Kendaraan ini memiliki beberapa keunggulan utama, di antaranya, ketangguhan mobilitas tinggi di berbagai medan termasuk kondisi ekstem off-road, dapat dipersenjatai dengan senapan mesin kaliber 7.62 mm untuk mendukung operasi tempur serta memiliki desain modular, yang memungkinkan konfigurasi lebih fleksibel sesuai kebutuhan operasional.
Maung menggunakan mesin turbo diesel 2.200 cc, mampu melaju pada kecepatan aman 100 km/jam dan memiliki jarak tempuh hingga 500 km.
Pengadaan kendaraan operasional ini didukung oleh alokasi APBN yang berasal dari rakyat Indonesia, sehingga Kemhan memastikan penggunaan anggaran negara memberikan manfaat maksimal bagi pertahanan dan keamanan nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan memilih produk dalam negeri, pemerintah tidak hanya memperkuat pertahanan nasional, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong penguatan ekosistem industri manufaktur dan pertahanan nasional.
Dengan digunakannya ranops Maung oleh TNI dan Polri, semakin menegaskan bahwa PT Pindad telah menjalankan perannya dalam modernisasi pertahanan Indonesia, serta berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam penguatan industri pertahanan nasional.
Selain kegiatan penyerahan, juga akan dilaksanakan kirab kendaraan operasional Maung di tiga rute berbeda termasuk melintasi pusat kota Bandung.
Dalam kirab tersebut kendaraan Maung yang diawaki oleh personel TNI-Polri akan digunakan bersama masyarakat yang menandakan kedekatan dengan rakyat.
Kemanunggalan bersama rakyat merupakan warisan sejarah dan identitas bangsa yang akan selalu melekat dalam mengawal kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. **
Sumber: Biro Infohan Setjen Kemhan
Editor : Reza
























