Heboh! Guru di Jambi Dikeroyok Siswa Sendiri, Begini Kronologinya

- Redaksi

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Agus Saputra, guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, dikeroyok oleh sejumlah siswanya. Pengeroyokan itu terjadi di lingkungan sekolah saat masih jam kegiatan belajar.

Video sang guru dikeroyok oleh siswanya itu viral di media sosial. Bahkan, dalam video lain sang guru tersebut sempat membubarkan siswanya dengan mengacungkan celurit untuk membubarkan siswanya.

Melansir DetikSumbagsel, Agus mengatakan kejadian itu terjadi pada Selasa (13/1/2026) pagi saat kegiatan belajar berlangsung. Ketika itu, kata Agus, dirinya sedang berjalan di depan kelas dan mendengar salah satunya siswanya menegurnya dengan kata-kata tidak pantas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kejadiannya berawal peneguran siswa di kelas di saat belajar ada guru, dia (siswa) menegur dengan tidak hormat dan tidak sopan kepada saya, dengan meneriakkan kata yang tidak pantas kepada saya saat belajar,” kata Agus, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga :  Istana Sebut Teror Kepala Babi di Kantor Tempo Bukan Ancaman

Mendengar ucapan itu, Agus masuk ke dalam kelas. Dia meminta siswa di kelas tersebut untuk mengaku siapa yang mengucapkan kalimat tersebut.

Salah satu siswanya pun mengaku. Menurut Agus, saat itu siswanya malah menantang dirinya. Sehingga, Agus mengakui melakukan tindakan menampar siswanya itu.

“Saya masuk ke kelas memanggil siapa yang meneriakkan saya seperti itu. Dia langsung menantang saya, akhir saya refleks menampar muka dia,” ujarnya.

Menurut Agus, tindakan itu sebagai bentuk pendidikan moral. Namun, sang siswa bereaksi marah. Kejadian bergulir sampai dimediasi oleh guru-guru lainnya.

Sementara itu, di sisi lain sejumlah siswa mengaku Agus telah menghina salah satu murid dengan perkataan ‘miskin’ yang memicu keributan tersebut. Namun, menurut Agus, perkataan itu konteks motivasi dan tidak bermaksud menghina.

Baca Juga :  Lapas Kelas IIA Pekanbaru Gandeng DLHK, Warga Binaan Dibekali Penyuluhan Pengelolaan Sampah

“Iya saya melontarkan sebagai motivasi, saya tidak bermaksud mengejek. Saya menceritakan secara umum. Saya mengatakan, ‘kalau kita kurang mampu, kalau bisa jangan bertingkah macam-macam’. Itu secara motivasi pembicaraan,” ungkapnya.

Saat mediasi itu, Agus memberi pilihan kepada siswanya untuk membuat petisi jika tidak menginginkan dirinya mengajar lagi sana. Atau, kata dia, dia meminta siswanya berubah. Akan tetapi, di sisi lain, siswa meminta Agus meminta maaf.

Mediasi itu pun menemui jalan buntu. Hingga akhirnya, ketika berjalan menuju ruang guru, Agus dikeroyok oleh sejumlah siswanya.

“Setelah mediasi itu, saya diajak komite ke kantor. Di saat itulah terjadi pengeroyokan oleh saya,” ujarnya.

Keributan itu pun berlanjut hingga jam belajar selesai di sore hari. Para siswa yang tidak terima mengancam Agus hingga melemparinya dengan batu. Agus mengaku memang sempat bereaksi mengacungkan celurit sebagaimana videonya yang beredar. Namun, kata dia, hal itu sebagai gertakan agar para peserta didiknya itu membubarkan diri.

Baca Juga :  Harga Bitcoin Koreksi di Bawah US$100.000 Usai Shutdown AS Berakhir, Apa Penyebabnya?

“Kebetulan kami itu SMK pertanian, memang kayak cangkul dan celurit lainnya memang tersedia di kantor. Kenapa saya memakai itu? Agar mereka bubar, tidak ada niat lain saya untuk itu. Pada kenyataannya mereka juga tidak bubar, malah melempari saya dengan batu,” terang Agus.

Usai kejadian itu, Agus sendiri mengadukan persoalan itu ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Dia berharap pihak dinas bisa menengahkan kejadian ini. Dari pengeroyokan itu, Agus mengalami memar di badan dan pipinya. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Siapkan Bansos Digital untuk 50 Juta Masyarakat Desil 1-5
Anaknya Masuk Desil 7, Purbaya Soroti Data BPS yang Meleset
HUT ke-25 Demokrat, Afrian Mukhlas: Partai Harus Makin Kokoh Jadi Rumah Kebangsaan dan Pro-Rakyat
HUT Ke-25 Partai Demokrat, DPC Sumenep Gaungkan Semangat Mengabdi di Momentum Maulid Nabi
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, PVMBG Imbau Warga Jauhi Radius 3 Kilometer
Pabrik Sabun di KEK Sei Mangkei Simalungun Terbakar, 3 Orang Pekerja Ditemukan Tewas
Mayat Pria Ditemukan di dalam Gardu LRT Pancoran, PLN Temukan Kabel dan Komponen Rusak
Kasus Kematian Robby Harianda, JPU Tuntut 4 Terdakwa hingga 14 Tahun Penjara

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 17:14 WIB

Pemerintah Siapkan Bansos Digital untuk 50 Juta Masyarakat Desil 1-5

Kamis, 10 September 2026 - 14:04 WIB

Anaknya Masuk Desil 7, Purbaya Soroti Data BPS yang Meleset

Rabu, 9 September 2026 - 18:32 WIB

HUT Ke-25 Partai Demokrat, DPC Sumenep Gaungkan Semangat Mengabdi di Momentum Maulid Nabi

Sabtu, 5 September 2026 - 08:48 WIB

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, PVMBG Imbau Warga Jauhi Radius 3 Kilometer

Kamis, 3 September 2026 - 16:42 WIB

Pabrik Sabun di KEK Sei Mangkei Simalungun Terbakar, 3 Orang Pekerja Ditemukan Tewas

Berita Terbaru

Indragiri Hulu

Tim Penyuluh Karhutla Berikan Edukasi kepada Masyarakat di Lirik Inhu

Kamis, 10 Sep 2026 - 17:45 WIB