Terkait Waka Kesiswaan dan Siswa, Zahar : “Itu hanya Kesalahpahaman, dan Sudah Diselesaikan”

- Redaksi

Senin, 22 September 2025 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || PEKANBARU — Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 dan SMAN 15 Pekanbaru, Rabu (17/9/2025).

Abdul Wahid menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk memastikan program penyediaan makanan bergizi gratis (MBG) berjalan optimal di seluruh sekolah.

Namun dalam kesempatan tersebut, salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya geram dan marah atas apa yang dilakukan oknum waka kesiswaan terhadap siswa tersebut, kepada media ini ia menyampaikan, “Sebelum Gubri Abdul Wahid datang ke SMAN 5 Pekanbaru, anak-anak sudah di kondisikan untuk menunggu di lapangan dan ada yang di dalam kelas. Siswa yang di lapangan di suruh memakai baju olahraga,” sebutnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anak-anak yang tidak memakai baju olahraga dikumpulkan khusus kemudian rambutnya di colak atau dipangkas paksa oleh guru. Karena banyak yang tidak mau, mereka lari kabur dan di teriakan maling diduga oleh Waka kesiswaan pak yoyok.

Baca Juga :  Peduli Terhadap Kesehatan Masyarakat, PT SBL Salurkan 39.350 Masker ke 20 Titik di Sentajo Raya Kuansing

Disaat mereka kabur, akhirnya tertangkap juga oleh guru. Sepatunya di copot dan di buang ke parit besar di samping sekolah dan kemudian mereka di kumpulkan diruangan wakil sambil di bilang Anjing oleh Waka kesiswaan dan diberi sanksi skorsing selama 3 hari tidak boleh masuk sekolah,” katanya.

Atas perbuatan yang dilakukan oknum waka kesiswaan SMAN 5 Pekanbaru ini diduga melanggar UU no 35 THN 2014 pasal 76 a dan 77 a) dan PP no 74 th 2008 pasal 39 ayat 2.

Selanjutnya, Ada orang tua yang datang ke sekolah meminta sepatu anaknya untuk di ganti. Dikatakan Waka kesiswaan, dia mau mengganti tapi dengan syarat anaknya harus berhenti, ini merupakan sifat arogan seorang pemimpin.

Menanggapi hal itu, Ketua Aliansi Pemuda Peduli Pendidikan Riau, Arman angkat bicara, dikatakannya, “perbuatan yang diduga dilakukan oknum waka kesiswaan itu sudah sangat keterlalua,” ujarnya kesal.

Baca Juga :  Skor 1-0, Timnas Indonesia Raih Kemenangan Lawan Bahrain

“Bagi saya, hal itu tidak bisa ditolerir lagi, sebagai waka kesiswaan SMAN 5 Pekanbaru meneriaki siswa “Maling” dan menyebut kata “An**ng” Itu sudah sangat keterlaluan,” sebutnya geram saat berada di Kejati Riau.

“Lanjutnya, hal ini akan kita lanjutkan ke Kepala Disdik Riau dan Gubernur Riau, untuk segera menonaktifkan waka kesiswaan atas nama pak Yoyok tersebut, agar menjadi pelajaran bagi seluruh para pendidik khususnya di Provinsi Riau ini,” sebutnya.

Saat dikonfirmasi media ini, Waka Kesiswaan, Yoyok mengatakan udah diselesaikan persoalan ini kepada orang tua siswa, dan mempersilahkan untuk menayangkan pemberitaan.

Ketua Aliansi Pemuda Peduli Pendidikan Riau, Arman menabahkan, “secara teknis sudah diselesaikan persoalan tersebut dengan orang tua siswa, secara moral hal ini tidak bisa di biarkan, bagi saya itu perbuatan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang pendidik terhadap siswanya,” tutup Arman.

Baca Juga :  Gantikan Posisi Kapolda Riau Irjen Iqbal, Ini Rekam Jejak Irjen Herry Heryawan

Saat mengunjungi SMAN 5 Pekanbaru, kepada media ini, kepala SMAN 5 Pekanbaru, H. Zahar M.Pd sangat menyayangkan atas kejadian tersebut.

“Atas kejadian yang terjadi belakangan ini, saya selaku kepala sekolah sangat menyayangkan kejadian tersebut dan berharap tidak ada kejadian serupa terjadi kedepannya,” sebut Zahar. (22/9/25).

“Untuk itu secara tegas yang bersangkutan telah saya tegur dan beri peringatan untuk tidak melakukan hal yang sama kedepannya,” tegasnya.

Selanjutnya, untuk hal ini yang bersangkutan telah berdamai dan juga saling memaafkan, untuk siswa yang sepatunya dibuang dan jika minta ganti disuruh pindah sekolah, saya tegaskan itu tidak ada, anak didik tersebut tetap bersekolah seperti biasanya,” tutupnya. (Fa)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satu Siswa Tewas, Satu Kritis Usai Jalankan Perintah Guru, BASMI Riau Desak Evaluasi Kepala SMAN 1 Tapung
Kabar Gembira! Pemko Pekanbaru Segera Bagikan 3 Stel Seragam Gratis untuk 20 Ribu Lebih Siswa SD dan SMP
Hari Kedua Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Polda Riau Dorong Budaya Tertib Berlalu Lintas
Siapkan Bantuan Hukum Gratis Bagi Warga Kurang Mampu, Fraksi PDIP DPRD Pekanbaru Gandeng LBH Tuah Negeri Nusantara
PLN akan Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir di Riau Mulai Hari ini Hingga 3 November, Cek Jadwalnya!
Polres Inhu Amankan 4 Sopir dan 8.300 Liter Bio Solar, Dugaan Penyalahgunaan BBM Diselidiki
Tragedi Pelajar Tapung, Tim Media Telusuri Dugaan Penugasan Siswa dan Pengawasan Keselamatan Sekolah
Dua SHGB Aktif Jadi Dasar Klaim, Kuasa Hukum CV Kaluku Minta Polemik Lahan Pesisir Rumbai Diuji Lewat Jalur Hukum

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Satu Siswa Tewas, Satu Kritis Usai Jalankan Perintah Guru, BASMI Riau Desak Evaluasi Kepala SMAN 1 Tapung

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Kabar Gembira! Pemko Pekanbaru Segera Bagikan 3 Stel Seragam Gratis untuk 20 Ribu Lebih Siswa SD dan SMP

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hari Kedua Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Polda Riau Dorong Budaya Tertib Berlalu Lintas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Siapkan Bantuan Hukum Gratis Bagi Warga Kurang Mampu, Fraksi PDIP DPRD Pekanbaru Gandeng LBH Tuah Negeri Nusantara

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:27 WIB

PLN akan Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir di Riau Mulai Hari ini Hingga 3 November, Cek Jadwalnya!

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page