SUARANEWS86.COM || KARO – Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara didampingi Tim Inafis Polres Karo melakukan penyelidikan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karo Sempajaya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Jumat (13/8/2026).
SPPG tersebut berada di area Kodim 0205/Tanah Karo. Dalam penyelidikan, Tim Labfor memeriksa sejumlah barang bukti, di antaranya sisa makanan dan limbah dari lokasi pengolahan makanan.
Sebagian barang bukti kemudian dibawa oleh Tim Labfor untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dandim 0205/Tanah Karo Letkol Inf Robert Panjaitan mengatakan, pihaknya meminta instansi terkait melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.
“Kami dari Kodim 0205/Tanah Karo meminta kepada instansi terkait untuk memeriksa dan mengetahui apa penyebabnya sehingga ada siswa yang diduga mengalami keracunan akibat menyantap MBG yang disediakan SPPG Karo Sempajaya Kecamatan Berastagi,” ujar Robert.
Ia sekaligus menegaskan bahwa Kodim 0205/Tanah Karo tidak terlibat dalam pengelolaan dapur MBG tersebut.
Menurutnya, keberadaan SPPG di area Kodim hanya berkaitan dengan penyediaan tempat. Sementara proses pengolahan makanan maupun pengadaan bahan makanan tidak berada di bawah kewenangan Kodim.
“Melalui media ini saya sampaikan bahwa dapur MBG tersebut tidak ada kaitannya dengan Kodim 0205/Tanah Karo. Memang dapur MBG ini terletak di area Kodim, tetapi Kodim hanya menyediakan tempat. Untuk masalah memasak maupun penyediaan sayur-mayur dan ikan, itu tidak kami campuri,” tegasnya.
Robert kembali menegaskan bahwa pihak Kodim tidak memiliki keterlibatan dalam pengelolaan program MBG yang dilaksanakan SPPG tersebut.
“Jadi sekali lagi saya sampaikan, keterlibatan Kodim tidak ada sama sekali dengan Badan Gizi Nasional, khususnya yang berada di area Kodim ini,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Berastagi, Normawati br Ginting, mengatakan sebanyak 247 siswa di sekolah tersebut mengalami keluhan kesehatan dan telah mendapatkan penanganan medis.
“Untuk korban keseluruhan di SMA Negeri ini ada 247 siswa. Semalam siswa tersebut sudah kita antar semua ke Rumah Efarina, Amanda, Rumah Sakit Umum, dan Rumah Sakit Mina,” kata Normawati.
Ia menyebutkan kondisi para siswa secara umum mulai berangsur pulih. Pihak sekolah juga terus melakukan pemantauan terhadap siswa yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Setelah kami rapat, saya langsung memerintahkan guru untuk mendampingi siswa yang masih berada di rumah sakit,” ujarnya.
Normawati menambahkan, masih terdapat tiga siswa yang mengalami keluhan seperti pusing dan telah kembali mendapatkan pemeriksaan medis.
“Tadi masih ada tiga orang siswa kita yang mengalami pusing. Mereka langsung kami antar ke Rumah Sakit Amanda,” ungkapnya.
Penyelidikan dan pemeriksaan sampel oleh Tim Labfor Polda Sumut diharapkan dapat mengungkap penyebab dugaan gangguan kesehatan yang dialami para siswa. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya. **
Editor : Reza


























