Haru! Kisah Laura Amandasari Mahasiswi Kristen UMSU Dapat Beasiswa S2 Karena Pantun!

- Redaksi

Kamis, 10 Juli 2025 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laura Amandasari, mahasiswi Kristen Protestan dari Fakultas Hukum UMSU yang dinobatkan sebagai lulusan terbaik

Laura Amandasari, mahasiswi Kristen Protestan dari Fakultas Hukum UMSU yang dinobatkan sebagai lulusan terbaik

SUARANEWS86.COM || Momen penuh haru dan tawa mewarnai prosesi wisuda Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Periode I Tahun 2025 yang digelar di Selecta Convention Hall, Medan, Selasa (8/7/2025).

Salah satu peristiwa paling menyentuh perhatian publik datang dari Laura Amandasari, mahasiswi Kristen Protestan dari Fakultas Hukum UMSU yang dinobatkan sebagai lulusan terbaik.

Pidato perpisahan Laura menjadi viral di media sosial setelah menyampaikan pantun jenaka yang menyentuh hati sekaligus mengundang gelak tawa ribuan hadirin. Video Laura berpidato pun viral di jagat media sosial.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan mata berkaca-kaca, Laura berbicara tentang pengalaman toleransi antarumat beragama selama menjalani studi di kampus Islam itu.

“Dari Klaten ke Argentina, tidak lupa ke kota Kudus. Agar si Kristen ini tidak ke mana-mana, adakah S2 beasiswa, Pak, sampai lulus?” ucapnya disambut tawa dan tepuk tangan ribuan hadirin.

Baca Juga :  LAMR Sambut Hangat Audiensi DPD FSPKSI Riau, Pendidikan Jadi Topik Pembahasan

Momen tersebut menjadi semakin berkesan ketika Rektor UMSU, Prof Dr Agussani, MAP, langsung membalas pantun itu dengan antusias.

“Terbang tinggi si burung cendana, terbang berikut si burung tempua. Laura jangan ke mana-mana, ananda telah resmi menjadi mahasiswa S2,” ujarnya.

Reaksi spontan sang Rektor juga direspons positif oleh para tamu undangan, termasuk Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

“Tadi ada pantun dari Klaten ke Argentina. Insyaallah aspirasinya bisa dipenuhi Pak Rektor,” ucapnya.

“Kalau tidak, saya akan gunakan otoritas saya sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah,” katanya berseloroh.

Berkat video itu, banyak yang memuji komitmen UMSU dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan menghargai keberagaman di Indonesia.

Kisah Inspiratif Mahasiswi Kristen di Kampus Muhammadiyah

Kisah Laura tak berhenti pada panggung wisuda. Sejak awal masuk UMSU, ia sempat ragu karena berasal dari keluarga Kristen Protestan.

Baca Juga :  Hingga Larut Malam, Prajurit TNI Lanjut Membersihkan Pasar Aceh Tamiang

Namun keraguan itu segera hilang ketika ia merasa diterima dan diperlakukan setara di kampus yang mayoritas dihuni oleh mahasiswa Muslim.

“Awalnya saya ragu karena perbedaan, tetapi saya justru menemukan rumah kedua di UMSU. Kampus ini tidak hanya menjadikan toleransi sebagai jargon, tetapi sebagai praktik nyata,” kata Laura.

Selama menempuh studi, Laura aktif sebagai Sekretaris Komunitas Peradilan Semu (KPS) Fakultas Hukum UMSU Periode 2023–2024.

Ia juga menjadi saksi hidup dari penerapan nilai toleransi antarumat beragama, bukan hanya dalam bentuk ucapan, tapi dalam aktivitas sehari-hari kampus.

Di UMSU, Laura bukan sekadar belajar di ruang kelas. Ia juga merasakan langsung pengalaman lintas iman, salah satunya ketika mengikuti program wakaf Al-Quran saat Ramadan 2024.

“Ini bukan hanya pengalaman lintas iman, tapi pelajaran tentang kebersamaan, toleransi, dan kemanusiaan. Yang paling dikenang bukan pencapaian, tapi kebaikan yang tertinggal saat kita pergi,” ujarnya.

Baca Juga :  Giat Silaturahmi KBPPP Pekanbaru, Nofrizal Sampaikan Apresiasi atas Antusiasme Anggota yang Hadir

Sebagai lulusan terbaik, Laura juga mengisahkan awal mula memilih UMSU karena akreditasi kampus tersebut yang telah unggul secara nasional.

Pesan dari guru SMA-nya juga menjadi motivasi agar ia tidak “downgrade” dalam memilih universitas.

Orang tua Laura sempat khawatir akan perlakuan diskriminatif terhadap anaknya yang Kristen. Namun, Laura berhasil membuktikan bahwa kampus Muhammadiyah juga menjadi tempat belajar dan berkembang bagi semua golongan.

“Pak, aku enggak dikucilkan. Aku diterima di sini. Bapak saya mulai memahami bahwa di sini tidak ada ruang untuk diskriminasi,” kata Laura.

Kisahnya menjadi simbol keberhasilan UMSU dalam menjadikan nilai-nilai pendidikan Islam yang inklusif sebagai pilar utama. Komitmen itu membuka ruang dialog, saling menghargai, dan kerja sama lintas iman yang membangun generasi masa depan penuh toleransi. **

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Guru Agama SDN 01 Sebatik Dirawat di RS, Alami Trauma Diduga Akibat Diskriminasi
Miris! Guru Agama di SDN 01 Nunukan Dikucilkan Rekan Kerja, Tunjangan Sertifikasi Setahun Tak Cair
Bitcoin Anjlok ke US$60.000, INDODAX: Aksi Jual Institusi dan Likuidasi Besar Jadi Biang Keroknya
Heboh! Minta Pindahkan Tiang PLN, Warga Malah Diminta Biaya Rp28 Juta
Sesuai Intruksi Presiden, TNI AD Nyatakan Perang Terhadap Sampah
RSUD Pakuhaji Kabupaten Tangerang Rayakan HUT ke-8 dengan Aksi Sosial untuk Anak Yatim Piatu
Bitcoin Sempat Turun ke US$74.000, ‘Mega Whale’ Terpantau Tetap Borong Bitcoin
TNI AD Resmi Tahan Serda Heri Babinsa yang Tuding Pedagang Es Gabus Gunakan Spons

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:25 WIB

Guru Agama SDN 01 Sebatik Dirawat di RS, Alami Trauma Diduga Akibat Diskriminasi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 11:15 WIB

Miris! Guru Agama di SDN 01 Nunukan Dikucilkan Rekan Kerja, Tunjangan Sertifikasi Setahun Tak Cair

Sabtu, 7 Februari 2026 - 10:56 WIB

Bitcoin Anjlok ke US$60.000, INDODAX: Aksi Jual Institusi dan Likuidasi Besar Jadi Biang Keroknya

Sabtu, 7 Februari 2026 - 01:11 WIB

Heboh! Minta Pindahkan Tiang PLN, Warga Malah Diminta Biaya Rp28 Juta

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:02 WIB

Sesuai Intruksi Presiden, TNI AD Nyatakan Perang Terhadap Sampah

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page