SUARANEWS86.COM || Teheran/Washington, 22 Juni 2025 — Dunia kembali di ambang krisis besar. Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengumumkan telah melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran: Fordow, Natanz, dan Isfahan. Menggunakan armada pengebom siluman B-2, AS mengklaim telah menghancurkan infrastruktur nuklir Iran dalam serangan presisi yang dinyatakan “sangat berhasil”.
“Kami telah menghancurkan fasilitas nuklir Iran. Lokasi Fordow telah selesai. Iran kini harus setuju untuk mengakhiri perang ini,” ujar Trump dalam pernyataan tegasnya. Ia juga menyebut tak ada militer lain di dunia yang mampu melakukan serangan semacam ini.
Tanggapan keras pun datang dari pihak Iran. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyebut tindakan Amerika sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Amerika Serikat, anggota tetap Dewan Keamanan PBB, telah melanggar Piagam PBB, hukum internasional, dan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dengan menyerang instalasi nuklir damai Iran,” tegas Araghchi melalui akun resminya di platform X.
Ia menyatakan bahwa tindakan “berbahaya, tidak sah, dan kriminal” ini akan membawa konsekuensi jangka panjang yang tak bisa disepelekan.
“Iran menyimpan semua opsi untuk melindungi kedaulatan, kepentingan, dan rakyatnya,” lanjut Araghchi, sambil menegaskan hak sah Iran untuk membela diri sesuai dengan ketentuan dalam Piagam PBB.
Sementara itu, Badan Tenaga Atom Iran juga mengeluarkan pernyataan keras yang memperkuat posisi pemerintah. Mereka menegaskan bahwa serangan ini merupakan tindakan brutal dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, khususnya NPT.
“Musuh Iran menyerang situs nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan, dalam tindakan brutal yang melanggar hukum internasional, khususnya Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir,” tulis pernyataan resmi mereka.
Yang mengejutkan, badan ini juga menuding adanya keterlibatan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dalam insiden tersebut.
“Tindakan melawan hukum internasional ini dilakukan dengan keterlibatan Badan Tenaga Atom Internasional,” tuding mereka.
Meski demikian, mereka menegaskan bahwa program nuklir Iran tidak akan berhenti.
“Kami meyakinkan rakyat Iran yang agung bahwa berkat kerja keras ribuan ilmuwan revolusioner dan darah para syuhada revolusi nuklir, industri ini tidak akan pernah terhenti.”
Situasi ini memicu kekhawatiran global akan pecahnya konflik skala penuh di kawasan Timur Tengah. Masyarakat internasional, khususnya anggota tetap Dewan Keamanan PBB, kini dituntut mengambil sikap atas krisis terbaru ini.
Sumber : APNews, Reuters & Theguardians
Editor : Reza


























