Trump Akui Bombardir 3 Situs Nuklir! Iran Balas Keras: Pelanggaran Piagam PBB, Perjanjian NPT, dan Harga Diri Nasional

- Redaksi

Minggu, 22 Juni 2025 - 14:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Teheran/Washington, 22 Juni 2025 — Dunia kembali di ambang krisis besar. Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengumumkan telah melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran: Fordow, Natanz, dan Isfahan. Menggunakan armada pengebom siluman B-2, AS mengklaim telah menghancurkan infrastruktur nuklir Iran dalam serangan presisi yang dinyatakan “sangat berhasil”.

“Kami telah menghancurkan fasilitas nuklir Iran. Lokasi Fordow telah selesai. Iran kini harus setuju untuk mengakhiri perang ini,” ujar Trump dalam pernyataan tegasnya. Ia juga menyebut tak ada militer lain di dunia yang mampu melakukan serangan semacam ini.

Baca Juga :  Kabar Gembira! Pemprov Riau Siapkan 3.527 Kuota SMA dan SMK Swasta Gratis Lewat Jalur BOSDA Afirmasi

Tanggapan keras pun datang dari pihak Iran. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyebut tindakan Amerika sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Amerika Serikat, anggota tetap Dewan Keamanan PBB, telah melanggar Piagam PBB, hukum internasional, dan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dengan menyerang instalasi nuklir damai Iran,” tegas Araghchi melalui akun resminya di platform X.

Ia menyatakan bahwa tindakan “berbahaya, tidak sah, dan kriminal” ini akan membawa konsekuensi jangka panjang yang tak bisa disepelekan.

“Iran menyimpan semua opsi untuk melindungi kedaulatan, kepentingan, dan rakyatnya,” lanjut Araghchi, sambil menegaskan hak sah Iran untuk membela diri sesuai dengan ketentuan dalam Piagam PBB.

Baca Juga :  Presiden Prabowo akan Berpidato di SMU ke-80 PBB, Urutan Ketiga Setelah Presiden Lula dan Presiden Trump

Sementara itu, Badan Tenaga Atom Iran juga mengeluarkan pernyataan keras yang memperkuat posisi pemerintah. Mereka menegaskan bahwa serangan ini merupakan tindakan brutal dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, khususnya NPT.

“Musuh Iran menyerang situs nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan, dalam tindakan brutal yang melanggar hukum internasional, khususnya Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir,” tulis pernyataan resmi mereka.

Yang mengejutkan, badan ini juga menuding adanya keterlibatan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dalam insiden tersebut.

“Tindakan melawan hukum internasional ini dilakukan dengan keterlibatan Badan Tenaga Atom Internasional,” tuding mereka.

Baca Juga :  Pisah Sambut Lurah Pasar Kita Lama Diwarnai Rasa Haru dari Perangkat dan Masyarakat

Meski demikian, mereka menegaskan bahwa program nuklir Iran tidak akan berhenti.

“Kami meyakinkan rakyat Iran yang agung bahwa berkat kerja keras ribuan ilmuwan revolusioner dan darah para syuhada revolusi nuklir, industri ini tidak akan pernah terhenti.”

Situasi ini memicu kekhawatiran global akan pecahnya konflik skala penuh di kawasan Timur Tengah. Masyarakat internasional, khususnya anggota tetap Dewan Keamanan PBB, kini dituntut mengambil sikap atas krisis terbaru ini.

Sumber : APNews, Reuters & Theguardians

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Mencapai Kesepakatan, Perundingan Iran dan As di Pakistan Gagal
Iran: Serangan Israel ke Lebanon Bisa Buat Negosiasi dengan AS Sia-sia
Jurnalis Al Jazeera Tewas dalam Serangan Drone Israel di Gaza
Tensi Memanas! Jenderal Iran Ultimatum AS: Jika Serangan Darat Terjadi, Tak Ada Musuh yang akan Selamat
Arab Saudi, UEA hingga Qatar Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Hari Jumat 20 Maret
Iran Sebut Israel sebagai Dalang Serangan Drone ke Kilang Saudi, Ini Tujuannya
China Bela Iran, Sebut Punya Hak Lawan Perang AS-Israel
Pemimpin Tertinggi Iran Tewas Dalam Serangan Israel dan AS, Iran Tetapkan 40 Hari Berkabung

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 21:40 WIB

Tidak Mencapai Kesepakatan, Perundingan Iran dan As di Pakistan Gagal

Jumat, 10 April 2026 - 12:23 WIB

Iran: Serangan Israel ke Lebanon Bisa Buat Negosiasi dengan AS Sia-sia

Jumat, 10 April 2026 - 12:22 WIB

Jurnalis Al Jazeera Tewas dalam Serangan Drone Israel di Gaza

Kamis, 2 April 2026 - 19:48 WIB

Tensi Memanas! Jenderal Iran Ultimatum AS: Jika Serangan Darat Terjadi, Tak Ada Musuh yang akan Selamat

Kamis, 19 Maret 2026 - 07:10 WIB

Arab Saudi, UEA hingga Qatar Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Hari Jumat 20 Maret

Berita Terbaru

Pekanbaru

Lapas Narkotika Rumbai Gelar Razia Insidentil Secara Rutin

Kamis, 23 Apr 2026 - 15:02 WIB