejumlah protokol kesehatan.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Nomor B.400.3.1/Disdik/32/2026 tentang Penyesuaian Pembelajaran di Kota Pekanbaru.

Dalam surat edaran tersebut, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru mengacu pada Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap Kebakaran Hutan dan Lahan.

Berdasarkan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kualitas udara Kota Pekanbaru pada Rabu (9/9/2026) masih berada pada kategori tidak sehat. Namun, kondisi tersebut disebut mengalami perbaikan dibandingkan hari sebelumnya.

Dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara tersebut, Dinas Pendidikan memutuskan kegiatan proses belajar mengajar (PBM) mulai Kamis (10/9/2026) kembali dilaksanakan secara tatap muka terbatas.

“Besok pembelajaran tatap muka. Namun, seluruh warga sekolah wajib menggunakan masker,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, Rabu (9/9/2026) sore.

Meski kembali melaksanakan pembelajaran di sekolah, terdapat sejumlah ketentuan yang wajib dipatuhi. Seluruh kegiatan pembelajaran diminta dilaksanakan di dalam ruang kelas. Sementara aktivitas di luar ruangan harus dibatasi guna mengurangi paparan udara yang masih berada pada kategori tidak sehat.

Baca Juga :  Tetap Lakukan Penumbangan di Lahan Berstatus Sengketa, PT Arara Abadi Diduga Abaikan Putusan MA ‎

Selain itu, guru diminta melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan peserta didik setiap hari. Perhatian khusus diberikan kepada murid yang rentan atau memiliki riwayat gangguan pernapasan, seperti asma maupun Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Bagi murid yang mengalami gangguan kesehatan, sekolah diberikan keluwesan untuk mengizinkan peserta didik mengikuti pembelajaran dari rumah. Kebijakan tersebut dilakukan setelah murid atau orang tua berkoordinasi dengan pihak sekolah.

Antisipasi Jika Kualitas Udara Memburuk

Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru juga mengantisipasi kemungkinan kualitas udara kembali memburuk secara tiba-tiba.

Jika kondisi tersebut terjadi, kepala sekolah dapat mengambil langkah pengamanan sesuai situasi, mulai dari menghentikan kegiatan di luar ruangan, memulangkan peserta didik lebih awal, hingga mengalihkan pembelajaran menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Baca Juga :  Dekatkan Diri dengan Warga, Babinsa Koramil 01/Rengat Jalin Komsos dengan Masyarakat

Langkah tersebut tetap harus dilakukan dengan berkoordinasi bersama Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

Dengan kebijakan tersebut, aktivitas pendidikan di Kota Pekanbaru kembali berjalan secara tatap muka. Namun, pelaksanaannya tetap menyesuaikan perkembangan kualitas udara serta kondisi kesehatan seluruh warga sekolah.

Dinas Pendidikan berharap seluruh sekolah dapat menerapkan ketentuan tersebut secara disiplin agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan dan kesehatan peserta didik maupun tenaga pendidik. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PLN akan Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir di Riau Mulai Hari ini Hingga 3 November, Cek Jadwalnya!
Polres Inhu Amankan 4 Sopir dan 8.300 Liter Bio Solar, Dugaan Penyalahgunaan BBM Diselidiki
Tragedi Pelajar Tapung, Tim Media Telusuri Dugaan Penugasan Siswa dan Pengawasan Keselamatan Sekolah
Dua SHGB Aktif Jadi Dasar Klaim, Kuasa Hukum CV Kaluku Minta Polemik Lahan Pesisir Rumbai Diuji Lewat Jalur Hukum
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Polda Riau Sasar 10 Pelanggaran Prioritas
Polemik Pelantikan 247 Kepala Sekolah di Inhu, LIRA Dorong Pembentukan Pansus
Siswa Tewas Saat Mengambil Piala, BASMI Riau Soroti SMAN 1 Tapung dan Desak Evaluasi Kepsek
Kampung Narkoba Menuju Kampung Bersinar, Polda dan Pemda Perlu Hadirkan Program Nyata

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:27 WIB

PLN akan Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir di Riau Mulai Hari ini Hingga 3 November, Cek Jadwalnya!

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Polres Inhu Amankan 4 Sopir dan 8.300 Liter Bio Solar, Dugaan Penyalahgunaan BBM Diselidiki

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Tragedi Pelajar Tapung, Tim Media Telusuri Dugaan Penugasan Siswa dan Pengawasan Keselamatan Sekolah

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Dua SHGB Aktif Jadi Dasar Klaim, Kuasa Hukum CV Kaluku Minta Polemik Lahan Pesisir Rumbai Diuji Lewat Jalur Hukum

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Polda Riau Sasar 10 Pelanggaran Prioritas

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page