Polisi Ungkap Kronologi Pengeroyokan Supir Bus Al Hijrah Rahmat Vaisandri, Diduga Karena Mencuri

- Redaksi

Rabu, 5 Februari 2025 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly

SUARANEWS86.COM || Jakarta — Polisi menjelaskan kronologi pengeroyokan yang menewaskan Rahmat Vaisandri di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Rahmat merupakan sopir bus asal Sumatera Barat yang diduga mencuri ponsel milik kuli bangunan di sebuah proyek ruko Pasar Rebo.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan Rahmat Vaisandri sempat melawan saat para tersangka memukulnya akibat ketahuan mencuri pada 20 Oktober 2024. Namun karena hanya seorang diri, Rahmat kabur dan terjatuh dari lantai dua proyek pembangunan ruko tersebut.

Lilipaly memastikan antara Rahmat dan para kuli bangunan tidak saling mengenal. Dia menyatakan Rahmat baru pertama kali datang ke proyek pembangunan itu. Pada saat aksi percobaan pencuriannya ketahuan, Rahmat berpura-pura tidur namun akhirnya tetap ketahuan.

“20 Oktober 2024 sekitar dini hari terjadi peristiwa diduga percobaan pencurian ponsel dan dompet di TKP. Singkat cerita para pekerja bangun dan mengamankan (Rahmat). Selanjutnya mereka mengeroyok,” ujar Lilipaly saat konferensi pers di Jakarta, Senin, 3 Februari 2025.

Percobaan pencurian ini lantas dilaporkan kuli bangunan ke Polsek Pasar Rebo Jakarta Timur. Kemudian polisi mendatangi tempat kejadian perkara untuk mengecek keterangan dari para saksi dan penyebab pengeroyokan tersebut.

Laporan percobaan pencurian ini, kata Lilipaly, disampaikan saat Rahmat Vaisandri sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Meski begitu nyawa Rahmat tidak bisa ditolong karena ada gumpalan darah di bagian belakang kepalanya.

Baca Juga :  Kodam XX/TIB Berduka, 1 Prajurit Meninggal Dunia saat Lakukan Evakuasi Korban Longsor di Padang Panjang

“Pada 24 Oktober 2024 RV dinyatakan meninggal dunia. Selanjutnya anggota Polsek Pasar Rebo membuat laporan polisi model A disertai permohonan autopsi,” ucap Lilipaly.

Kematian Rahmat Vaisandri ini pun viral belakangan karena keluarganya melapor ke Anggota DPR RI Andre Rosiade. Topik ini menjadi perbincangan juga di Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi III DPR pada Kamis, 30 Januari 2025 lalu. Bahkan muncul permintaan untuk mengevaluasi kinerja Polres Jakarta Timur karena lamban mengusut kasus tersebut.

Lilipaly membantah kalau polisi menutup-nutupi kasus ini. Dia mengklaim sejak Oktober 2024 lalu sudah mulai menginstrukan kepada anak buahnya untuk mengusut kasus pengeroyokan berujung kematian itu. “Perlu kami sampaikan sebelum keluarga korban mengadu ke Komisi III DPR kami sudah melangkah dan melakukan penahanan sebanyak 10 orang,” ucap Lilipaly.

Baca Juga :  Bentrokan Massa di Matraman Pecah, 1 Orang Tewas, 4 Motor Hangus Terbakar

Satu dari 10 tersangka yang sudah ditahan itu, kata Lilipaly, bekerja sebagai anggota polisi di Korps Brimob Polri. Polisi itu berinisial O dengan pangkat Brigadir Kepala yang juga mendapat tugas mengamankan proyek pembangunan ruko itu.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembalut Kena Pajak, Komnas Perempuan Geram
DPR Usul Pembentukan TGPF Usut Penggerebekan Ponpes Santriwati di Sukoharjo
Tak ada Kaitan dengan Kasus Pembakaran Warung Mi Babi, 17 HP hingga Drone Dikembalikan, CCTV Masih Ditahan
Pesantren di Sukoharjo Protes Penggerebekan Polisi: Santriwati Ditodong Senjata, Balita Ikut Dibawa
Todongkan Senjata Laras Panjang ke Santriwati saat Geledah Ponpes, Komnas HAM Desak Propam Polri Periksa Aparat
Usai Gerebek 3 Anggota DPRD Gerindra Pesta Narkoba, 7 Anggota Polisi Dimutasi
AKBP Netty Rosdiana Siagian Mundur dari Polri, Singgung Hati Nurani dan Prinsip
Pendiri Ayam Goreng Suharti Meninggal Dunia, Ini Sosok Hj. Suharti

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 15:19 WIB

Pembalut Kena Pajak, Komnas Perempuan Geram

Senin, 2 November 2026 - 13:18 WIB

DPR Usul Pembentukan TGPF Usut Penggerebekan Ponpes Santriwati di Sukoharjo

Senin, 2 November 2026 - 13:17 WIB

Tak ada Kaitan dengan Kasus Pembakaran Warung Mi Babi, 17 HP hingga Drone Dikembalikan, CCTV Masih Ditahan

Senin, 2 November 2026 - 06:44 WIB

Pesantren di Sukoharjo Protes Penggerebekan Polisi: Santriwati Ditodong Senjata, Balita Ikut Dibawa

Senin, 2 November 2026 - 00:43 WIB

Todongkan Senjata Laras Panjang ke Santriwati saat Geledah Ponpes, Komnas HAM Desak Propam Polri Periksa Aparat

Berita Terbaru

Daerah

Pembalut Kena Pajak, Komnas Perempuan Geram

Senin, 2 Nov 2026 - 15:19 WIB

You cannot copy content of this page