Rally Kripto Dipicu Tol Bitcoin, INDODAX Soroti Dampaknya pada Ekonomi Global

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Jakarta – Harga Bitcoin mencatatkan lonjakan 6% hingga mendekati level US$75.000 pada Senin (13/4), menyusul fenomena short squeeze masif yang dipicu oleh blokade Selat Hormuz oleh Amerika Serikat. Kemudian, Iran merespons dengan kebijakan tak terduga, yakni mewajibkan pembayaran ‘Tol Bitcoin’ bagi seluruh kapal tanker yang melintasi jalur tersebut.

Dinamika geopolitik ini tidak hanya memicu likuidasi posisi short senilai ratusan juta
dolar, tetapi juga mengukuhkan fungsi kripto sebagai alat strategis dalam ekonomi modern.

Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menyatakan bahwa lonjakan harga Bitcoin dan aset kripto lain mencerminkan semakin kuatnya posisi aset kripto dalam merespons tekanan global.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kenaikan harga Bitcoin di tengah kombinasi faktor geopolitik, inflasi, dan dinamika pasar menunjukkan bahwa kripto semakin dipandang sebagai alternatif lindung nilai. Fenomena seperti penggunaan Bitcoin dalam aktivitas ekonomi lintas negara menjadi sinyal bahwa adopsi kripto terus berkembang, tidak hanya di level ritel tetapi juga dalam konteks global yang lebih luas,” ujar Antony.

Baca Juga :  Waketum PSI Ronal Aristone Sinaga 'Bro Ron' Menjadi Korban Pemukulan di Menteng, 2 Pelaku Ditangkap Polisi

Langkah Iran mengenakan tarif setara US$1 per barel dalam bentuk Bitcoin menciptakan permintaan organik yang masif secara instan. Sistem pembayaran berbasis blockchain ini digunakan Iran untuk memastikan transaksi tetap berjalan dan strategi untuk menghindari sanksi internasional dengan memanfaatkan sistem keuangan di luar jangkauan Amerika Serikat (AS).

Di sisi lain, inflasi (CPI) Amerika Serikat yang naik ke 3,3% pada Jumat (10/4) menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tren 1–2 tahun terakhir yang rata-rata berada di kisaran 2,4%–3%. Kenaikan harga akibat konflik Timur Tengah meningkatkan ekspektasi bahwa inflasi akan tetap tinggi, sehingga mendorong investor melakukan diversifikasi ke aset alternatif seperti Bitcoin, serta memperkuat narasi sebagai safe haven di tengah tekanan pada nilai mata uang konvensional.

Pada kisaran harga US$74.000 – US$75.000 saat ini, pergerakan Bitcoin menunjukkan penguatan turut didukung oleh arus masuk dana (inflow) ke ETF Bitcoin spot yang mencapai sekitar US$1,94 miliar sepanjang Maret hingga April. Dukungan likuiditas ini memperkuat struktur harga dan menjaga momentum positif dalam jangka pendek.

Baca Juga :  Kajati Agus SP Pimpin Upacara Peringatan Harkitnas ke 117 Tahun 2025

Sentimen positif ini turut mendongkrak aset kripto lainnya. Berdasarkan data CoinMarketCap, Ethereum (ETH) terdongkrak naik 8% ke level US$2.380, diikuti Solana (SOL) yang menguat 5,2% ke US$86,60, serta BNB yang naik 3,2% ke posisi US$615,50.

Menurut Antony, dinamika ini menunjukkan bahwa industri kripto mulai memasuki fase baru dalam adopsinya.

“Jika sebelumnya kripto lebih banyak dipandang sebagai aset spekulatif, saat ini perannya mulai meluas ke ranah geopolitik dan perdagangan internasional. Ini adalah perkembangan yang penting, karena memperlihatkan bahwa teknologi blockchain memiliki relevansi yang semakin nyata dalam sistem ekonomi global,” tambahnya.

Meski demikian, Antony mengingatkan bahwa volatilitas tetap menjadi karakter utama pasar kripto. Faktor lain seperti kebutuhan likuiditas menjelang Producer Price Index dan penjualan pajak di Amerika Serikat, serta perubahan kebijakan moneter berpotensi mempengaruhi pergerakan harga jangka pendek. Oleh karena itu, investor diimbau untuk tetap mengedepankan manajemen risiko dan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan sentimen sesaat.

Baca Juga :  PAN Minta DPR Hentikan Gaji dan Tunjangan Eko Patrio dan Uya Kuya

Secara historis, April merupakan bulan positif bagi Bitcoin, dengan rata-rata kenaikan 69% sejak 2013 ditutup di zona hijau. Namun, tahun ini pergerakan pasar lebih dipengaruhi faktor geopolitik dan makroekonomi, serta dampak lanjutan dari koreksi harga tahun lalu. Hingga kuartal kedua 2026, Bitcoin tercatat naik sebesar 8,64%.

INDODAX melihat perkembangan ini mencerminkan pergeseran peran kripto dari sekadar instrumen investasi menjadi bagian dari dinamika ekonomi global. Dalam hal ini, INDODAX berkomitmen untuk terus menyediakan platform yang aman dan transparan, serta mendukung investor Indonesia dalam memahami dan merespons peluang di industri aset digital secara lebih bijak, guna mendorong terciptanya manfaat jangka panjang bagi para member. (Rls)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Tetapkan Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City sebagai Tersangka
Sekolah Negeri Boleh Tolak MBG, BGN: Harus Kesepakatan Bersama Satu Sekolah
Polresta Yogyakarta Usut Dugaan Pungli yang Dialami Pemilik Food Truck di Alun-alun Kidul
Pemilik Food Truck di Yogyakarta Curhat Kena Pungli Rp1 Juta Perhari Hingga Beri Jatah Makan Preman dan Oknum Polisi
Polda Metro Jaya Tangkap Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City
Kabar Gembira! Banggar DPR dan Pemerintah Sepakati Rp23 Triliun untuk Gaji PPPK 2027
Purbaya Sebut Danantara Keberatan Setor Rp120 Triliun ke Negara, Rosan: Kita Bicara dengan Menkeu Baru
SIM Kedaluwarsa Diminta Tetap Bisa Diperpanjang, Warga Gugat UU LLAJ ke MK

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 20:56 WIB

Polisi Tetapkan Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City sebagai Tersangka

Jumat, 18 September 2026 - 22:32 WIB

Polresta Yogyakarta Usut Dugaan Pungli yang Dialami Pemilik Food Truck di Alun-alun Kidul

Jumat, 18 September 2026 - 19:32 WIB

Pemilik Food Truck di Yogyakarta Curhat Kena Pungli Rp1 Juta Perhari Hingga Beri Jatah Makan Preman dan Oknum Polisi

Jumat, 18 September 2026 - 14:51 WIB

Polda Metro Jaya Tangkap Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City

Selasa, 15 September 2026 - 21:47 WIB

Kabar Gembira! Banggar DPR dan Pemerintah Sepakati Rp23 Triliun untuk Gaji PPPK 2027

Berita Terbaru