Mabes TNI Buka Suara Terkait 15 WNA China Serang 5 Prajurit di Tambang Emas Ketapang

- Redaksi

Selasa, 16 Desember 2025 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Mabes TNI buka suara terkait dugaan aksi penyerangan oleh 15 warga negara China di kawasan perusahaan pertambangan emas di Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) akhir pekan lalu.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan saat ini pihaknya mengumpulkan informasi terkait peristiwa tersebut.

“Terkait informasi tersebut, saat ini TNI masih mengumpulkan dan memverifikasi data di lapangan,” kata Freddy saat dikonfirmasi, Senin (15/12).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Disampaikan Freddy, pihaknya masih belum menerima informasi terkait kronologi maupun jumlah korban dalam peristiwa itu.

Baca Juga :  Akan Ditetapkan Sebagai Jalur Hijau, Pemko Pekanbaru Akan Tertibkan Reklame di Jalan Sudirman

“Belum ada informasi yang komprehensif terkait kronologi maupun jumlah korban. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan setelah data lengkap dan terkonfirmasi,” ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 15 WN China diduga terlibat keributan di kawasan perusahaan pertambangan emas di Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), Minggu (14/12). Belasan WN China itu diduga melakukan perusakan hingga penyerangan, termasuk terhadap anggota TNI.

Disebutkan setidaknya lima anggota TNI diserang dan dua kendaraan perusahaan dirusak kelompok WNA tersebut.

Para pelaku juga dikatakan berbekal senjata tajam (sajam) dan airsoft gun dalam aksinya tersebut.

Baca Juga :  Udara Pekanbaru Masih Berasap, Polantas Karib Turun ke Jalan Bagikan Ribuan Masker

Chief Security PT SRM, Imran Kurniawan mengatakan peristiwa bermula pada pukul 15.30 WIB saat anggota pengamanan sipil PT SRM sedang melaksanakan tugas jaga. Terlihat aktivitas penerbangan mode nirawak atau drone di sekitar area PT SRM oleh WN China.

Kemudian, pada pukul 15.40 WIB, sekitar 300 meter dari pintu PT SRM, anggota pengamanan perusahaan bersama anggota TNI langsung menemui empat WNA yang menerbangkan drone.

“Saat anggota pengamanan kami dan anggota TNI turun dari kendaraan, tiba-tiba datang sebelas WN China lainnya. Mereka membawa empat bilah sajam [senjata tajam] dan air softgun, serta alat setrum,” kata Imran, Minggu, seperti dikutip dari laman detikKalimantan.

Baca Juga :  Anggota Polda Riau jadi Korban Longsor di Sumbar, 1 Ditemukan Meninggal, 2 Hilang

Terpisah, Kapolsek Tumbang Titi, Iptu Made Adyana membenarkan peristiwa tersebut. Namun, ia menyebut saat ini situasi sudah kondusif.

“Sampai dengan saat ini situasi kondusif,” ucap dia. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, PVMBG Imbau Warga Jauhi Radius 3 Kilometer
Pabrik Sabun di KEK Sei Mangkei Simalungun Terbakar, 3 Orang Pekerja Ditemukan Tewas
Mayat Pria Ditemukan di dalam Gardu LRT Pancoran, PLN Temukan Kabel dan Komponen Rusak
Kasus Kematian Robby Harianda, JPU Tuntut 4 Terdakwa hingga 14 Tahun Penjara
Viral! Ambil Barbuk Kecelakaan Diminta Bayar Rp1 Juta, Kapolresta Surabaya Minta Maaf dan Janji Beri Sanksi Tegas
TNI Kembali Kerahkan 248 Personel Penyuluh untuk Perkuat Penanganan Karhutla
Kericuhan Pasca Demo di DPR, Seorang Lansia Pedagang Cermin Tewas di Keroyok Sekelompok Orang
Cekcok Berujung Maut, Jukir Minimarket di Palu Tewas Ditembak Anggota Propam Polda Sulawesi Tengah

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 08:48 WIB

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, PVMBG Imbau Warga Jauhi Radius 3 Kilometer

Kamis, 3 September 2026 - 16:42 WIB

Pabrik Sabun di KEK Sei Mangkei Simalungun Terbakar, 3 Orang Pekerja Ditemukan Tewas

Rabu, 2 September 2026 - 09:03 WIB

Mayat Pria Ditemukan di dalam Gardu LRT Pancoran, PLN Temukan Kabel dan Komponen Rusak

Selasa, 1 September 2026 - 12:27 WIB

Kasus Kematian Robby Harianda, JPU Tuntut 4 Terdakwa hingga 14 Tahun Penjara

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:15 WIB

Viral! Ambil Barbuk Kecelakaan Diminta Bayar Rp1 Juta, Kapolresta Surabaya Minta Maaf dan Janji Beri Sanksi Tegas

Berita Terbaru