Main Perang Peluru Gel Berujung Maut, Remaja 18 Tahun di Makasar Tewas Diduga Kena Tembakan Polisi

- Redaksi

Rabu, 4 Maret 2026 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi penembakan

Ilustrasi penembakan

SUARANEWS86.COM || Duka menyelimuti keluarga Bertrand Eka Prasetyo Radiman (18), remaja asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang meninggal dunia usai diduga tertembak saat bermain perang-perangan menggunakan senjata peluru jelly atau water gel blaster.

Peristiwa tragis itu terjadi di Jalan Toddopuli Raya, Kecamatan Panakkukang, Minggu (1/3/2026) pagi. Saat kejadian, korban diduga mengalami luka tembak di bagian belakang tubuhnya.

Ibu korban, Desi Manutu (44), mengaku tidak berada di Makassar saat insiden terjadi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia tengah berada di Jakarta ketika mendapat kabar bahwa anaknya dilarikan ke rumah sakit.

Baca Juga :  Kasus Penganiayaan di Minas, Ketua KNPI Riau Apresiasi Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Siak

“Saya dapat informasi sekitar jam 11.00 kalau anak saya di rumah sakit Bhayangkara. Awalnya tidak dibilang meninggal,” ujar Desi, Selasa (3/3/2026).

Sekitar satu jam kemudian, Desi kembali menerima kabar yang menyebutkan putranya telah meninggal dunia akibat luka tembak.

Ia mengaku terpukul dan tidak menerima peristiwa yang merenggut nyawa anaknya.

“Saya tidak terima. Kenapa anak saya bisa kena tembak? Biasanya polisi menembak ke atas sebagai peringatan,” ucapnya dengan suara bergetar.

Berdasarkan informasi kepolisian, kejadian bermula saat aparat menerima laporan adanya kerumunan remaja yang diduga terlibat tawuran.

Baca Juga :  Dua Pengedar Shabu Berhasil Digulung Polsek Kandis, 11,21 Gram Barang Bukti Diamankan

Informasi tersebut menyebut para remaja tengah bermain perang-perangan menggunakan senjata mainan jenis omega atau peluru jelly.

Seorang perwira polisi berinisial IPTU N yang berada di dekat lokasi kemudian mendatangi tempat kejadian untuk membubarkan kerumunan.

Dalam upaya pembubaran, petugas disebut sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara.

Namun dalam situasi yang disebut ricuh, senjata api yang dipegang IPTU N diduga tidak sengaja meletus dan mengenai korban di bagian belakang tubuhnya.

Korban sempat dilarikan ke RS Grestelina sebelum akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara Makassar. Meski sempat mendapat perawatan intensif, nyawanya tidak tertolong akibat pendarahan hebat.

Baca Juga :  Penyelewengan DAK Senilai Rp 40 M, Dugaan Korupsi di Disdik Rohil Naik ke Penyidikan

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menyatakan pihaknya akan memproses kasus ini secara transparan.

Ia menegaskan anggota yang terlibat akan menjalani pemeriksaan baik secara pidana maupun etik.

Insiden ini memicu perhatian publik terkait prosedur penggunaan senjata api oleh aparat di lapangan, terutama dalam situasi pembubaran kerumunan remaja.

Keluarga korban kini berharap proses hukum berjalan adil dan transparan demi mendapatkan kejelasan atas peristiwa yang menimpa Bertrand. **

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Terobos Lampu Merah, Oknum Polisi di Bone Diperiksa Propam Usai Tabrak Motor Hingga Tewaskan Balita
Diduga Rem Blong, Truk Cold Diesel Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Bonjol Pasaman, 2 Orang Terluka
Diduga Hilang Kendali, Toyota Calya Tabrak Pohon di Tikungan Tong Susu Jalan Sudirman Pekanbaru
Rekonstruksi Kasus IRT di Dairi Tuai Sorotan, Kuasa Hukum Sebut CCTV Bertentangan dengan BAP
Kejari Karo Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi, Sidang Dugaan Pembalakan Hutan Lindung Terus Berlanjut
Bareskrim Polri Tangkap Kasat Narkoba Polres Tangsel Beserta 6 Anggotanya
Prajurit POM TNI AD Gugur Saat Bantu Polisi Tangkap Bandar Narkoba di Aceh
Usai Bentrokan Maut, Polsek Menteng Didatangi Sekelompok Massa dari Keluarga dan Rekan Korban

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Diduga Terobos Lampu Merah, Oknum Polisi di Bone Diperiksa Propam Usai Tabrak Motor Hingga Tewaskan Balita

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:13 WIB

Diduga Rem Blong, Truk Cold Diesel Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Bonjol Pasaman, 2 Orang Terluka

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:05 WIB

Diduga Hilang Kendali, Toyota Calya Tabrak Pohon di Tikungan Tong Susu Jalan Sudirman Pekanbaru

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:58 WIB

Rekonstruksi Kasus IRT di Dairi Tuai Sorotan, Kuasa Hukum Sebut CCTV Bertentangan dengan BAP

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:40 WIB

Kejari Karo Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi, Sidang Dugaan Pembalakan Hutan Lindung Terus Berlanjut

Berita Terbaru