Warga Pekanbaru GS dan AT Diduga Mendapat Penganiayaan Dari Oknum TNI AL, Akibatnya GS Meninggal Dunia

- Redaksi

Senin, 25 Agustus 2025 - 12:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Pekanbaru — Kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum TNI berpangkat letnan satu di kesatuan angkatan laut Dumai yang ditugaskan di Pekanbaru provinsi riau berujung maut, Senin (25/8/2025).

Kronologi kejadian bermula GS dan rekannya, SP alias AT, mengambil 10 buah sukun lahan kosong di Jalan Kuantan Raya, Pekanbaru diketahui oleh seorang warga, akhirnya kedua pelaku GS dan SP meminta maaf ke warga tersebut dan tidak jadi mengambil buah Sukun tersebut, kejadian ini pada pertengahan bulan Agustus di jalan Kuantan di depan SDN 132 kota Pekanbaru RT 01.

Namun tak lama datang seseorang yang kemudian diketahui adalah Oknum TNI berpangkat Letnan Satu Marinir, ML. dikesatuan angkatan laut ditugaskan kota Pekanbaru dan melakukan menganiaya keduanya dengan senjata api digenggam dan cangkul kecil sambil memaksa kedua korban untuk mengakui pencurian buah sukun yang berada di lahan kosong yang sudah minta izin sama warga.

Penganiayaan yang di lakukan oknum TNI AL Dumai inisial ML membuat GS dan AT mengalami luka robek di tangan kepala dan tubuh lainnya, sempat dibawa ke salah satu rumah ,disana mendapatkan penganiayaan kembali ,GS dan AT mengeluarkan darah dikepala ,tangan, dalam keadaan terluka Oknum TNI inisial ML tersebut korban dipaksa untuk membersihkan rumah tersebut,” tutup warga.

GS meninggal dunia pada hari Sabtu pagi jam 08.20 Wib 23 Agustus 2025 setelah sebelumnya dirawat di RSUD Ahmad Mukhtar akibat luka-luka tersebut.

Seorang saksi mata menuturkan, ia melihat para korban dalam kondisi bersimbah darah pada bagian kepala didepan sebuah rumah di lokasi kejadian. Tak lama kemudian, petugas dari Polsek 50 tiba dan membawa kedua korban ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Karena kondisi GS semakin kritis, polisi segera melarikannya bersama AT ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan intensif.

Baca Juga :  Walikota Pekanbaru Lakukan Sidak ke RSD Madani

Seorang sumber internal menyebutkan peristiwa itu terjadi pada Jumat. Setelah beberapa jam menjalani perawatan di RS Bhayangkara, kedua korban justru dibawa kembali ke Polsek 50 dan diamankan di sana hingga keesokan harinya, Sabtu 16 Agustus 2025 sekitar pukul 12 siang.

Mereka kemudian dipulangkan ke rumah masing-masing. Kondisi GS saat itu sudah memburuk. Hingga akhirnya pada Jumat, 22 Agustus 2025, GS kembali dibawa ke Rumah Sakit Umum karena kondisinya kian kritis. Nyawanya tidak tertolong, dan ia dinyatakan meninggal.

Keluarga korban Ujang Kakak dari korban (GS) meminta Panglima TNI mengusut tuntas kasus ini dan memberi hukuman setimpal kepada pelaku.

Ujang mengungkapkan bahwa penganiayaan berat yang dialami adiknya (GS) sampai meninggal dunia merupakan tindakan yang sangat tidak manusiawi, ujar Ujang saat dikonfirmasi media pada Senin, (25 /08/2025).

Baca Juga :  Dorong Hemat Energi, Bupati Sumenep Berlakukan “Jumat Tanpa BBM” Bagi ASN

”Kami dan keluarga sangat terpukul dengan kejadian ini, kami dan kuasa hukum akan melaporkan ke kantor Denpom Pekanbaru terlebih dahulu karena pelaku oknum dari TNI dan setelah itu kami akan mengikuti arahan dan hasil laporan kami di kantor Dempom Pekanbaru,” kata Ujang.

Masyarakat Pekanbaru menilai tindakan oknum TNI tersebut mencoreng nama baik institusi TNI dan meminta keadilan bagi keluarga korban.

Sementara itu Penasihat hukum keluarga korban, Achmad Zahri T, SH, telah melaporkan kasus ini ke POMAL dan kantor Dempom Pekanbaru dan meminta proses hukum transparan dan serius.

Saat ini Korban AT yang masih mengalami luka berat masih dalam perawatan. (Rls)

Sumber : Tvarnews.com

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mulai 1 Agustus 2026, Tarif Parkir Bandara SSK II Pekanbaru Resmi Naik, Berikut Rinciannya
Akhir Pekan, Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli dan Pengaturan Lalu Lintas Hingga Malam Hari
Lapas Pekanbaru Kembali Disorot, Dugaan Limbah Septic Tank dan Rentetan Persoalan Picu Desakan Evaluasi Kalapas
Satpam Waduk Jatiluhur Ditemukan Tewas dengan Kedua Tangan Terborgol di Pinggir Danau
Penataan Jalan Teratai Dimulai, Pemko Pekanbaru Minta Pedagang Pindah ke Lokasi Baru
DPD LIRA Kota Pekanbaru Resmikan Rumah LIRA dan Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga
Diduga Terkait Kasus Pengadaan IFP Smartboard, Disdik Riau Digeledah Penyidik Kejati Riau
BASMI Riau Desak Kejati Tetapkan Tersangka Kasus IFP Smartboard, Dugaan Kerugian Negara Rp5 Miliar

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:48 WIB

Mulai 1 Agustus 2026, Tarif Parkir Bandara SSK II Pekanbaru Resmi Naik, Berikut Rinciannya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:54 WIB

Akhir Pekan, Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli dan Pengaturan Lalu Lintas Hingga Malam Hari

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:05 WIB

Lapas Pekanbaru Kembali Disorot, Dugaan Limbah Septic Tank dan Rentetan Persoalan Picu Desakan Evaluasi Kalapas

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:25 WIB

Satpam Waduk Jatiluhur Ditemukan Tewas dengan Kedua Tangan Terborgol di Pinggir Danau

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:23 WIB

Penataan Jalan Teratai Dimulai, Pemko Pekanbaru Minta Pedagang Pindah ke Lokasi Baru

Berita Terbaru