“Jadi pada saat dia datang dia jadi marah karena melihat yang bersangkutan di ruang tahti. Ruang tahti itu. Tahti itu kan tahanan dan barang bukti sudah ruang tahanan. Cuma memang dia tidak di dalam sel kenapa karena statusnya dua, tahanan provos dengan tahanan laka lantas,” jelasnya.
Sementara itu, Dandim 1415 Selayar Letkol Czi Yudo Harianto membenarkan bahwa tiga anggota TNI mendatangi Mapolres Selayar terkait kasus lakalantas. Dia menyebut warga yang terlibat kecelakaan dengan anggota polisi keluarga salah satu anggota TNI.
“Kejadian ini (oknum TNI anggota Kodim Selayar mendatangi Mapolres) sebenarnya akumulasi dari kejadian warga, kebetulan warga yang alami kecelakaan lalu lintas, ini dia punya hubungan keluarga sama salah satu personel Kodim,” ujar Letkol Czi Yudo saat dimintai konfirmasi, Senin (25/8).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Yudo mengatakan kecelakaan melibatkan dua orang ibu-ibu dengan sebuah mobil yang dikendarai oleh personel Polres Selayar. Korban sempat dievakuasi ke UGD dengan pendampingan personel Polres, namun pengemudi mobil disebut sempat mengancam dan mengajak berkelahi.
“Itu antara 2 orang ibu-ibu dengan 1 mobil yang dikendarai oleh personel Polres,” ucapnya.
“Yang bersangkutan (korban) ini dievakuasi ke UGD. Itu masih diikuti personel Polres. Sampai di situ dia (personel Polres) ngancam-ngancam ngajak berkelahi,” sambungnya.
Dia menjelaskan korban yang memiliki keluarga di Kodim menghubungi staf yang membidangi masalah itu. Dari situ terjadi komunikasi dengan Polres agar kasus tersebut bisa ditindaklanjuti.
“Dari situ karena merasa dia punya saudara di Kodim, telepon anggota. Anggota korban itu dia hubungi staf yang membidangi di Kodim. Di situ ada komunikasi dengan Polres agar ini coba ditindaklanjuti,” jelasnya. **
Editor : Reza
Halaman : 1 2























