Iran Sebut Israel sebagai Dalang Serangan Drone ke Kilang Saudi, Ini Tujuannya

- Redaksi

Kamis, 5 Maret 2026 - 04:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Iran secara terbuka menuduh Israel sebagai aktor utama di balik serangan pesawat tak berawak (drone) yang menghantam fasilitas milik raksasa minyak Saudi Aramco. Teheran secara spesifik mendeskripsikan insiden tersebut sebagai operasi “bendera palsu” atau false flag.

Kantor Berita Tasnim milik Iran mengutip sumber militer yang memberikan keterangan terkait keterlibatan pihak luar dalam serangan di wilayah Arab Saudi tersebut. Hal ini untuk mengalihkan fokus perang

“Serangan terhadap Aramco adalah operasi bendera palsu Israel, menambahkan bahwa tujuan Israel adalah untuk mengalihkan pikiran negara-negara regional dari kejahatannya dalam menyerang situs-situs sipil di Iran,” ungkap sumber militer tersebut dikutip Middle East Monitor, Rabu (4/3/2026).

Pihak militer Iran juga memberikan klarifikasi mengenai posisi mereka terkait target-target strategis di kawasan Timur Tengah selama ini.

“Iran telah mengumumkan secara terus terang bahwa mereka akan menargetkan semua kepentingan, instalasi, dan fasilitas Amerika dan Israel di kawasan, dan telah menyerang banyak dari mereka sejauh ini, tetapi fasilitas Aramco belum termasuk di antara target serangan Iran sejauh ini,” jelas sumber tersebut kepada agensi.

Selain tuduhan terkait Aramco, sumber tersebut juga mengungkapkan adanya informasi intelijen mengenai rencana sabotase selanjutnya yang mengincar wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Baca Juga :  Dukung Perencanaan Pembangunan Daerah, Kalapas Pekanbaru Hadiri Forum RKPD Kota Pekanbaru Tahun 2027

“Menurut data yang diberikan kepada kami oleh sumber intelijen, pelabuhan Fujairah di UEA juga merupakan salah satu target Israel berikutnya dalam operasi bendera palsu, dan rezim ini berniat untuk menyerangnya,” klaim sumber tersebut.

Laporan ini muncul setelah salah satu fasilitas minyak milik Saudi Aramco yang berlokasi di wilayah timur Arab Saudi dihantam oleh drone pada Senin waktu setempat.

Sejumlah sumber industri memberikan keterangan kepada Reuters mengenai langkah darurat yang diambil oleh manajemen perusahaan setelah ledakan terjadi.

“Saudi Aramco telah menutup kilang minyaknya di Ras Tanura sebagai tindakan pencegahan setelah serangan drone tersebut, menambahkan bahwa situasi saat ini sudah berada di bawah kendali,” ujar sumber tersebut kepada Reuters. **

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Kopda Rico Pramudia
Tidak Mencapai Kesepakatan, Perundingan Iran dan As di Pakistan Gagal
Iran: Serangan Israel ke Lebanon Bisa Buat Negosiasi dengan AS Sia-sia
Jurnalis Al Jazeera Tewas dalam Serangan Drone Israel di Gaza
Tensi Memanas! Jenderal Iran Ultimatum AS: Jika Serangan Darat Terjadi, Tak Ada Musuh yang akan Selamat
Arab Saudi, UEA hingga Qatar Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Hari Jumat 20 Maret
China Bela Iran, Sebut Punya Hak Lawan Perang AS-Israel
Pemimpin Tertinggi Iran Tewas Dalam Serangan Israel dan AS, Iran Tetapkan 40 Hari Berkabung

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 14:01 WIB

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Kopda Rico Pramudia

Minggu, 12 April 2026 - 21:40 WIB

Tidak Mencapai Kesepakatan, Perundingan Iran dan As di Pakistan Gagal

Jumat, 10 April 2026 - 12:23 WIB

Iran: Serangan Israel ke Lebanon Bisa Buat Negosiasi dengan AS Sia-sia

Jumat, 10 April 2026 - 12:22 WIB

Jurnalis Al Jazeera Tewas dalam Serangan Drone Israel di Gaza

Kamis, 2 April 2026 - 19:48 WIB

Tensi Memanas! Jenderal Iran Ultimatum AS: Jika Serangan Darat Terjadi, Tak Ada Musuh yang akan Selamat

Berita Terbaru