Kemenko Polkam Bersama Kejaksaan Dorong BPD dan BPR milik Pemerintah Daerah

- Redaksi

Kamis, 28 Agustus 2025 - 22:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Pekanbaru – Kemenko Polkam bersama Kejaksaan melalui Desk Koordinasi Pencegahan Korupsi dan Perbaikan Tata Kelola Kemenko Polkam menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Kelompok Kerja Lembaga Jasa Keuangan bertema “Penguatan Tata Kelola Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) milik Pemerintah Daerah” di Pekanbaru, Riau. Kamis, 28 Agustus 2025 .

Acara dibuka oleh Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (SesJamdatun) selaku Sekretaris 1 Desk Pencegahan Korupsi dan Perbaikan Tata Kelola, yang menegaskan urgensi penguatan tata kelola sebagai langkah strategis dalam menjaga integritas perbankan daerah. “Tata kelola BPD dan BPR milik Pemerintah Daerah tidak boleh hanya dipandang sebagai kewajiban regulasi, tetapi harus menjadi kebutuhan strategis demi menjaga stabilitas dan kepercayaan publik. Peran APIP dan Inspektorat Daerah sangat krusial sebagai garda terdepan pengawasan,” tegasnya.

Asdep Penegakan Hukum Kemenko Polkam, Dwi Agus Prianto selaku Sekretaris 2 Desk Pencegahan Korupsi dan Perbaikan Tata Kelola menambahkan pentingnya keseriusan tindak lanjut dari forum ini. “Rakor ini tidak boleh berhenti pada diskusi atau sosialisasi. Kita perlu membangun kesamaan persepsi dan menghasilkan rekomendasi konkrit yang dapat segera diimplementasikan oleh BPD dan BPR milik Pemerintah Daerah,” ujarnya.

Diskusi dilanjutkan dengan pemaparan para narasumber. Aprianus John Risnad, Direktur/Kepala Direktorat Koordinasi Pengawasan Bank Umum Daerah OJK, mengingatkan bahwa BPD dan BPR kini menghadapi risiko global yang semakin kompleks, mulai dari disinformasi, keamanan siber, hingga persaingan dengan bank besar. “Penerapan Three Lines of Defense dan strategi anti fraud harus menjadi prioritas,” katanya.

Sariniatun, Kepala Divisi Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan Kebijakan IFG, menjelaskan bahwa tata kelola harus dibangun sebagai budaya. “Kami membangun budaya risiko berbasis nilai AKHLAK dan memastikan manajemen risiko berjalan melalui Three Lines Model. Strategi anti fraud kami jalankan menyeluruh melalui empat pilar: pencegahan, deteksi, investigasi, dan evaluasi,” ujarnya.

Dari sisi industri, Dimas Pradana, Department Head Divisi Compliance BNI, menekankan integritas sebagai pondasi utama pengelolaan bank. “BNI telah menerapkan ISO 37001 Anti Penyuapan, whistleblowing system, serta strategi anti fraud berlapis, disertai komitmen kuat dalam implementasi APU PPT,” jelasnya.

Baca Juga :  Personel Gabungan Dikerahkan, Danrem 031/WB Fokus Cegah Karhutla Masuk Permukiman di Dumai

Sementara itu, Robithoh Alam Islamy, Ketua Tim PJK 3 Direktorat Pengawasan Kepatuhan Penyedia Jasa Keuangan PPATK, mengungkapkan sejumlah kelemahan yang masih ditemukan di BPD dan BPR milik Pemerintah Daerah. “Masih ada data nasabah tidak lengkap, CIF ganda, serta lemahnya pemantauan transaksi mencurigakan. Bahkan ada indikasi penyalahgunaan kredit terkait pejabat daerah maupun dana bansos,” ujarnya. Ia menegaskan perlunya langkah perbaikan melalui penguatan audit internal berbasis risiko, peningkatan sistem informasi manajemen, serta pelatihan berkelanjutan.

Rakor menyepakati bahwa penguatan tata kelola merupakan prasyarat mutlak bagi keberlanjutan perbankan daerah. Dengan transparansi, akuntabilitas, dan integritas yang kokoh, BPD dan BPR milik Pemerintah Daerah diharapkan mampu menjaga stabilitas keuangan daerah, meningkatkan kepercayaan publik, serta berkontribusi nyata pada pembangunan nasional.

Baca Juga :  Eks Kadisperindag Pekanbaru Disorot, Dugaan Korupsi Miliaran Masih Menggantung

Menutup kegiatan, Dwi Agus Prianto kembali menekankan agar forum ini tidak berhenti pada diskusi. “Rangkaian diskusi hari ini merupakan pemantik untuk kegiatan selanjutnya dalam perbaikan tata kelola. Desk Pencegahan Korupsi dan Perbaikan Tata Kelola akan mengirimkan gap analysis untuk melihat potensi-potensi kerawanan yang akan diisi oleh BUMD dan BPD dan BPR milik Pemerintah Daerah. Proses ini akan didampingi oleh Asdatun maupun Jaksa Pengacara Negara (JPN), termasuk tugas pemerintah provinsi untuk memperkuat fungsi pengawasan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan bahwa dengan hadirnya Koperasi Merah Putih sebagai program prioritas Presiden, keberadaannya justru harus dipandang sebagai penguatan ekosistem keuangan daerah. BPD, BPR milik Pemerintah Daerah, dan koperasi diharapkan dapat berjalan seiring, saling melengkapi, dan tidak diposisikan sebagai pesaing dalam mencari debitur. “Yang terpenting, semua lembaga ini dapat bersinergi untuk kepentingan daerah, bangsa, dan negara,” tutupnya. (Rls)

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari ke 6 Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Satgas Preventif Kedepankan Edukasi Humanis di Pasar Sail
Segera Diresmikan, Pemko Ubah Kawasan Kumuh Dibawah Jembatan Siak I Jadi Ruang Publik Modern
Mantan Bupati Siak Arwin AS Wafat, Afni Zulkifli: Saya Seperti Anak Kehilangan Bapak
Puluhan Pengemudi Segel Kantor Maxim Pekanbaru, Tolak Program Berbayar
Mulai 1 November, RS Awal Bros Hangtuah Resmi Layani Pasien BPJS Kesehatan
Perbaikan dan Pemeliharaan Jembatan Siak III Akan Segera Dimulai, Arus Lalin Akan Dialihkan ke Jembatan Siak I
Pohon Tumbang di Jalan Sudirman Timpa Innova, DLHK Pekanbaru Temukan Akar Bekas Dibakar
Pengendara Motor Tewas Ditempat Usai Alami Kecelakaan dengan Truk di Jalan Siak II Pekanbaru

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Hari ke 6 Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Satgas Preventif Kedepankan Edukasi Humanis di Pasar Sail

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Segera Diresmikan, Pemko Ubah Kawasan Kumuh Dibawah Jembatan Siak I Jadi Ruang Publik Modern

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Mantan Bupati Siak Arwin AS Wafat, Afni Zulkifli: Saya Seperti Anak Kehilangan Bapak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Puluhan Pengemudi Segel Kantor Maxim Pekanbaru, Tolak Program Berbayar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Mulai 1 November, RS Awal Bros Hangtuah Resmi Layani Pasien BPJS Kesehatan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page