INDODAX Nilai Meredanya Ketegangan AS-Iran Dorong Pemulihan Sentimen Pasar Kripto

- Redaksi

Senin, 15 Juni 2026 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Jakarta – Sentimen pasar global kembali membaik setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz. Meredanya ketidakpastian geopolitik tersebut mendorong investor kembali masuk ke aset dengan volatilitas tinggi, termasuk aset kripto, sehingga harga Bitcoin sempat menembus level US$65.900 pada Senin (15/6).

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Senin (15/6), Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$63.900 hingga US$65.900, atau naik sekitar 2% dalam 24 jam terakhir. Penguatan tersebut juga menempatkan Bitcoin hampir 8% di atas level terendah pekan lalu yang sempat berada di bawah US$60.900.

Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian, mengungkapkan bahwa meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah memberikan ruang bagi investor untuk kembali meningkatkan eksposur terhadap aset yang memiliki karakteristik volatilitas tinggi setelah beberapa pekan pasar dibayangi sentimen kehati-hatian.

“Pasar kripto saat ini merespons membaiknya sentimen global setelah ketidakpastian geopolitik mulai mereda. Ketika risiko global menurun, investor cenderung kembali meningkatkan eksposur terhadap aset dengan volatilitas tinggi, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya. Hal tersebut yang saat ini turut mendorong pemulihan harga di pasar,” ujar Aloysia.

Tidak hanya Bitcoin, mayoritas aset kripto utama juga mencatatkan penguatan. Ethereum naik sekitar 5,1% ke level US$1.758, Solana menguat 6,6% menjadi US$72,6, sementara XRP bertambah 7,1% ke US$1,2. Di antara aset kripto berkapitalisasi besar, Hyperliquid (HYPE) menjadi salah satu aset dengan kenaikan tertinggi setelah menguat sekitar 11,6% ke level US$67,8.

Penguatan pasar kripto terjadi seiring membaiknya sentimen risiko global. Setelah kesepakatan AS-Iran diumumkan, harga minyak mentah Brent terkoreksi lebih dari 4% menuju kisaran US$83 per barel karena pasar mulai mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya membebani prospek ekonomi global. Pada saat yang sama, pasar saham Asia menguat, kontrak berjangka indeks saham AS bergerak positif, dan tekanan terhadap dolar AS mulai mereda.

Baca Juga :  Selama Sepekan, TNI AL Bongkar Pagar Laut Sejauh 11,75 Km

Di tengah sentimen pasar yang mulai membaik, Aloysia mengingatkan bahwa keberlanjutan tren positif ini masih bergantung pada faktor yang akan menentukan apakah penguatan Bitcoin dapat berlanjut dalam waktu dekat.

“Meredanya ketegangan geopolitik tentu menjadi perkembangan yang positif bagi pasar. Namun, investor masih perlu mencermati berbagai faktor lain, termasuk arus dana institusional melalui ETF Bitcoin spot, perkembangan regulasi, kebijakan moneter global, minat investor, serta kondisi likuiditas global. Karena itu, kami melihat penting bagi investor untuk tetap memperhatikan perkembangan pasar secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada satu sentimen tertentu,” ujar Aloysia.

Baca Juga :  Berikut Cara dan Syarat untuk Mendapatkan Rp10 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan

Salah satu indikator yang akan menjadi perhatian pasar adalah pergerakan atau arus dana pada ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat. Dalam sepekan terakhir, instrumen tersebut mencatatkan outflow US$1.72 miliar yang menunjukkan bahwa sebagian investor institusional masih bersikap hati-hati terhadap aset dengan karakteristik volatil.

Selain sentimen geopolitik, pasar juga masih mencermati sejumlah faktor fundamental yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan Bitcoin dalam beberapa waktu ke depan. Salah satunya adalah minat investor institusional yang tercermin dari arus dana pada ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat.

Sebagai regulated crypto exchange Indonesia, INDODAX terus mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip investasi yang bijak, melakukan riset secara mandiri (DYOR), melakukan Dollar Cost Averaging (DCA) melalui fitur investasi rutin di INDODAX guna membantu mengelola risiko di tengah volatilitas pasar. (Fa)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terduga Pelaku Curanmor Tewas Ditabrak Pemilik Kendaraan di Lumajang
Propam Tindak Oknum Polisi yang Diduga Minta Jatah Makan Food Truck Bolosego di Alkid Jogya
Polisi Tetapkan Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City sebagai Tersangka
Sekolah Negeri Boleh Tolak MBG, BGN: Harus Kesepakatan Bersama Satu Sekolah
Polresta Yogyakarta Usut Dugaan Pungli yang Dialami Pemilik Food Truck di Alun-alun Kidul
Pemilik Food Truck di Yogyakarta Curhat Kena Pungli Rp1 Juta Perhari Hingga Beri Jatah Makan Preman dan Oknum Polisi
Polda Metro Jaya Tangkap Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City
Kabar Gembira! Banggar DPR dan Pemerintah Sepakati Rp23 Triliun untuk Gaji PPPK 2027

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 19:52 WIB

Terduga Pelaku Curanmor Tewas Ditabrak Pemilik Kendaraan di Lumajang

Selasa, 22 September 2026 - 14:10 WIB

Propam Tindak Oknum Polisi yang Diduga Minta Jatah Makan Food Truck Bolosego di Alkid Jogya

Sabtu, 19 September 2026 - 20:56 WIB

Polisi Tetapkan Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City sebagai Tersangka

Sabtu, 19 September 2026 - 14:01 WIB

Sekolah Negeri Boleh Tolak MBG, BGN: Harus Kesepakatan Bersama Satu Sekolah

Jumat, 18 September 2026 - 22:32 WIB

Polresta Yogyakarta Usut Dugaan Pungli yang Dialami Pemilik Food Truck di Alun-alun Kidul

Berita Terbaru