Terkait Kasus SDN 108, Plt Gubri: Sekolah Harus Jadi Tempat Paling Aman bagi Anak Didik

- Redaksi

Selasa, 25 November 2025 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Pemprov Riau menaruh perhatian serius terhadap kasus dugaan bullying yang menyebabkan seorang siswa SDN 108 Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera memanggil Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk meminta penjelasan secara rinci terkait kronologi kejadian.

“Kita akan tanyakan ke Pemko Pekanbaru, apa yang sebenarnya ke terjadi dan bagaimana kronologinya (kasus bullying),” kata SF Hariyanto, Selasa (25/11/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, kasus serupa tidak boleh kembali terulang, terutama di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak saat berkembang dan belajar.

Baca Juga :  Polda Riau Resmi Kembalikan Aset Rumah Muflihun yang Sebelumnya Disita Penyidik

“Kita tak ingin ini (bullying) terjadi lagi. Sekolah itu tempat mencari ilmu, tempat seorang manusia bisa dididik menjadi lebih baik dan memiliki akhlak,” tegasnya.

Isak tangis keluarga korban turut mewarnai pengungkapan kronologi kasus ini. Deswita, ibu dari MA —siswa kelas VI SDN 108— tak kuasa menahan duka saat menceritakan kejadian sebelum anaknya meninggal dunia. MA diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas hingga mengalami kelumpuhan dan wafat pada Minggu (16/11/2025) pukul 02.00 WIB.

Kesaksian tersebut disampaikan Deswita didampingi suaminya dan Ketua Tim Advokat Pejuang Keadilan (TAPAK) Riau, Suroto, usai rapat bersama Disdik Kota Pekanbaru, pihak sekolah, dan TAPAK Riau, Senin (24/11/2025).

Baca Juga :  Tegas! Pemko Pekanbaru Segel THM New Paragon

Deswita mengungkapkan bahwa perubahan fisik dan emosional anaknya mulai terlihat sejak Kamis (13/11/2025). Saat pulang sekolah, MA menangis dan mengatakan tidak ingin bersekolah lagi, namun belum menjelaskan penyebabnya.

“Pada hari Kamis tanggal 13 November anak saya pulang sekolah dalam keadaan menangis dan bilang tidak mau sekolah lagi. Pada Jumat siangnya tanggal 14 November 2025 anak saya lumpuh, dan saat itu barulah ia bercerita bahwa kepalanya ditendang oleh murid lain inisial FT saat belajar kelompok,” ucap Deswita dengan suara terbata-bata.

Ia menjelaskan, tindakan tersebut dilakukan tanpa sepatu dan disaksikan oleh teman dekat korban berinisial AK. AK bahkan sudah melaporkan insiden itu kepada wali kelas, namun hanya mendapat respons, “iya tunggu.”

Baca Juga :  Satpol PP Pekanbaru Bantah Adanya Pungli, Penataan Gerobak PKL di MPP Demi Ketertiban

“Anak saya yang menangis saat pulang pada hari Kamis juga disaksikan teman bermainnya di sekitar rumah,” tambahnya.

Pasca kelumpuhan, keluarga membawa MA ke pengobatan alternatif. Namun pihak alternatif menyarankan agar dilakukan perawatan medis. Ketika dibawa ke puskesmas pada Sabtu, pelayanan tutup, sehingga MA dirawat di rumah sampai akhirnya mengembuskan napas terakhir.

“Beberapa hari sebelum meninggal, anak saya meminta agar kelak dimandikan dan digelarkan tikar karena rumah akan ramai. Saat itu kami tidak mengerti maksudnya,” kata Deswita sambil menangis. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abdul Jamal Kembali Pimpin Dinas Pendidikan usai Ditunjuk Wako Jadi Plt Kadisdik Pekanbaru
Polantas Karib Hadir di Car Free Day Pekanbaru, Ditlantas Polda Riau Gaungkan Budaya Tertib Berlalu Lintas
Pungut Tarif Parkir Hingga Rp15 Ribu, Jukir Liar Disamping RS Awal Bros Pekanbaru Kabur Saat Didatangi Dishub
Di Tengah Sorotan Dana BOS, BASMI Riau : Jangan Bunuh Prestasi Sekolah dengan Penghakiman Dini
Inspektorat Riau Benarkan Temuan Rp1,36 Miliar di SMAN 4 Pekanbaru, BASMI Riau Desak Penanganan Tuntas
Sambut HUT RI ke-81, The Premiere Hotel Pekanbaru Beri Diskon 17 Persen Bagi Pemilik Nama ‘Agus’
Dugaan Perambahan Kawasan Hutan Batu Gajah Suligi Mengemuka, Kebun Sawit dan Wisata Selanca Dilaporkan ke Gakkum
Heboh! Sopir Truk Diduga Dipalak Rp1,7 Juta, Dedi Mulyadi Minta Oknum Dishub Bekasi Dipecat Tidak Hormat

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:42 WIB

Abdul Jamal Kembali Pimpin Dinas Pendidikan usai Ditunjuk Wako Jadi Plt Kadisdik Pekanbaru

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Polantas Karib Hadir di Car Free Day Pekanbaru, Ditlantas Polda Riau Gaungkan Budaya Tertib Berlalu Lintas

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:33 WIB

Pungut Tarif Parkir Hingga Rp15 Ribu, Jukir Liar Disamping RS Awal Bros Pekanbaru Kabur Saat Didatangi Dishub

Minggu, 2 Agustus 2026 - 00:55 WIB

Di Tengah Sorotan Dana BOS, BASMI Riau : Jangan Bunuh Prestasi Sekolah dengan Penghakiman Dini

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Sambut HUT RI ke-81, The Premiere Hotel Pekanbaru Beri Diskon 17 Persen Bagi Pemilik Nama ‘Agus’

Berita Terbaru