AJI Denpasar Kecam Tindakan Aparat yang Melakukan Kekerasan Terhadap 2 Wartawan saat Meliput Demo di Bali

- Redaksi

Minggu, 31 Agustus 2025 - 10:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sementara, dari pengakuan Rovin Bou saat itu dirinya sedang live pakai akun Tiktok Balitopik.com saat terjadi unjuk rasa di Mapolda Bali, dan saat itu dia melihat pihak kepolisian menangkap massa aksi.

“Saya yang dalam keadaan live merekam kejadian itu. Lalu saya didatangi oleh beberapa orang badan kekar pakaian preman, saya langsung dipiting. Handphone (yang saya pakai untuk live) dan tas yang saya pakai diambil secara paksa,” kata Rovin.

“Saya dipiting beberapa orang itu kedalam ke Kantor Ditrekrimsus, saat dipiting itu saya ditendang dari belakang beberapa kali,” ujarnya.

Kemudian, di depan Kantor Ditrekrimsus Rovin dibantu oleh seorang wartawan dan mengatakan kepada pihak kepolisian bahwa Rovin adalah seorang jurnalis tetapi tidak dipedulikan.

“Tapi tidak diindahkan. Saya tetap dipiting sampai ke parkiran belakang Ditrekrimsus. Sampai di parkiran belakang, saya disuruh tenang-tenang padahal saya tidak melakukan apa-apa,” ujarnya.

“Saya disuruh duduk di parkiran itu. Lalu saya bilang sebentar, saya masih koordinasikan dengan teman-teman wartawan (PENA). Lalu tiba tiba ada polisi yang datang dari belakang tarik kerah baju saya dipaksa duduk. Setelah itu, barang-barang saya (tas) dikembalikan, lalu saya ditinggal begitu saja,” ujar Rovin.

Baca Juga :  Kapolda Riau dan Ketua IMI Riau Resmi Buka Event Dragbike Bhayangkara ke-79 Polda Riau

Sebelumnya, pihak aparat juga melakukan intimidasi kepada Jurnalis detik Bali, bernama Fabiola Dianira atau Nia saat meliput aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Bali, pada Sabtu (30/8) sekitar pukul 18:30 WITA.

Saat itu, ada sekitar 3 orang aparat yang memasak Nia tidak boleh mengambil foto dan disuruh membuka galeri handphonenya, padahal Nia belum sempat memfoto.

“Ada tiga orang, mereka maksa aku nggak boleh foto, disuruh liat mana fotonya mana fotonya, padahal belum sempat foto, tetapi mereka memaksa,” katanya. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Sumber Berita: https://Merdeka.com

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maling Toko Kelontong di Mojokerto Tepati Janjinya Kembalikan Uang yang Dicuri dan Temui Korban Minta Maaf
Terdesak Biaya Sekolah Anak, Maling Toko Kelontong di Mojokerto Tinggalkan Surat Permintaan Maaf
INDODAX Raih Dua Penghargaan dari CFX, Perkuat Komitmen Edukasi dan Pertumbuhan Industri Kripto Nasional
INDODAX Gandeng Chainalysis untuk Memperkuat Standar Keamanan dan Kepatuhan Industri Kripto Indonesia
IAS Hospitality dan INDODAX Jalin Kemitraan Strategis untuk Menghadirkan Privilege Airport Lounge bagi Member
Polisi Ringkus Pelaku Begal Payudara di Pekanbaru
Jalan Rusak, Anggaran Fantastis: Kepala BPJN Sumbar Bungkam Saat Dicecar 15 Pertanyaan
Resmi! Harga Pertamax Naik Per Hari Ini, dari Rp12.300 Kini Naik Menjadi Rp16.250

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:58 WIB

Maling Toko Kelontong di Mojokerto Tepati Janjinya Kembalikan Uang yang Dicuri dan Temui Korban Minta Maaf

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:52 WIB

Terdesak Biaya Sekolah Anak, Maling Toko Kelontong di Mojokerto Tinggalkan Surat Permintaan Maaf

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:56 WIB

INDODAX Raih Dua Penghargaan dari CFX, Perkuat Komitmen Edukasi dan Pertumbuhan Industri Kripto Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:10 WIB

INDODAX Gandeng Chainalysis untuk Memperkuat Standar Keamanan dan Kepatuhan Industri Kripto Indonesia

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:58 WIB

IAS Hospitality dan INDODAX Jalin Kemitraan Strategis untuk Menghadirkan Privilege Airport Lounge bagi Member

Berita Terbaru