BPMP Riau: Mutu Pendidikan Lebih Penting dari pada Memadati Ruang Kelas dengan Siswa

- Redaksi

Senin, 27 Juli 2026 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || PEKANBARU – Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau, Dr. Nilam Sari, menegaskan bahwa ruang kelas bukan sekadar tempat menitipkan siswa, melainkan ruang pembelajaran yang harus mampu melahirkan generasi berkualitas. Karena itu, pengaturan jumlah peserta didik dalam setiap rombongan belajar (rombel) merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Dr. Nilam Sari kepada awak media pada Minggu (27/7/2026) saat menjelaskan pentingnya menjaga kualitas proses pembelajaran di satuan pendidikan.

Menurut Nilam, selama ini masih ada anggapan di tengah masyarakat bahwa semakin banyak siswa yang diterima di sebuah sekolah, maka semakin baik. Padahal, pemerintah telah menetapkan ketentuan mengenai jumlah ideal peserta didik dalam setiap rombel agar proses belajar mengajar berlangsung lebih efektif dan berkualitas.

Ia juga menyinggung adanya pandangan di sebagian sekolah yang menganggap semakin banyak siswa maka dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima juga semakin besar. Selain itu, ada pula anggapan bahwa penambahan rombongan belajar dapat membuka lebih banyak jam mengajar bagi guru sehingga membantu pemenuhan beban kerja untuk sertifikasi.

Namun, menurut Nilam, orientasi penyelenggaraan pendidikan tidak boleh semata-mata didasarkan pada pertimbangan administratif maupun pembiayaan. Penataan rombongan belajar harus tetap mengedepankan kepentingan peserta didik dan peningkatan kualitas proses pembelajaran.

Meski demikian, di lapangan ketentuan tersebut belum sepenuhnya dapat diterapkan. Tingginya minat masyarakat terhadap sekolah-sekolah tertentu membuat sejumlah SMA Negeri di Kota Pekanbaru masih memiliki rombel berisi 38 hingga 40 siswa, bahkan ada yang mencapai 42 siswa dalam satu kelas.

Baca Juga :  Ketua KNPI Riau Apresiasi Sikap Tanggap Kapolda Irjen Herry Heryawan, Total Usut Kematian Seekor Gajah

Nilam menjelaskan, pemerintah justru sedang mengupayakan agar jumlah siswa dalam setiap rombel dapat dikurangi secara bertahap sesuai arah kebijakan peningkatan mutu pendidikan.

Sebagai contoh, di SMA Negeri 15 Pekanbaru terjadi peningkatan daya tampung pada Tahun Ajaran 2026. Jika pada Tahun Ajaran 2025 sekolah tersebut memiliki 269 siswa yang terbagi dalam tujuh rombel, maka pada Tahun Ajaran 2026 jumlahnya meningkat menjadi 342 siswa yang terbagi dalam sembilan rombel.

Dengan penambahan dua rombel tersebut, sekolah memperoleh tambahan sekitar 73 kursi dibandingkan tahun sebelumnya, sementara jumlah siswa dalam setiap kelas tetap dijaga sekitar 38 orang. Menurut Nilam, kondisi itu menunjukkan peningkatan daya tampung dilakukan melalui penambahan rombel, bukan dengan memadati jumlah siswa dalam satu kelas.

“Kelas bukan tempat penitipan siswa. Tapi ada harapan siswa yang ingin dicapai untuk meraih masa depannya. Yang kita kejar adalah mutu pendidikan, bukan sekadar memenuhi ruang kelas dengan sebanyak-banyaknya siswa,” tegas Dr. Nilam Sari kepada awak media.

Baca Juga :  Kemendagri Resmi Tunjuk SF Hariyanto jadi Plt Gubri, LIRA Riau: Mari Bersatu Mendukung serta Awasi Kinerjanya

Ia menambahkan, pemerintah terus mendorong agar jumlah peserta didik dalam setiap rombel semakin mendekati ketentuan ideal. Dengan jumlah siswa yang lebih proporsional, guru diharapkan dapat memberikan perhatian lebih optimal kepada setiap peserta didik sehingga kualitas pembelajaran, pembentukan karakter, serta capaian belajar siswa dapat terus meningkat.

Menurut Nilam, peningkatan mutu pendidikan tidak hanya diukur dari banyaknya siswa yang diterima di suatu sekolah, tetapi juga dari sejauh mana sekolah mampu memberikan layanan pembelajaran yang efektif, nyaman, dan berkualitas bagi seluruh peserta didik. (Fa)

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seragam SMAN 3 Siak Hulu Disorot, Bayar di BRI Link Diduga Milik Bendahara Komite, BASMI Riau Desak Disdik Turun Tangan
Tim Penyuluh Karhutla Berikan Edukasi kepada Masyarakat di Lirik Inhu
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dan Kapolda Riau Turun Langsung Tinjau Karhutla di Inhu
Mulai Besok, Pemko Pekanbaru Kembali Terapkan Sekolah Tatap Muka Terbatas, Siswa Wajib Gunakan Masker
Gelper E-Zone 88 Bengkalis Disorot, Warga Desak Kapolda dan Kapolres Usut Dugaan Judi
Masih Gunakan Stiker LPS, DLHK Pekanbaru Amankan 3 Angkutan Sampah Tak Berizin
Viral Penganiayaan di RTH Pekanbaru, Polisi Tangkap Terduga Pelaku
Inspektorat Temukan 31 SMA Wajib Kembalikan Rp566 Juta, Publik Pertanyakan Peran Kepsek dan MKKS

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 01:02 WIB

Seragam SMAN 3 Siak Hulu Disorot, Bayar di BRI Link Diduga Milik Bendahara Komite, BASMI Riau Desak Disdik Turun Tangan

Kamis, 10 September 2026 - 17:45 WIB

Tim Penyuluh Karhutla Berikan Edukasi kepada Masyarakat di Lirik Inhu

Kamis, 10 September 2026 - 17:42 WIB

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dan Kapolda Riau Turun Langsung Tinjau Karhutla di Inhu

Rabu, 9 September 2026 - 18:29 WIB

Gelper E-Zone 88 Bengkalis Disorot, Warga Desak Kapolda dan Kapolres Usut Dugaan Judi

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Masih Gunakan Stiker LPS, DLHK Pekanbaru Amankan 3 Angkutan Sampah Tak Berizin

Berita Terbaru

Indragiri Hulu

Tim Penyuluh Karhutla Berikan Edukasi kepada Masyarakat di Lirik Inhu

Kamis, 10 Sep 2026 - 17:45 WIB