Rupiah Melemah, Turis Malaysia Ramai Berburu Belanja Murah di Indonesia

- Redaksi

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Fenomena wisata belanja lintas negara kembali menjadi sorotan di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap sejumlah mata uang asing pada 2026. Kondisi ini membuat Indonesia, khususnya Jakarta dan beberapa kota besar lainnya, menjadi destinasi belanja yang menarik bagi wisatawan mancanegara, terutama dari Malaysia.

Masyarakat Negeri Jiran kini tidak hanya datang untuk berwisata, tetapi juga memanfaatkan momentum pelemahan rupiah untuk berbelanja berbagai kebutuhan dengan harga yang dinilai lebih murah dibandingkan di negara asal mereka.

Fenomena tersebut turut disoroti oleh konten kreator David Alfa Sunarna melalui unggahan di media sosial. Dalam kontennya, ia menggambarkan bagaimana perbedaan nilai tukar memberikan keuntungan tersendiri bagi wisatawan Malaysia saat berbelanja di Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Turis Malaysia sekarang lagi ramai menyerbu Indonesia, datang ke Jakarta, borong semua barang Indonesia. Murah soalnya menurut mereka,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Instagram, Kamis (4/6/2026).

Ia juga mencontohkan besarnya daya beli masyarakat Malaysia ketika mengonversikan mata uang mereka ke dalam rupiah.

Baca Juga :  Polres Siak Gencarkan Patroli C3, Objek Vital, dan Cegah Karhutla Demi Jaga Kamtibmas

“Bayangin, 500 ringgit itu Rp2,2 juta loh,” ungkapnya.

Menurutnya, jumlah tersebut memberikan ruang konsumsi yang jauh lebih besar selama berada di Indonesia.

“Di Malaysia, 500 ringgit itu cuma buat makan sama jajan dikit,” tambahnya.

Fenomena meningkatnya wisata belanja ini tidak terlepas dari kondisi nilai tukar rupiah yang mengalami pelemahan cukup signifikan. Pada akhir Mei 2026, rupiah sempat menyentuh titik terlemah terhadap ringgit Malaysia, yakni berada di kisaran Rp4.500 per ringgit. Dalam perkembangan terbaru, nilai tukar tercatat berada di sekitar Rp4.495 per ringgit.

Di sisi lain, rupiah juga dilaporkan berada di kisaran Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Situasi tersebut menjadikan Indonesia sebagai tujuan yang relatif lebih murah bagi wisatawan asing, terutama untuk sektor ritel, kuliner, hingga pembelian oleh-oleh.

Dari perspektif ekonomi, pelemahan rupiah memang membawa dua dampak yang berbeda. Di satu sisi, sektor pariwisata berpotensi memperoleh keuntungan karena meningkatnya jumlah wisatawan asing yang merasa diuntungkan oleh nilai tukar. Pusat perbelanjaan, hotel, restoran, serta sektor transportasi dapat merasakan peningkatan aktivitas ekonomi.

Baca Juga :  Pedasnya Harga Cabai, DKP Pekanbaru Sebut Karena Faktor Cuaca Ekstrem

Namun, di sisi lain, pelemahan mata uang nasional juga memberikan tekanan terhadap masyarakat domestik. Harga barang impor cenderung meningkat, termasuk produk elektronik, bahan baku industri, hingga kebutuhan farmasi. Selain itu, beban pembayaran utang luar negeri juga menjadi lebih besar akibat konversi nilai tukar yang semakin tinggi.

Sementara itu, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam mencatat adanya lonjakan signifikan arus penumpang selama periode libur panjang Iduladha dan Waisak pada 28 Mei hingga 1 Juni 2026.

Total pergerakan penumpang domestik dan internasional melalui pelabuhan di Batam pada periode 26 Mei hingga 1 Juni 2026 mencapai 255.406 orang. Angka tersebut meningkat sekitar 41 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat sebanyak 149.693 penumpang.

Peningkatan tersebut didorong oleh bertambahnya jumlah wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura dan Malaysia. Lonjakan tertinggi tercatat pada 30 Mei 2026 dengan 24.562 penumpang internasional. Sementara pada 29 Mei tercatat 15.914 penumpang, 31 Mei sebanyak 14.527 penumpang, 1 Juni mencapai 11.422 penumpang, dan 28 Mei sebanyak 10.040 penumpang. Sebagai perbandingan, pada 18 Mei 2026 jumlah penumpang internasional hanya berada di angka 5.997 orang.

Baca Juga :  Hasil FOMC Januari 2026: Fed Tahan Suku Bunga, Bitcoin Kembali Koreksi

Pelabuhan Batam Centre menjadi titik tersibuk untuk arus internasional, disusul Pelabuhan Harbour Bay, Nongsa, Sekupang, dan Gold Coast Bengkong.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KSOP Batam melakukan sejumlah langkah, mulai dari penambahan personel di terminal, pengaktifan patroli laut selama 24 jam di titik-titik strategis, hingga memperketat pemeriksaan kelaiklautan kapal guna memastikan keselamatan pelayaran selama periode libur panjang.

Fenomena meningkatnya kunjungan wisatawan Malaysia untuk berbelanja di Indonesia menjadi cerminan dua sisi dari pelemahan rupiah. Di satu sisi, kondisi tersebut membuka peluang bagi sektor pariwisata dan perdagangan. Namun di sisi lain, hal itu juga menjadi pengingat bahwa stabilitas nilai tukar memiliki pengaruh besar terhadap daya beli dan kondisi ekonomi masyarakat Indonesia. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peretasan Kripto Nyaris Rugikan US$1 Miliar, INDODAX Dorong AI Jadi Benteng Baru Keamanan Blockchain
Waspada CS Palsu! INDODAX Ingatkan Pengguna Bahaya Phishing dan Social Engineering di Era AI
Bitcoin Terkoreksi Pasca FOMC, INDODAX Ajak Investor Tetap Fokus pada Fundamental
Mendag Budi Santoso Tegaskan HET Minyakita Tak Ada Kenaikan, Tetap di Harga Rp15.700 per Liter
Sempat Langka dan Harga Melonjak, Kini Pasokan dan Harga Minyakita di Pasaran Mulai Stabil
INDODAX Dorong Generasi Muda Mulai Investasi Rutin di Tengah Fenomena Pinjol dan Paylater
INDODAX Soroti Pentingnya Perlindungan Konsumen di Era Keuangan Digital yang Semakin Terbuka
Harga Minyakita di Pekanbaru Meroket Tembus Hingga Rp 20.000 per Liter, Disperindag Telusuri ke Distributor

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:27 WIB

Peretasan Kripto Nyaris Rugikan US$1 Miliar, INDODAX Dorong AI Jadi Benteng Baru Keamanan Blockchain

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:13 WIB

Waspada CS Palsu! INDODAX Ingatkan Pengguna Bahaya Phishing dan Social Engineering di Era AI

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:33 WIB

Bitcoin Terkoreksi Pasca FOMC, INDODAX Ajak Investor Tetap Fokus pada Fundamental

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:10 WIB

Mendag Budi Santoso Tegaskan HET Minyakita Tak Ada Kenaikan, Tetap di Harga Rp15.700 per Liter

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:37 WIB

Rupiah Melemah, Turis Malaysia Ramai Berburu Belanja Murah di Indonesia

Berita Terbaru