SUARANEWS86.COM || Kasus dugaan penganiayaan terhadap Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald A. Sinaga alias “Bro Ron”, memasuki babak baru. Dua terduga pelaku yang sebelumnya diamankan kini justru melaporkan balik korban ke polisi.
Laporan tersebut diajukan ke Polsek Metro Menteng dengan tuduhan penganiayaan. Salah satu pelapor berinisial I mengaku dirinya lebih dulu menjadi korban dalam insiden yang terjadi di kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat.
Menurut I, peristiwa bermula dari cekcok yang kemudian berujung pada kontak fisik. Ia mengeklaim bahwa Bro Ron melakukan pemukulan terlebih dahulu disertai ucapan yang dianggap tidak pantas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya dipukul lebih dahulu dan mendapat ucapan yang tidak pantas,” ujar I usai menjalani pemeriksaan, Selasa (5/5/2026).
Melansir dari laman BeritaSatu, I menjelaskan, tindakan balasan yang dilakukan dirinya bersama rekannya berinisial R merupakan reaksi spontan dalam situasi yang memanas, bukan sesuatu yang direncanakan. Ia menyebut hal tersebut sebagai bentuk pembelaan diri.
Selain itu, I juga menyoroti video kejadian yang beredar luas di media sosial. Menurutnya, rekaman tersebut tidak menampilkan kronologi secara utuh dan berpotensi menimbulkan opini yang keliru di tengah masyarakat.
“Video yang viral hanya potongan, sehingga kami langsung dianggap pelaku bayaran,” katanya.
Pihak pelapor juga mengungkapkan bahwa salah satu dari mereka mengalami luka di bagian lengan setelah diduga terkena lemparan kursi dalam insiden tersebut.
Kedua pelapor meminta aparat kepolisian untuk bersikap objektif dalam menangani perkara ini. Mereka mendorong agar rekaman CCTV di lokasi kejadian dibuka serta seluruh saksi diperiksa guna mengungkap kronologi secara menyeluruh.
Sementara itu, pihak kepolisian masih mendalami laporan dari kedua belah pihak. Sejumlah alat bukti tengah dikumpulkan untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
Kasus ini menjadi sorotan publik setelah video insiden tersebut tersebar luas di media sosial dan memicu berbagai spekulasi. **
Editor : Reza


























