Ancam Etika Jurnalistik, Wahyudi El Panggabean Minta Pemred Hindari Praktik Clickbait yang Merugikan Publik

- Redaksi

Senin, 6 Juli 2026 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || PEKANBARU — Praktik pembuatan judul jebakan atau clickbait kini dinilai semakin meresahkan dan berpotensi merugikan publik akibat maraknya disinformasi.

Menanggapi fenomena tersebut, Direktur Utama Lembaga Pendidikan Wartawan Pekanbaru Journalist Center (PJC), Drs. Wahyudi El Panggabean, MH., MT.BNSP., C.PCT, menegaskan, tindakan mengelabui pembaca lewat judul yang bombastis dan tidak selaras dengan isi berita harus segera dihentikan demi menjaga integritas pers nasional.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan langsung oleh Wahyudi di hadapan para pemimpin redaksi (pemred) media dalam sebuah pertemuan strategis yang berlangsung di kediamannya, Kota Pekanbaru, pada Selasa (5/5).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam diskusi interaktif itu, ia membedah dampak buruk digitalisasi yang kerap mengorbankan kualitas demi mengejar jumlah kunjungan situs web semata.

Baca Juga :  Rugikan Negara Rp 15 Milyar, Kejari Inhu Tetapkan 9 Orang Tersangka Dugaan Korupsi Perumda BPR Indra Arta

“Kita tidak boleh menjebak masyarakat demi mengejar traffic atau jumlah klik. Clickbait adalah bentuk manipulasi informasi yang jelas-jelas bertentangan dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), karena pers berkewajiban menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan tidak beriktikad buruk,” ujar Wahyudi di hadapan para pemred.

Menurut Wahyudi, clickbait bekerja dengan cara mengeksploitasi rasa penasaran publik melalui judul yang dilebih-lebihkan, namun saat tautan tersebut dibuka, konten di dalamnya sama sekali tidak memberikan jawaban yang sepadan.

“Tindakan clickbait, adalah bentuk pelanggaran moral profesional karena mencederai fungsi pers sebagai pilar edukasi dan penyampai kebenaran kepada khalayak luas,” kata Wahyudi.

Baca Juga :  Polsek Tualang Laksanakan Patroli Roda Dua dan Sosialisasi Antisipasi Karhutla

Saat ditanya mengenai dampak sosial dari tren negatif ini, sang Master Trainer tersebut menjelaskan bahwa penyesatan informasi secara masif dapat memicu kepanikan, salah paham, hingga merusak kredibilitas institusi media itu sendiri.

“Ketika kepercayaan publik terhadap media runtuh_akibat sering merasa tertipu oleh judul_maka ruang informasi masyarakat akan mudah disusupi oleh berita bohong (hoax),” kata Wahyudi.

Meski secara hukum formal clickbait belum dikategorikan sebagai tindakan kriminalitas, atau kejahatan pidana murni, jelasnya praktik clickbait adalah ‘kejahatan moral’ yang sangat merugikan hak publik untuk mendapatkan informasi yang jujur.

Baca Juga :  Polda Riau Imbau Pengemudi Angkutan Barang Patuhi Pembatasan Operasional Selama Pacu Jalur 2025

“Pers yang sehat harus dibangun di atas fondasi kepercayaan, bukan di atas tipu daya judul yang provokatif,” tambahnya dengan nada tinggi,” tegas Wahyudi.

Melalui pertemuan tersebut, Wahyudi selaku Direktur Utama, Lembaga Pendidikan Wartawan PJC, secara resmi mengimbau seluruh pemimpin redaksi untuk memperketat kebijakan penyuntingan dan kembali pada khittah jurnalistik yang patuh pada regulasi.

“Kita berharap media massa di Riau dan Indonesia pada umumnya dapat menjadi benteng kebenaran yang mengedepankan kualitas isi daripada sekadar sensasi visual demi keuntungan ekonomi sesaat,” kata penulis buku-buku jurnalistik itu. (Fa)

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPMP Riau: Mutu Pendidikan Lebih Penting dari pada Memadati Ruang Kelas dengan Siswa
Satlantas Polres Pelalawan Gandeng IMI Gelar Road Race, Edukasi Safety Riding kepada Pembalap
Ditlantas Polda Riau Sosialisasikan Keselamatan Berkendara dan Layanan Polri 110 kepada Driver Maxim
Terkuak! Dugaan Pungli di Lingkungan Penyapu Jalan Pekanbaru Jadi Sorotan, DLHK Turun Tangan
Mulai 1 Agustus 2026, Tarif Parkir Bandara SSK II Pekanbaru Resmi Naik, Berikut Rinciannya
Akhir Pekan, Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli dan Pengaturan Lalu Lintas Hingga Malam Hari
Lapas Pekanbaru Kembali Disorot, Dugaan Limbah Septic Tank dan Rentetan Persoalan Picu Desakan Evaluasi Kalapas
Penataan Jalan Teratai Dimulai, Pemko Pekanbaru Minta Pedagang Pindah ke Lokasi Baru

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 09:21 WIB

BPMP Riau: Mutu Pendidikan Lebih Penting dari pada Memadati Ruang Kelas dengan Siswa

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:25 WIB

Satlantas Polres Pelalawan Gandeng IMI Gelar Road Race, Edukasi Safety Riding kepada Pembalap

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:31 WIB

Ditlantas Polda Riau Sosialisasikan Keselamatan Berkendara dan Layanan Polri 110 kepada Driver Maxim

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:11 WIB

Terkuak! Dugaan Pungli di Lingkungan Penyapu Jalan Pekanbaru Jadi Sorotan, DLHK Turun Tangan

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:48 WIB

Mulai 1 Agustus 2026, Tarif Parkir Bandara SSK II Pekanbaru Resmi Naik, Berikut Rinciannya

Berita Terbaru