Disdik Pekanbaru Terus Pantau Kualitas Udara, PJJ akan Diterapkan Kembali Apabila ISPU Capai 201

- Redaksi

Selasa, 15 September 2026 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || PEKANBARU — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian dalam pelaksanaan pembelajaran di Kota Pekanbaru. Dinas Pendidikan memastikan pola belajar di sekolah akan disesuaikan dengan kondisi kualitas udara dan perkembangan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan, kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran (SE) Kemendikdasmen Nomor 20 Tahun 2026 tentang penyesuaian pelaksanaan pembelajaran berdasarkan kategori kualitas udara atau ISPU.

Menurut Jamal, berdasarkan pemantauan laman resmi BMKG, kualitas udara di Pekanbaru hingga Selasa (15/9/2026) belum mencapai ISPU 201. Dengan kondisi tersebut, pembelajaran tatap muka masih dapat dilaksanakan, tetapi perkembangan kualitas udara akan terus dipantau.

“Untuk saat ini ISPU belum sampai 201. Perkembangannya akan terus kita pantau,” kata Jamal, Selasa (15/9/2026).

Dalam ketentuan tersebut, ISPU 1–50 atau kategori baik memungkinkan pembelajaran tatap muka berlangsung normal. Sementara pada ISPU 51–100 atau kategori sedang, pembelajaran tatap muka tetap berjalan dengan pembatasan aktivitas di luar ruangan.

Ketika ISPU berada pada angka 101–200 atau kategori tidak sehat, pembelajaran tatap muka dilakukan secara terbatas. Peserta didik kelompok rentan, seperti siswa PAUD, SD kelas I–III, SLB, serta siswa dengan penyakit penyerta, dialihkan ke pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Baca Juga :  Pipa Gas Tanam PT TGI di Kemuning Inhil Meledak, Kobaran Api Menjulang Tinggi

Jika ISPU mencapai 201–300 atau kategori sangat tidak sehat, pembelajaran tatap muka dihentikan sementara dan seluruh kegiatan pembelajaran dilakukan melalui PJJ. Ketentuan serupa berlaku apabila kualitas udara berada di atas ISPU 300 atau masuk kategori berbahaya.

Jamal menegaskan, keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pola pembelajaran selama Pekanbaru terdampak asap karhutla.

“Perkembangan kualitas udara akan terus dipantau. Penyesuaian pembelajaran dilakukan untuk memastikan anak-anak tetap aman dan hak mereka untuk mendapatkan pendidikan tetap terpenuhi,” ujarnya. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari ke 6 Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Satgas Preventif Kedepankan Edukasi Humanis di Pasar Sail
Segera Diresmikan, Pemko Ubah Kawasan Kumuh Dibawah Jembatan Siak I Jadi Ruang Publik Modern
Mantan Bupati Siak Arwin AS Wafat, Afni Zulkifli: Saya Seperti Anak Kehilangan Bapak
Puluhan Pengemudi Segel Kantor Maxim Pekanbaru, Tolak Program Berbayar
Mulai 1 November, RS Awal Bros Hangtuah Resmi Layani Pasien BPJS Kesehatan
Perbaikan dan Pemeliharaan Jembatan Siak III Akan Segera Dimulai, Arus Lalin Akan Dialihkan ke Jembatan Siak I
Pohon Tumbang di Jalan Sudirman Timpa Innova, DLHK Pekanbaru Temukan Akar Bekas Dibakar
Pengendara Motor Tewas Ditempat Usai Alami Kecelakaan dengan Truk di Jalan Siak II Pekanbaru

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Hari ke 6 Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Satgas Preventif Kedepankan Edukasi Humanis di Pasar Sail

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Segera Diresmikan, Pemko Ubah Kawasan Kumuh Dibawah Jembatan Siak I Jadi Ruang Publik Modern

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Mantan Bupati Siak Arwin AS Wafat, Afni Zulkifli: Saya Seperti Anak Kehilangan Bapak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Puluhan Pengemudi Segel Kantor Maxim Pekanbaru, Tolak Program Berbayar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Mulai 1 November, RS Awal Bros Hangtuah Resmi Layani Pasien BPJS Kesehatan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page