Gencarkan Program Zero Anak Putus Sekolah, Pemko Pekanbaru Buka Posko Pengaduan

- Redaksi

Senin, 4 Mei 2026 - 18:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, melalui Dinas Pendidikan (Disdik) terus menggencarkan program zero anak putus sekolah dengan membuka layanan pengaduan dan pendataan secara berkelanjutan.

Masyarakat yang memiliki anak putus sekolah, dapat langsung melapor ke Disdik atau ke sekolah terdekat untuk mendapatkan penanganan.

“Program nol anak putus sekolah terus berjalan. Kami membuka posko layanan agar masyarakat dapat melapor, baik ke dinas maupun ke sekolah terdekat. Nanti akan kami arahkan ke sekolah yang masih memiliki kuota,” kata Plt Kepala Disdik Pekanbaru Syafrian Tommy, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, upaya pendataan dan penanganan anak putus sekolah dilakukan setiap waktu, tanpa menunggu periode tertentu. Pemko tidak hanya mengarahkan anak kembali ke pendidikan formal.

“Tetapi, kami juga menyediakan alternatif melalui jalur nonformal. Bagi anak yang telah melewati batas usia sekolah formal, tersedia fasilitas pendidikan seperti Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM),” terang Tommy.

Selain itu, Disdik juga mendorong peningkatan keterampilan melalui lembaga kursus dan pelatihan. Langkah ini dilakukan agar anak-anak tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis.

Baca Juga :  Barita Simanjuntak: "Panja Reformasi Kejaksaan Prematur dan Kontraproduktif"

Berdasarkan data tahun sebelumnya, sebanyak 1.778 anak putus sekolah teridentifikasi dalam pemetaan bersama berbagai pihak, termasuk pos pelayanan terpadu (posyandu). Dari jumlah tersebut, sebagian telah diarahkan kembali ke sekolah formal. Sementara, anak lainnya lainnya mengikuti pendidikan nonformal.

“Ada juga kasus seperti ijazah yang tertahan. Kami bantu untuk diselesaikan. Berbagai permasalahan tersebut menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pendidikan ke depan,” jelas Tommy.

Untuk tahun ini, pendataan masih terus berlangsung dan belum menunjukkan adanya penambahan signifikan. Pemko Pekanbaru berkomitmennya untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Baca Juga :  Wujudkan Zero Halinar, Lapas Pekanbaru Gelar Razia pada Blok Pengendali Narkoba

“Pendataan masih berjalan. Yang jelas, kami berupaya agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah,” pungkasnya. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tekan Resiko Kecelakaan, Ditlantas Polda Riau Gencarkan Penertiban ODOL di Tol Permai
Seragam Gratis Disalurkan Oktober, Disdik Pekanbaru Tegaskan Sekolah Dilarang Jual Seragam
Semarak HUT RI ke 81, Ditlantas Polda Riau Bagikan Sembako, Helm SNI dan Konvoi Bersama Ojol
BASMI Riau: Tiga Boks Bukti Sudah Diamankan, Kasus Smartboard Disdik Riau Harus Terang-Benderang
Nama dan NIM Disebut Tak Ditemukan, ASN Dinas Kebudayaan Riau Dilaporkan ke Polisi
Usai Santap Menu MBG, 45 Siswa SD di Dumai Alami Mual dan Muntah, Polisi Amankan Sampel Makanan
Jembatan Perintis Garuda Desa Sanglap Diresmikan, Buka Akses Warga di Wilayah Terpencil Inhu
Kirim Surat ke Presiden, Penyelesaian Sengketa dan Penyatuan PPM Harus segera Terlaksana

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Tekan Resiko Kecelakaan, Ditlantas Polda Riau Gencarkan Penertiban ODOL di Tol Permai

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:08 WIB

Seragam Gratis Disalurkan Oktober, Disdik Pekanbaru Tegaskan Sekolah Dilarang Jual Seragam

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Semarak HUT RI ke 81, Ditlantas Polda Riau Bagikan Sembako, Helm SNI dan Konvoi Bersama Ojol

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:44 WIB

BASMI Riau: Tiga Boks Bukti Sudah Diamankan, Kasus Smartboard Disdik Riau Harus Terang-Benderang

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Nama dan NIM Disebut Tak Ditemukan, ASN Dinas Kebudayaan Riau Dilaporkan ke Polisi

Berita Terbaru