Jadi Dokter Gadungan, Finalis Putri Indonesia Riau 2024 Ditetapkan sebagai Tersangka

- Redaksi

Rabu, 29 April 2026 - 09:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Kasus dugaan praktik dokter gadungan yang melakukan tindakan medis ilegal di Kota Pekanbaru mulai menemui titik terang.

Polisi menangkap terlapor berinisial JRF alias Jenny, yang diketahui merupakan finalis Puteri Indonesia Riau 2024.

Penangkapan dilakukan oleh Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Riau. Saat ini, JRF telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Iya, benar. Sudah (ditahan),” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan saat dikonfirmasi, Selasa malam.

Dalam kasus ini, korban diketahui berinisial AA dan NS. Namun jumlah korban diduga mencapai belasan orang.

Kuasa hukum korban, Mark Harianja, mengatakan laporan terhadap JRF telah diajukan sejak 25 November 2025 dan resmi diterbitkan polisi pada 6 April 2026.

“Pada 25 November 2025 kami mengajukan aduan terhadap terlapor inisial JRF, yang merupakan pemilik Arauana Beauty Aesthetic Clinic. Dia mengaku sebagai dokter tanpa memiliki STR dan SIP,” ujar Mark didampingi Al Qudri Tambusai.

Baca Juga :  Pemko Pekanbaru Imbau Masyarakat Tetap Waspada Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

Mark mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam menangani kasus tersebut.

“Kami mengapresiasi kinerja Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polda Riau dan Ditreskrimsus Subdit 4 yang telah bekerja maksimal dalam mengungkap kasus ini,” katanya.

Ia menyebutkan, hingga saat ini korban mencapai sekitar 15 orang. Para korban diduga mengalami kerugian akibat tindakan medis ilegal tersebut.

“Bagi korban lain yang mengalami kerugian akibat tindakan operasi oleh yang bersangkutan, kami harapkan segera melapor,” ujarnya.

Mark menjelaskan, modus pelaku adalah mengaku sebagai dokter dan menawarkan tindakan kecantikan dengan harga diskon besar di sebuah klinik estetika di Pekanbaru.

Baca Juga :  Kejaksaan Agung Memeriksa 6 Orang Saksi Terkait Perkara Minyak Mentah PT Pertamina

“Modusnya, yang bersangkutan mengaku sebagai dokter dan menawarkan tindakan operasi dengan diskon besar. Namun dari tindakan tersebut, klien kami justru mengalami kerusakan fisik yang sangat fatal,” jelasnya.

Sejumlah korban dilaporkan mengalami luka serius, mulai dari kerusakan pada alis, wajah, bibir hingga telinga. Bahkan, sebagian korban disebut mengalami cacat permanen dan trauma psikologis.

“Ada korban yang alisnya rusak, wajah mengalami luka serius, hingga bagian bibir dan telinga mengalami kerusakan. Selain itu, korban juga mengalami trauma mental hingga saat ini,” ungkap Mark.

Adapun tindakan yang dilakukan pelaku antara lain prosedur facelift dan operasi bibir. Namun hasilnya tidak sesuai standar medis dan justru merugikan korban.

Mark menegaskan pihaknya telah memperoleh konfirmasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang menyatakan bahwa JRF bukan seorang dokter dan tidak memiliki legalitas praktik medis.

Baca Juga :  Pohon Tumbang di Pemalang Timpa Jemaah Shalat Ied, Dua Orang Tewas

“Kami telah menerima surat dari IDI yang menyatakan bahwa yang bersangkutan bukan dokter dan tidak memiliki STR maupun SIP,” tegasnya.

Dari informasi yang dihimpun, JRF diketahui berlatar belakang Sarjana Sastra Inggris. Namun ia diduga berperan sebagai pemilik sekaligus pelaku tindakan medis di klinik tersebut.

Saat ini, kasus telah memasuki tahap penyidikan. Pihak kuasa hukum berharap proses hukum berjalan transparan hingga persidangan.

“Kami berharap perkara ini dapat berjalan secara transparan hingga persidangan dan memberikan keadilan bagi para korban,” tutup Mark.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 439 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan juncto Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari ke 5, TNI Bersama Masyarakat Gesa Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Sukaraja Kuansing
Peduli Kesehatan WBP, Klinik Pratama Lapas Narkotika Rumbai Bagikan Vitamin
Komitmen Wujudkan “Zero Halinar”, Lapas Narkotika Rumbai Gelar Razia Rutin Blok Hunian
Patroli Malam Sat PJR Tol Permai: Tertibkan Kendaraan di Bahu Jalan, Jaga Keselamatan Pengguna Tol
Pria di Pekanbaru Minta Bantuan Damkar Lepas Cincin di Kemaluan
Kanwil Dirjenpas Riau, Maizar Tegaskan Mekanisme Pemindahan Napi ke Lapas Nusakambangan
Peringati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun, Lapas Narkotika Rumbai Salurkan Bantuan Gerobak dan Sembako
Syukuran Jembatan Perintis Garuda, Dandim 0302/Inhu: Buka Akses dan Dongkrak Ekonomi Warga

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 13:01 WIB

Hari ke 5, TNI Bersama Masyarakat Gesa Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Sukaraja Kuansing

Rabu, 29 April 2026 - 13:01 WIB

Peduli Kesehatan WBP, Klinik Pratama Lapas Narkotika Rumbai Bagikan Vitamin

Rabu, 29 April 2026 - 12:59 WIB

Komitmen Wujudkan “Zero Halinar”, Lapas Narkotika Rumbai Gelar Razia Rutin Blok Hunian

Rabu, 29 April 2026 - 12:10 WIB

Patroli Malam Sat PJR Tol Permai: Tertibkan Kendaraan di Bahu Jalan, Jaga Keselamatan Pengguna Tol

Rabu, 29 April 2026 - 10:01 WIB

Pria di Pekanbaru Minta Bantuan Damkar Lepas Cincin di Kemaluan

Berita Terbaru