Ratusan Mahasiswa Yang Tergabung Cipayung plus Sumenep, Luruk Markas Polres Sumenep

- Redaksi

Senin, 1 September 2025 - 21:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || SUMENEP – Ratusan massa aksi dari berbagai elemen mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Sumenep (HMI, PMII, IMM, GMNI dan BEMSU) turun ke jalan, Senin, (01/9/2025). Mereka menggelar aksi solidaritas menuntut pertanggungjawaban Polri atas insiden tewasnya sejumlah korban massa aksi, termasuk kader pergerakan muda Affan Kurniawan.

Dari Pantauan media di lapangan, aksi dimulai dari Taman Bunga jam 10.15 dengan arak-arakan massa yang memadati ruas jalan protokol menuju Mapolres Sumenep. Spanduk bertuliskan “Cipayung Plus Sumenep Bersama Rakyat”, copot kapolri, hentikan penindasan. terbentang di tengah barisan. Orator secara bergantian menyuarakan kecaman keras terhadap brutalitas aparat yang dinilai melenceng dari amanah undang-undang.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UMRI Riau Lakukan Rapat Bersama dengan Perangkat Kelurahan Meranti Pandak

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam orasinya , Cipayung Plus Sumenep menegaskan bahwa Polri telah gagal menjalankan fungsi perlindungan, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat sebagaimana amanat UU No. 2 Tahun 2002 bahwasanya Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. UU ini menjadi dasar pembentukan Polri dan menegaskan fungsinya sebagai lembaga negara yang terpisah dari TNI, serta menetapkan prinsip-prinsip dasar kepolisian dan hak asasi manusia dalam pelaksanaannya.

“Polri bukan lagi menjadi pengayom, melainkan berubah wajah menjadi alat represi. Insiden yang menewaskan saudara Affan dan kawan-kawan adalah bukti nyata. Kami mendesak pertanggungjawaban penuh secara transparan,” tegas koordinator aksi dari atas mobil komando.

Baca Juga :  KPK Benarkan OTT di Riau, Gubernur Riau Abdul Wahid Turut Diamankan

Mereka juga mendesak Kapolri bertanggung jawab secara moral, bahkan jika perlu mundur dari jabatannya, karena dianggap gagal menjaga kepercayaan publik.

Dalam tuntutannya, massa aksi menekankan,.Pertanggungjawaban Polri atas insiden kematian korban aksi, dengan mengadili oknum terkait secara transparan atas nama korban: Affan Kurniawan, Sarina Wati, Saiful Akbar, Muhammad Akbar Basri, Rheza Sendy Pratama, Sumari, dan Rusmadiansyah. Jaminan penuh bagi keluarga korban yang ditinggalkan. Mendesak Polres Sumenep berkomitmen bersama rakyat untuk melakukan reformasi institusi Polri. Polres Sumenep wajib menjaga kebebasan berekspresi masyarakat tanpa tindakan represif. Menghentikan intimidasi terhadap aktivis dan rakyat sipil. Membebaskan pihak-pihak yang ditangkap selama aksi unjuk rasa 25, 28, dan 29 Agustus 2025. Menegaskan komitmen Cipayung Plus untuk terus mengawal isu keadilan dan HAM. Memberikan ultimatum: jika tuntutan diabaikan, akan digelar Aksi Jilid II dengan massa lebih besar.

Baca Juga :  Sumur Bor di Aceh Utara Semburkan Gas dan Api Setinggi 75 Meter

Aksi ini diikuti ratusan massa gabungan dari PMII, IMM, HMI, GMNI dan BEMSU hingga organisasi kepemudaan lainnya yang tergabung dalam Cipayung Plus Sumenep. Demonstrasi ini juga menyampaikan doa bersama untuk para korban yang gugur dalam aksi sebelumnya.

Dalam aksi tersebut semua tuntutan telah dikabulkan oleh Kepala Polres Sumenep AKBP. Rivanda dan sudah ditanda tangani. (Ions)

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rekonstruksi Kasus IRT di Dairi Tuai Sorotan, Kuasa Hukum Sebut CCTV Bertentangan dengan BAP
Kejari Karo Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi, Sidang Dugaan Pembalakan Hutan Lindung Terus Berlanjut
Bareskrim Polri Tangkap Kasat Narkoba Polres Tangsel Beserta 6 Anggotanya
Prajurit POM TNI AD Gugur Saat Bantu Polisi Tangkap Bandar Narkoba di Aceh
Usai Bentrokan Maut, Polsek Menteng Didatangi Sekelompok Massa dari Keluarga dan Rekan Korban
Bentrokan Massa di Matraman Pecah, 1 Orang Tewas, 4 Motor Hangus Terbakar
Kepala Rumah Tangga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Meninggal Dunia, Polisi Lakukan Penyelidikan
Polda Jabar Minta Maaf ke Satpam HI, 3 Anggota Polisi yang Terlibat Diproses Sidang Kode Etik

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:58 WIB

Rekonstruksi Kasus IRT di Dairi Tuai Sorotan, Kuasa Hukum Sebut CCTV Bertentangan dengan BAP

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:40 WIB

Kejari Karo Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi, Sidang Dugaan Pembalakan Hutan Lindung Terus Berlanjut

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:13 WIB

Bareskrim Polri Tangkap Kasat Narkoba Polres Tangsel Beserta 6 Anggotanya

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:11 WIB

Prajurit POM TNI AD Gugur Saat Bantu Polisi Tangkap Bandar Narkoba di Aceh

Senin, 27 Juli 2026 - 00:28 WIB

Usai Bentrokan Maut, Polsek Menteng Didatangi Sekelompok Massa dari Keluarga dan Rekan Korban

Berita Terbaru