GMNI Sumenep Desak DPMD Audit Dana Ketahanan Pangan 20% Desa, Soroti BUMDes Meddelan

- Redaksi

Senin, 8 Juni 2026 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || SUMENEP — DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia GMNI Sumenep menyoroti lemahnya pengawasan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa DPMD Kabupaten Sumenep terhadap program ketahanan pangan dan hewani yang bersumber dari 20% Dana Desa.

Hal itu disampaikan GMNI Sumenep saat audiensi dengan DPMD,Jumat 9-juni-2026. Ketua DPC GMNI Sumenep Roni Ardianto menilai DPMD belum optimal membina dan mengawasi realisasi program di tingkat desa.

“Minimnya pembinaan dan pengawasan dari DPMD memicu dugaan ketidaksesuaian antara anggaran yang dialokasikan dengan kondisi di lapangan. Khususnya untuk program ketahanan pangan di Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng,” ujar Roni.

Berdasarkan investigasi internal, GMNI Sumenep menemukan indikasi selisih data. Anggaran penyertaan modal BUMDes Meddelan untuk ketahanan pangan dan hewani tidak sesuai dengan kondisi aset di lapangan. Akibatnya, aset BUMDes yang semestinya jadi motor pemberdayaan ekonomi warga dinilai belum jelas keberadaannya.

Untuk itu, GMNI Sumenep menyampaikan tiga tuntutan kepada DPMD:

*1. Audit Lapangan*
DPMD diminta segera turun dan melakukan audit investigatif terhadap realisasi 20% Dana Desa untuk ketahanan pangan di seluruh desa, dengan prioritas Desa Meddelan.

Baca Juga :  Ditlantas Polda Riau Gelar Kegiatan Sosialisasi Safety Driving di Tol Pekanbaru-XII Koto Kampar

*2. Transparansi*
Keterbukaan informasi publik terkait alokasi dan capaian nyata program ketahanan pangan. GMNI menolak program berhenti pada kegiatan seremonial.

*3. Keterbukaan SPJ*
DPMD diminta memperlihatkan Surat Pertanggungjawaban SPJ BUMDes Meddelan atas penyertaan modal untuk program ketahanan pangan.

Roni menegaskan GMNI Sumenep memberi tenggat waktu 1 minggu kepada DPMD dan Aparat Pengawas Internal Pemerintah APIP untuk menunjukkan langkah konkret. Jika tidak ada tindak lanjut, pihaknya akan melaporkan temuan ke Polda Jawa Timur dan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, serta menggelar aksi demonstrasi.

Baca Juga :  Kasus Penganiayaan Hamdi Jalan di Tempat, Kinerja Polsek Lenteng Dipertanyakan

Hingga berita ini diturunkan, Kepala DPMD Kabupaten Sumenep belum memberikan respons atas konfirmasi redaksi. DPMD berhak memberikan tanggapan dan klarifikasi untuk keberimbangan pemberitaan. (***red)

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Rem Blong, Truk Cold Diesel Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Bonjol Pasaman, 2 Orang Terluka
Rekonstruksi Kasus IRT di Dairi Tuai Sorotan, Kuasa Hukum Sebut CCTV Bertentangan dengan BAP
Kejari Karo Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi, Sidang Dugaan Pembalakan Hutan Lindung Terus Berlanjut
Bareskrim Polri Tangkap Kasat Narkoba Polres Tangsel Beserta 6 Anggotanya
Prajurit POM TNI AD Gugur Saat Bantu Polisi Tangkap Bandar Narkoba di Aceh
Usai Bentrokan Maut, Polsek Menteng Didatangi Sekelompok Massa dari Keluarga dan Rekan Korban
Bentrokan Massa di Matraman Pecah, 1 Orang Tewas, 4 Motor Hangus Terbakar
Kepala Rumah Tangga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Meninggal Dunia, Polisi Lakukan Penyelidikan

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:13 WIB

Diduga Rem Blong, Truk Cold Diesel Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Bonjol Pasaman, 2 Orang Terluka

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:58 WIB

Rekonstruksi Kasus IRT di Dairi Tuai Sorotan, Kuasa Hukum Sebut CCTV Bertentangan dengan BAP

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:40 WIB

Kejari Karo Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi, Sidang Dugaan Pembalakan Hutan Lindung Terus Berlanjut

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:13 WIB

Bareskrim Polri Tangkap Kasat Narkoba Polres Tangsel Beserta 6 Anggotanya

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:11 WIB

Prajurit POM TNI AD Gugur Saat Bantu Polisi Tangkap Bandar Narkoba di Aceh

Berita Terbaru