Mendikdasmen Larang Anak-anak Main Game Roblox, Ini Alasannya

- Redaksi

Selasa, 5 Agustus 2025 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Game Roblox

Foto: Game Roblox

SUARANEWS86.COM || Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melarang anak-anak bermain game Roblox. Menteri Mu’ti pun membeberkan alasannya.

Mulanya Mu’ti yang sedang memantau program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SDN Cideng 02 Jakarta Pusat, banyak menemukan murid jenjang SD bermain game Roblox. Ia pun lantas menanyakan apakah murid-murid suka dan sering bermain ponsel.

Mu’ti mengingatkan bermain ponsel bukan hal yang salah. Namun tak boleh terlalu lama dan menonton konten kekerasan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Main HP boleh, tapi tidak boleh lama-lama ya. Tidak boleh menonton yang (menampilkan) kekerasan, yang di situ ada berantemnya, di situ ada kata-kata yang jelek jangan nonton,” ungkap Mu’ti di depan siswa SDN Cideng 02 dalam acara Kick-Off Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SDN Cideng 02 Pagi, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (4/8/2025) dikutip dari detikEdu.

Baca Juga :  Sah! Mulai 1 Juli 2026, Registrasi Kartu SIM Ponsel Wajib Scan Wajah

Saat memberikan nasihat tersebut, terdengar ada murid yang mengucap tentang bermain game Roblox. Kemudian Mu’ti pun merespons dengan melarang para murid bermain game itu karena menurutnya tidak baik.

“Tadi yang blok, blok tadi itu jangan main yang itu karena itu tidak baik ya,” sambungnya.

Belum Bisa Bedakan Rekayasa dan Nyata

Mu’ti menjelaskan alasan ia melarang murid-murid untuk bermain game Roblox. Sebab menurutnya game itu menampilkan berbagai adegan kekerasan.

Kata Mu’ti, tingkat intelektualitas murid SD belum mampu membedakan adegan nyata dan rekayasa. Anak di usia SD kerap menjadi peniru ulung, dikhawatirkan mereka bisa melakukan tindakan sesuai dengan yang dilihat di dalam game.

Baca Juga :  Mendikdasmen Serahkan Konsep PPDB Baru ke Presiden, Ajukan 3 Skema

“Dengan tingkat kemampuan mereka yang memang masih belum cukup itu, kadang-kadang mereka meniru apa yang mereka lihat. Sehingga karena itu kadang-kadang praktek kekerasan yang ada di berbagai game itu memicu kekerasan di kehidupan sehari-hari anak-anak,” ucap Mu’ti.

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Tetapkan Pegawainya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang
Presiden Prabowo Naikan Tukin Prajurit TNI dan Pegawai Kemenhan
Siswa SMAN 6 Pekanbaru Tampil di Kejuaraan Nasional Angkat Besi 2026 di Semarang
SMAN 6 Pekanbaru Bangga, Wafa Azka Lathifah Torehkan Sejumlah Prestasi di Tingkat Provinsi
Kepala BGN Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Presiden Prabowo Beri Pesan Khusus
DJP Kemenkeu akan Libatkan TNI Polri Dalam Pengawasan Terhadap Wajib Pajak
Mulai 1 Agustus 2026, Tarif Jadi WNI Jalur Perkawinan Naik Menjadi Rp25 Juta
Kejagung Minta Kejati Se-Indonesia Hentikan Pengumpulan Data terkait MBG

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:55 WIB

KPK Tetapkan Pegawainya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:26 WIB

Presiden Prabowo Naikan Tukin Prajurit TNI dan Pegawai Kemenhan

Senin, 27 Juli 2026 - 13:37 WIB

Siswa SMAN 6 Pekanbaru Tampil di Kejuaraan Nasional Angkat Besi 2026 di Semarang

Senin, 27 Juli 2026 - 13:05 WIB

SMAN 6 Pekanbaru Bangga, Wafa Azka Lathifah Torehkan Sejumlah Prestasi di Tingkat Provinsi

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:13 WIB

Kepala BGN Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Presiden Prabowo Beri Pesan Khusus

Berita Terbaru