SUARANEWS86.COM || Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau segera melakukan pelebaran U-Turn di Jalan Tuanku Tambusai atau Jalan Nangka, Pekanbaru, sebagai upaya mengurai kemacetan di kawasan Simpang SKA.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi, mengatakan pelebaran U-Turn akan dilakukan pada dua titik, yakni di depan Rumah Sakit Hermina dan sebelum Masjid Abu Darda.
Menurutnya, pelebaran tersebut dilakukan menyusul rencana pemberlakuan rekayasa lalu lintas berupa penutupan akses jalan di bawah flyover serta peniadaan lampu lalu lintas (traffic light) di persimpangan SKA Pekanbaru.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pelebaran U-Turn di Jalan Tuanku Tambusai segera kita lakukan. InsyaAllah bulan Juli sudah mulai proses,” kata Zulfahmi, Jumat (19/6/2026).
Ia menjelaskan, langkah pelebaran U-Turn dan rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan guna mengurangi kepadatan kendaraan di persimpangan Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Tuanku Tambusai yang selama ini kerap mengalami kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk.
“Karena ini sudah menjadi atensi pimpinan agar kita harus bergerak cepat. Sebab pada jam sibuk, persimpangan tersebut sering mengalami antrean panjang hingga menyebabkan kemacetan dan banyak dikeluhkan masyarakat,” ujarnya.
Zulfahmi menambahkan, pelebaran U-Turn saat ini difokuskan di Jalan Tuanku Tambusai karena Jalan Soekarno-Hatta telah memiliki fasilitas flyover yang berfungsi mendukung kelancaran arus lalu lintas.
Meski demikian, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan melakukan pelebaran di titik lain apabila dibutuhkan berdasarkan hasil evaluasi di lapangan.
“Namun kita lihat perkembangan ke depan. Jika memang diperlukan, bisa saja dilakukan pelebaran U-Turn di depan Hotel Grand Suka maupun U-Turn di depan Lotte Mart,” jelasnya.
Sebelumnya, Pemprov Riau juga berencana menerapkan rekayasa lalu lintas baru berupa penutupan akses jalan di bawah flyover dan peniadaan lampu merah di Simpang SKA Pekanbaru.
Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto menilai keberadaan flyover yang sebelumnya dibangun untuk mengurangi kemacetan belum memberikan hasil yang maksimal.
“Tujuan dibangunnya flyover itu untuk mengurai kemacetan, tetapi yang dirasakan masyarakat saat ini justru masih terjadi kemacetan. Karena itu kita akan menciptakan pola arus lalu lintas baru dengan meniadakan lampu merah di Simpang SKA,” kata SF Hariyanto.
Ia menegaskan, kebijakan rekayasa lalu lintas tersebut ditargetkan mulai diterapkan pada tahun ini guna mengurangi kepadatan kendaraan, khususnya di kawasan pusat aktivitas dan pusat perbelanjaan.
Dengan adanya pelebaran U-Turn dan rekayasa lalu lintas yang direncanakan, diharapkan arus kendaraan di kawasan Simpang SKA Pekanbaru menjadi lebih lancar dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jalan. **
Editor : Reza























