Koalisi Sipil Desak Kapolri Mundur atau Dicopot

- Redaksi

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Koalisi yang terdiri dari 200 lebih organisasi masyarakat sipil mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mundur dari jabatannya. Desakan tersebut menyusul kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap masyarakat saat demo di Jakarta dan kota-kota lainnya pada Kamis, 28 Agustus 2025.

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur mengatakab jika Jenderal Sigit tidak mundur, maka Koalisi mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mencopotnya.

“Kapolri wajib mundur atau Presiden segera mencopot Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri yang gagal mengubah watak represif Polri,” ujar Isnur dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/8). YLBHI merupakan bagian dari Koalisi Masyatakat Sipil.

Ia menyayangkan tindakan represif aparat dalam menanggapi demonstrasi yang terjadi sebagai respons kebijakan ugal-ugalan DPR dan pemerintah.

Menurutnya, tindakan brutal aparat yang bersenjata mematikan tak hanya melanggar prinsip demokrasi dan hak asasi manusia. Tindakan tersebut juga menegaskan bahwa pemerintah dan aparat gagal menjaga amanat reformasi, yaitu menjadikan negara yang berpihak pada rakyat.

“Patut diingat bahwa kekerasan berujung pembunuhan oleh aparat dalam aksi demonstrasi bukan kali pertama terjadi,” kata Isnur.

Ia menyebutkan dalam 1 tahun terakhir (Juli 2024-Juni 2025), terdapat 55 warga meninggal dunia. Rinciannya 10 orang meninggal akibat penyiksaan, 37 orang akibat pembunuhan di luar hukum, dan 8 orang akibat salah tangkap.

Baca Juga :  Reshufle Kabinet, Prabowo Lantik Sejumlah Tokoh dan Pejabat, Berikut Daftarnya!

Menurutnya, Polri tidak bertransformasi menjadi institusi sipil yang humanis, tapi melanggengkan wajah lama yang represif, biadab, dan anti demokrasi.

Isnur menilai berulangnya tindakan kekerasan oleh polisi menandakan evaluasi, kontrol, dan akuntabilitas Polri selama ini hanya omong kosong. Padahal reformasi Polri adalah cita-cita yang paling diharapkan dalam reformasi pasca Orde Baru.

“Tewasnya warga di tangan Polisi tidak bisa dianggap insiden semata, melainkan kejahatan negara yang harus dipertanggungjawabkan dan direspons dengan audit menyeluruh penggunaan kewenangan dan persenjataan Polri,” Isnur menegaskan.

Ia meminta Kapolri dan Presiden Prabowo bertanggung jawab penuh, mengadili, dan memproses secara transparan anggota polisi serta pemberi perintah tindakan kekerasan terhadap massa aksi.

Baca Juga :  Napi di Riau Kendalikan Penjualan Narkoba, Anak Buah Bawa Sabu Pakai Fortuner

“YLBHI menegaskan tak hanya Kapolri, tapi institusi Polri secara keseluruhan harus dievaluasi dan direformasi,” ia menandaskan. **

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terkait Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo, Polisi Geledah 2 Pondok Pesantren
Limit Lelang di Bawah Nilai Appraisal, BRI Kramat Hadapi Ancaman Gugatan Hukum
Pengendara Motor Tewas Ditempat Usai Alami Kecelakaan dengan Truk di Jalan Siak II Pekanbaru
Polisi Larang Jurnalis Meliput Demo di Bundaran HI, Polda Metro Jaya Sampaikan Permintaan Maaf
Terkait Kasus Pemerasan, Andi Syafrani Minta Media Akurat: Yusril Koto Kader LSMLIRA Indonesia Bukan LIRA
Luhut Usul ke Prabowo Kerugian Negara Bukan Tindak Pidana Korupsi
Viral! Aksi Arogan Ajudan Gubernur Kaltim ke Mahasiswa Demo
Warga Limbungan Dibuat Geger! Mayat Pria Paruh Baya Ditemukan Didalam Rumah, Polisi Amankan Anak Kandung

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Terkait Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo, Polisi Geledah 2 Pondok Pesantren

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Limit Lelang di Bawah Nilai Appraisal, BRI Kramat Hadapi Ancaman Gugatan Hukum

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Pengendara Motor Tewas Ditempat Usai Alami Kecelakaan dengan Truk di Jalan Siak II Pekanbaru

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Polisi Larang Jurnalis Meliput Demo di Bundaran HI, Polda Metro Jaya Sampaikan Permintaan Maaf

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:02 WIB

Terkait Kasus Pemerasan, Andi Syafrani Minta Media Akurat: Yusril Koto Kader LSMLIRA Indonesia Bukan LIRA

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page