Rocky Gerung Sindir PDIP, NasDem, dan Golkar: Dulu Dipolisikan, Sekarang Dicium Tangan

- Redaksi

Sabtu, 19 Juli 2025 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Akademisi dan pengamat politik Rocky Gerung melontarkan sindiran tajam terhadap partai-partai politik yang pernah melaporkannya ke polisi. Dalam kuliah umum di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas, Kamis (17/7), Rocky menyebut PDIP, NasDem, dan Golkar sebagai partai yang dahulu mempolisikannya, namun kini bersikap berbeda.

“Dulu saya dilaporkan karena dianggap menghina Presiden Joko Widodo. Yang lapor PDIP, NasDem, Golkar. Tapi sekarang, kalau ketemu, satu-satu cium tangan,” ujar Rocky disambut tawa dan tepuk tangan peserta kuliah umum, sebagaimana dikutip dari Merdekacom.

Baca Juga :  Hentikan Pengendara Motor, 1 Orang Debt Collector Tewas Dikeroyok Pengendara di Kalibata

Rocky mengingatkan kembali bahwa pada 2023 silam, ia pernah dilaporkan ke polisi atas dugaan pelanggaran UU ITE akibat pernyataan kritisnya terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Namun, ia menyebut kini situasi telah berubah seiring berjalannya waktu dan perubahan konstelasi politik nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan tersebut, Rocky juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan kebebasan berpikir di lingkungan akademik. Ia mengajak mahasiswa untuk tidak takut berpikir kritis dan membela kebenaran.

“Kalau nalar hilang, negara pun ikut hilang. Maka kampus harus jadi benteng terakhir akal sehat,” tegasnya.

Baca Juga :  Panglima TNI Resmikan Masjid Kubah Baret Merah di Bandung Barat

Kuliah umum ini diselenggarakan oleh Senat Akademik FISIP Universitas Andalas dan mengangkat tema “Meneguhkan Integritas, Moral, dan Etika Akademik di Perguruan Tinggi.” Acara tersebut dihadiri oleh ratusan mahasiswa serta dosen dari berbagai program studi.

Pernyataan Rocky ini kembali menyorot relasi antara kekuasaan dan kebebasan berpendapat di Indonesia, sekaligus menggambarkan bagaimana dinamika politik bisa berubah secara drastis dalam waktu singkat. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terkait Kasus Pemerasan, Andi Syafrani Minta Media Akurat: Yusril Koto Kader LSMLIRA Indonesia Bukan LIRA
Luhut Usul ke Prabowo Kerugian Negara Bukan Tindak Pidana Korupsi
Viral! Aksi Arogan Ajudan Gubernur Kaltim ke Mahasiswa Demo
Bareskrim Polri Tangkap Ketua LSM LIRA Kepri Yusril Koto, Diduga Terlibat Pengancaman Pengusaha Lewat Narasi Berita
Posting soal Batam Blackout, Warganet Dipanggil Polda Kepri
TNI Pastikan Tunduk Putusan MK soal Revisi UU Peradilan Militer
Putusan MK: Prajurit TNI Terlibat Tindak Pidana Umum Harus Diadili di Peradilan Umum
Rotasi Jabatan Strategis TNI, Dua Jenderal TNI Emban Amanah Baru

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:02 WIB

Terkait Kasus Pemerasan, Andi Syafrani Minta Media Akurat: Yusril Koto Kader LSMLIRA Indonesia Bukan LIRA

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Luhut Usul ke Prabowo Kerugian Negara Bukan Tindak Pidana Korupsi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Viral! Aksi Arogan Ajudan Gubernur Kaltim ke Mahasiswa Demo

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Bareskrim Polri Tangkap Ketua LSM LIRA Kepri Yusril Koto, Diduga Terlibat Pengancaman Pengusaha Lewat Narasi Berita

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Posting soal Batam Blackout, Warganet Dipanggil Polda Kepri

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page