Media Resmi Iran: “Setiap Warga AS Kini Jadi Target Sah”

- Redaksi

Minggu, 22 Juni 2025 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Teheran, 22 Juni 2025 — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kian memuncak. Dalam laporan eksklusif yang dirilis oleh Mehr News Agency, media resmi yang dekat dengan pemerintah Iran, disebutkan bahwa setiap warga negara Amerika Serikat kini dianggap sebagai target sah oleh Iran—baik personel militer maupun warga sipil.

Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pihaknya telah melancarkan serangan udara ke tiga fasilitas nuklir utama Iran—Fordow, Natanz, dan Isfahan—pada Sabtu malam waktu Teheran. Washington mengklaim serangan tersebut sebagai langkah preventif untuk membatasi pengayaan uranium yang dinilai melanggar batas perjanjian internasional.

Baca Juga :  36 Tahun Mengabdi, Maizar Tinggalkan Jejak Keteladanan dan Kebersamaan di Pemasyarakatan Riau

Namun, Iran menanggapi aksi militer itu dengan sikap keras. Dalam laporan berbahasa Persia yang diterbitkan oleh Mehr News, Iran menegaskan bahwa “warga Amerika, tanpa kecuali, kini termasuk dalam daftar target sah Republik Islam Iran.” Pernyataan ini memicu kekhawatiran akan potensi serangan balasan terhadap warga AS di berbagai negara, khususnya di kawasan Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika Amerika memilih jalur konfrontasi terbuka, maka tidak akan ada tempat yang aman bagi warga mereka di wilayah ini,” tulis Mehr News dalam artikelnya yang juga memuat kutipan dari sejumlah tokoh militer dan analis kebijakan luar negeri Iran.

Baca Juga :  Iran: Serangan Israel ke Lebanon Bisa Buat Negosiasi dengan AS Sia-sia

Serangan AS dipicu oleh dugaan bahwa Iran tengah memulihkan aktivitas nuklirnya untuk keperluan militer. Di sisi lain, Iran menyebut serangan itu sebagai pelanggaran berat terhadap kedaulatan, hukum internasional, dan Piagam PBB. Pemerintah Iran juga menilai aksi tersebut sebagai bentuk agresi terbuka yang “tidak akan dibiarkan begitu saja.”

Pernyataan dari Mehr News dikhawatirkan akan meningkatkan ancaman terhadap warga sipil Amerika di luar negeri. Beberapa negara telah meningkatkan status keamanan di kedutaan AS, dan analis memperkirakan eskalasi lebih lanjut tidak dapat dihindari jika tidak ada mediasi internasional yang segera dilakukan.

Baca Juga :  Gantikan Kalapas Pekanbaru Erwin Fransiskus Simangunsong, Yuniarto Siap Jalani Amanah

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait pernyataan kontroversial dari media Iran tersebut. **

Sumber : MehrNewsAgency

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Kopda Rico Pramudia
Tidak Mencapai Kesepakatan, Perundingan Iran dan As di Pakistan Gagal
Iran: Serangan Israel ke Lebanon Bisa Buat Negosiasi dengan AS Sia-sia
Jurnalis Al Jazeera Tewas dalam Serangan Drone Israel di Gaza
Tensi Memanas! Jenderal Iran Ultimatum AS: Jika Serangan Darat Terjadi, Tak Ada Musuh yang akan Selamat
Arab Saudi, UEA hingga Qatar Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Hari Jumat 20 Maret
Iran Sebut Israel sebagai Dalang Serangan Drone ke Kilang Saudi, Ini Tujuannya
China Bela Iran, Sebut Punya Hak Lawan Perang AS-Israel

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 14:01 WIB

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Kopda Rico Pramudia

Minggu, 12 April 2026 - 21:40 WIB

Tidak Mencapai Kesepakatan, Perundingan Iran dan As di Pakistan Gagal

Jumat, 10 April 2026 - 12:23 WIB

Iran: Serangan Israel ke Lebanon Bisa Buat Negosiasi dengan AS Sia-sia

Jumat, 10 April 2026 - 12:22 WIB

Jurnalis Al Jazeera Tewas dalam Serangan Drone Israel di Gaza

Kamis, 2 April 2026 - 19:48 WIB

Tensi Memanas! Jenderal Iran Ultimatum AS: Jika Serangan Darat Terjadi, Tak Ada Musuh yang akan Selamat

Berita Terbaru