Heboh! Sopir Truk Diduga Dipalak Rp1,7 Juta, Dedi Mulyadi Minta Oknum Dishub Bekasi Dipecat Tidak Hormat

- Redaksi

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang melibatkan oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi viral di media sosial. Menanggapi video tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta Wali Kota Bekasi memberikan sanksi tegas berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) apabila pelanggaran tersebut terbukti.

Video yang memperlihatkan dugaan pungli terhadap sopir truk itu disebut terjadi di kawasan Pos Poncol, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Salah satu unggahan video tersebut dibagikan oleh akun Facebook Babelan24Jam pada Kamis (30/7/2026).

Dalam rekaman berdurasi sekitar 1 menit 49 detik itu, terdengar seseorang meminta petugas Dishub yang berada di sebuah warung untuk mengembalikan uang milik sopir truk yang diduga sebelumnya dipungut secara ilegal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kembalikan uang sopir ini, Rp1,7 juta katanya. Cepat kembalikan, jangan ada yang kabur,” terdengar suara perekam dalam video, Jumat (31/7/2026).

Di lokasi, seorang sopir yang diduga menjadi korban tampak menunggu di sekitar warung. Saat perdebatan berlangsung, salah seorang petugas Dishub terlihat meninggalkan lokasi, sementara petugas lainnya sempat mempertanyakan uang yang dimaksud.

Baca Juga :  Dirreskrimum Polda Riau Tegaskan Akan Tangkap Debt Collector yang Tarik Paksa Kendaraan Warga Dijalan

“Duit yang mana?” tanya petugas.

Perekam video kemudian menunjuk uang yang berada di atas meja warung.

“Itu yang di meja, itu uang sopir ini. Kembalikan.”

Tak lama kemudian, perekam meminta sopir mengambil uang tersebut.

“Ambil uangnya, ambil.”

Menanggapi video yang viral itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku kecewa apabila dugaan pungli tersebut benar dilakukan oleh oknum aparatur pemerintah.

Pria yang akrab disapa KDM itu mengaku telah menghubungi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto agar memberikan tindakan tegas kepada oknum yang terlibat.

“Saya sudah menghubungi Wali Kota Bekasi untuk bersikap tegas dengan memberhentikan pekerjaannya (oknum Dishub) dengan tidak hormat,” tegas Dedi Mulyadi melalui akun Instagram pribadinya, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga :  Lapas Narkotika Rumbai Ikuti Pelantikan Pejabat Manajerial Pada Lingkungan Kanwil Ditjenpas Riau

Menurut Dedi, dugaan praktik pungli seperti itu tidak boleh terulang dan harus menjadi pelajaran bagi seluruh aparatur pemerintah.

Sementara itu, seorang saksi berinisial AI yang sehari-hari beraktivitas di sekitar Pos Poncol mengaku beberapa kali melihat truk berhenti dan didatangi petugas Dishub.

Meski tidak mengetahui secara pasti proses yang terjadi, ia mengaku pernah berbincang dengan seorang sopir yang mengaku dimintai uang dalam jumlah besar.

“Yang saya tahu, saya sering melihat mobil berhenti di sini. Tapi saya tidak tahu masalahnya apa karena saat itu saya sedang bekerja,” ujar AI.

Ia mengaku pernah bertanya langsung kepada seorang sopir mengenai alasan kendaraannya dihentikan.

Menurut pengakuan sopir tersebut, dirinya diminta menyerahkan uang sebesar Rp1,5 juta.

Baca Juga :  BASMI Riau Tantang DPRD dan Aparat Lakukan Sidak Senyap ke Lokasi Gelper

“Pernah saya tanya sekali, katanya dimintai Rp1,5 juta. Saya bilang, besar sekali, jangan dikasih, Bang,” katanya.

AI mengaku tidak mengetahui apakah uang tersebut akhirnya diberikan atau tidak.

Berdasarkan pengamatannya, kendaraan yang diduga menjadi sasaran mayoritas merupakan truk berpelat nomor luar Kota Bekasi maupun DKI Jakarta. Ia juga menyebut aktivitas serupa kerap terlihat di sekitar Pos Poncol.

“Hampir setiap hari biasanya ada saja di sini,” ujarnya.

Namun, setelah video tersebut viral, AI mengaku tidak lagi melihat aktivitas serupa.

“Sejak pagi sampai sekarang tidak ada. Biasanya ada, tapi sekarang sudah tidak ada,” katanya.

AI berharap Pemerintah Kota Bekasi meningkatkan pengawasan agar dugaan praktik pungli tidak kembali terjadi.

“Kalau memang ada pelanggaran, silakan ditindak. Saya juga berharap Wali Kota rutin melakukan sidak agar para sopir tidak dirugikan,” pungkasnya. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Riau Tunggu Arahan Pusat untuk Pengangkatan 2.400 PPPK Paruh Waktu Menjadi Penuh Waktu
Kodam XIX/Tuanku Tambusai Kerahkan Ratusan Prajurit Bersihkan 2 Fasilitas Publik di Pekanbaru
Plt Gubri Ajak Masyarakat Manfaatkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Selama Agustus 2026
Diduga Hilang Kendali, Toyota Calya Tabrak Pohon di Tikungan Tong Susu Jalan Sudirman Pekanbaru
Lapak Pedagang di Jalan Teratai Mulai Dibongkar, Agung Nugroho: Jalan Harus Dikembalikan ke Fungsinya
Penyegaran Organisasi, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Rotasi Empat Jabatan Strategis
Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara, Jauh Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa KPK
Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah, Satlantas Polres Kampar Ajak Masyarakat Manfaatkan Program Pemutihan

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:14 WIB

Heboh! Sopir Truk Diduga Dipalak Rp1,7 Juta, Dedi Mulyadi Minta Oknum Dishub Bekasi Dipecat Tidak Hormat

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:41 WIB

Pemprov Riau Tunggu Arahan Pusat untuk Pengangkatan 2.400 PPPK Paruh Waktu Menjadi Penuh Waktu

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:39 WIB

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Kerahkan Ratusan Prajurit Bersihkan 2 Fasilitas Publik di Pekanbaru

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:34 WIB

Plt Gubri Ajak Masyarakat Manfaatkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Selama Agustus 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:05 WIB

Diduga Hilang Kendali, Toyota Calya Tabrak Pohon di Tikungan Tong Susu Jalan Sudirman Pekanbaru

Berita Terbaru