Viral! Sebut Mahasiswa ‘Monyet’, Pengawal Gubernur Maluku Akhirnya Sampaikan Permintaan Maaf

- Redaksi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Pengawal pribadi Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Rohim, memberikan penjelasan terkait video cekcok dengan seorang mahasiswa yang viral di media sosial. Dalam video tersebut, Rohim terdengar melontarkan kata “monyet” saat berhadapan dengan mahasiswa asal Seram Utara.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Tribun Lapangan Merdeka, Kota Ambon, sesaat setelah upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berakhir pada Senin (17/8/2026).

Video yang beredar memperlihatkan Rohim mencegat seorang mahasiswa yang hendak menemui Gubernur Maluku. Mahasiswa tersebut diketahui ingin menyampaikan surat dari seorang kepala desa di Pulau Seram.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rohim, yang juga merupakan oknum TNI, terlihat berusaha menghalangi mahasiswa tersebut. Ia tampak memegang tangan mahasiswa, beberapa kali mendorongnya, serta berupaya mengambil sampul bambu yang digunakan untuk membawa surat.

Baca Juga :  Polda Jawa Tengah Sesalkan Tindakan Ajudan Kapolri Lakukan Kekerasan dan Intimidasi Terhadap Jurnalis

Cekcok kemudian terjadi di antara keduanya. Dalam situasi tersebut, Rohim terdengar menggunakan kata “monyet” kepada mahasiswa. Mahasiswa itu kemudian menegaskan bahwa dirinya merupakan manusia dan meminta agar dihargai.

Menurut penjelasan Rohim, kejadian bermula setelah upacara HUT Kemerdekaan RI di Lapangan Merdeka Ambon selesai. Saat itu, Gubernur Maluku bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersiap meninggalkan lokasi untuk menghadiri agenda silaturahmi.

Rohim kemudian melihat sejumlah mahasiswa berada di kawasan Tribun Lapangan Merdeka. Mereka membawa spanduk, karton manila, dan sejumlah alat peraga lainnya.

Keberadaan serta gerak-gerik mahasiswa tersebut membuat Rohim menduga mereka hendak melakukan suatu aksi. Ia kemudian menanyakan maksud dan tujuan keberadaan mereka di lokasi.

Baca Juga :  Menjelang Kegiatan Belajar Mengajar Dimulai, Ditlantas Polda Riau Siaga Penuh Amankan Arus Lalu Lintas

Rohim juga menyarankan mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi kepada Gubernur Maluku agar mempertimbangkan waktu dan situasi. Ia bahkan menawarkan untuk memfasilitasi pertemuan dengan gubernur di kantor.

Namun, tawaran tersebut tidak diterima. Para mahasiswa tetap berupaya mendekati Gubernur Maluku.

Ketegangan meningkat ketika Rohim melihat seorang mahasiswa membawa potongan bambu. Benda tersebut menimbulkan kecurigaan sehingga Rohim merasa perlu memastikan keamanan gubernur dan pejabat lainnya yang berada di lokasi.

Dalam kondisi tersebut, Rohim menyatakan dirinya menjalankan prosedur tetap pengamanan untuk menjaga keselamatan pejabat negara. Ia kembali meminta mahasiswa menghentikan aksi dan tidak mendekati gubernur.

Namun, mahasiswa disebut tetap berupaya melewati barikade pengamanan. Situasi yang semakin tegang kemudian berujung pada pernyataan Rohim yang terekam dalam video dan menjadi sorotan di media sosial.

Baca Juga :  Kasus Penganiayaan Hamdi Jalan di Tempat, Kinerja Polsek Lenteng Dipertanyakan

Rohim menegaskan bahwa pernyataan tersebut ditujukan kepada individu yang berada di hadapannya, bukan kepada suku atau kelompok masyarakat tertentu. Ia juga meminta masyarakat melihat kejadian tersebut secara utuh karena video yang beredar hanya menampilkan bagian tertentu dari rangkaian peristiwa.

Meski memberikan penjelasan mengenai kronologi kejadian, Rohim tetap menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Maluku, khususnya masyarakat Seram Utara, atas insiden tersebut.

Ia mengakui pernyataannya telah menimbulkan reaksi dan berpotensi melukai perasaan masyarakat tertentu. Rohim juga menegaskan tidak bermaksud mencari pembenaran atas perkataan yang disampaikannya dalam situasi tersebut. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringati HUT Ke-1 di Karo, Brigif TP 37/HS Perkuat Sinergi Teritorial dan Ketahanan Nasional
‘Gerakan Langit Biru’ Demokrat Sumenep: Turun ke Sungai, Sapa Warga Lewat Layanan Gratis
HUT ke-81 RI, Pemkab Belitung Gelar Upacara Tanpa Tenda Pejabat
Ibu Korban Keracunan MBG di Berastagi Marah kepada Kepala BGN: Maaf Bapak Tak Merubah Keadaan
Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Parigi Moutong, Tak Berpotensi Tsunami
Breaking News! Gempa M 6,4 Guncang Simalungun, Dirasakan di Sejumlah Wilayah Sumatra Utara
Usai Mediasi dengan Kapolda, Massa Bergerak ke DPRA dan Kantor Gubernur Aceh
Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan Turun Langsung Temui Massa Aksi, Kedepankan Dialog dan Persaudaraan

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Peringati HUT Ke-1 di Karo, Brigif TP 37/HS Perkuat Sinergi Teritorial dan Ketahanan Nasional

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:42 WIB

‘Gerakan Langit Biru’ Demokrat Sumenep: Turun ke Sungai, Sapa Warga Lewat Layanan Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Viral! Sebut Mahasiswa ‘Monyet’, Pengawal Gubernur Maluku Akhirnya Sampaikan Permintaan Maaf

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:08 WIB

HUT ke-81 RI, Pemkab Belitung Gelar Upacara Tanpa Tenda Pejabat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 23:44 WIB

Ibu Korban Keracunan MBG di Berastagi Marah kepada Kepala BGN: Maaf Bapak Tak Merubah Keadaan

Berita Terbaru