Harga Bitcoin Melesat, Sentuh Rp1,56 Miliar di Tengah Aksi Beli Institusi

- Redaksi

Kamis, 24 April 2025 - 13:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM | Jakarta – Harga Bitcoin kembali menunjukkan kekuatannya denganmenembus angka sekitar US$93.000 atau sekitar Rp1,56 miliar pada pekan ini, menciptakanmomentum baru di pasar kripto global. Pasalnya, kenaikan ini menjadi salah satu yang palingditunggu sejak bulan lalu, sekaligus menjadi sinyal kuat akan berlanjutnya tren bullishBitcoin di tengah ketidakpastian makroekonomi global.

Salah satu faktor utama pendorong lonjakan harga ini adalah aksi beli masif dari institusibesar seperti MicroStrategy (Strategy), yang baru saja membeli 6.556 BTC senilai $555,8juta, yang dibeli dari 14-20 April 2025. Transaksi tersebut menambah total kepemilikanBitcoin perusahaan menjadi 538.200 BTC, menjadikannya perusahaan publik dengankepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.

Walaupun sempat mencatat kerugian sementara hingga $6 miliar pada April 2025 karenaharga Bitcoin turun, perusahaan ini tetap yakin dan konsisten dengan keyakinannya bahwaBitcoin punya masa depan cerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepemilikan besar oleh institusi seperti MicroStrategy memberi dorongan kepercayaan bagiinvestor ritel. Tak hanya itu, data dari Farside Investors menunjukkan bahwa ETF Bitcoinspot mencatat arus masuk bersih sebesar $381,3 juta dalam satu hari, tertinggi sejak 30 Januari 2025.

Kembalinya investor institusi menandakan bahwa pasar mulai mengalami rotasi dari asettradisional menuju aset digital. Sentimen ini diperkuat dengan melemahnya pasar sahamakibat ketegangan geopolitik, terutama ketegangan antara Presiden AS Donald Trump danKetua The Fed, Jerome Powell.

Baca Juga :  Pastikan Jalur Aman saat Nataru, Ditlantas Polda Riau Tinjau Pendakian Panorama Kampar

Trump secara terbuka menyerang Powell dan mendesaknya untuk menurunkan suku bungasecara preventif. Ketegangan ini menimbulkan kekhawatiran akan independensi The Fed danmemperburuk volatilitas di pasar tradisional, yang pada akhirnya membuat investor mencarilindung nilai alternatif seperti Bitcoin.

“Investor Besar dan Institusi Dorong Kenaikan Harga Bitcoin”

CEO INDODAX, Oscar Darmawan, menanggapi fenomena ini dengan optimisme. Iamenyebut bahwa lonjakan harga Bitcoin bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja, melainkanbuah dari adopsi jangka panjang dan kepercayaan publik terhadap aset digital yang semakin besar.

“Bitcoin sedang mengalami validasi ulang sebagai aset safe haven. Ketika dunia dihantuiinflasi, gejolak geopolitik, dan ketidakpastian suku bunga, justru BTC memperlihatkanketahanannya. Ini bukan hanya tren, ini pergeseran paradigma,” ujar Oscar.

Oscar juga menyoroti bahwa lonjakan harga Bitcoin kali ini tidak didominasi oleh spekulasiritel semata. Data menunjukkan bahwa investor besar dan institusi menjadi pendorong utamakenaikan harga, yang berarti adopsi Bitcoin sudah memasuki fase kedewasaan baru.

Selain itu, ia menambahkan bahwa pergerakan altcoin juga memperlihatkan tren positif meskitidak setinggi Bitcoin. Ethereum naik 13% dalam sepekan terakhir menjadi sekitar US$1.790,Solana melonjak 4,2% di angka sekitar $151, dan Polygon bahkan naik hingga 10% di angkasekitar $4,08.

Baca Juga :  Polsek Bagan Sinembah Sambut Kunjungan TK Ananda, Edukasi Anak tentang Peran Polisi

Menurut Oscar, lonjakan harga ini menjadi sinyal kuat bagi investor ritel di Indonesia untuktidak tergesa-gesa mengambil keuntungan jangka pendek. Ia mengimbau agar masyarakatmulai membangun strategi investasi jangka panjang yang berlandaskan kesabaran dankepercayaan terhadap fundamental Bitcoin.

“Jangan tergoda untuk panic selling saat harga naik. Justru sekarang adalah saat untukmempertahankan aset. Sejarah menunjukkan bahwa mereka yang ‘diamond hand’—yangsabar dan tidak mudah tergoda—adalah yang meraih keuntungan terbesar,” tegas Oscar.

Ia juga mengingatkan bahwa proyeksi jangka panjang Bitcoin sangat menjanjikan. StandardChartered masih mempertahankan prediksi bahwa harga Bitcoin bisa mencapai $200.000(sekitar Rp3,37 miliar) pada akhir 2025. Bahkan, tokoh finansial global Robert Kiyosakimemprediksi BTC bisa melampaui $350.000 (Rp5,9 miliar) pada tahun yang sama.

Kondisi ini membuat Oscar optimistis terhadap masa depan aset kripto di Indonesia. Iamenyebutkan bahwa volume transaksi di INDODAX naik 1,5% senilai Rp9,8 triliun dariawal bulan April. Hal ini menandakan bahwa minat masyarakat terhadap Bitcoin dan asetdigital lainnya terus tumbuh.

Baca Juga :  Sentuhan Kasih dari Balik Jeruji: Lapas Kelas IIA Pekanbaru Gelar Bakti Sosial Jelang Natal

“Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat kita semakin memahami pentingnya aset digitaldalam portofolio investasi mereka. Adopsi bukan hanya tren luar negeri, tapi jugaberkembang sangat cepat di dalam negeri,” jelasnya.

Oscar juga menegaskan bahwa investor pemula tidak perlu menunggu “harga koreksi” untukmulai masuk pasar. Strategi seperti Dollar Cost Averaging (DCA) dapat digunakan untukmulai berinvestasi secara konsisten tanpa harus menebak puncak atau dasar harga.

Ia mengajak masyarakat untuk mulai mengubah pola pikir terhadap Bitcoin dari spekulatifmenjadi strategis. Bitcoin bukan lagi instrumen yang diperdagangkan untuk cuan cepat,melainkan instrumen keuangan modern yang patut diperhitungkan dalam rencana keuanganjangka panjang.

“Saya percaya Bitcoin adalah bentuk revolusi teknologi dan keuangan. Nilainya akan terusnaik seiring meningkatnya adopsi dan terbatasnya suplai. Yang sabar pasti panen. Yang setiamenunggu adalah yang akan menikmati hasil besar,” tambah Oscar.

Dengan semua data dan sentimen positif yang mengalir ke pasar, momentum saat ini bukansaat untuk menjual, melainkan saat untuk melihat lebih jauh ke depan—ke masa depan sistemkeuangan global yang lebih terbuka, transparan, dan terdesentralisasi. (Fa)

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendagri Usulkan Penerapan Denda untuk Pengurusan e-KTP Hilang
Ikuti Retreat Nasional di Magelang, Muhammad Isa Lahamid : “Retreat Nasional Memiliki Makna Strategis yang Jauh Melampaui Kegiatan Seremonial”
KPK Temukan 8 Potensi Korupsi dalam Program MBG
Pers Indonesia Berduka, Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia Akibat Serangan Jantung
Menteri ESDM: Hingga Akhir Tahun 2026, Harga BBM Subsidi Tak Akan Mengalami Kenaikan
Bentuk Penghormatan Negara, Panglima TNI Pimpin Upacara Pemakaman Militer
UNIFIL Gelar Upacara Memorial untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Selatan
Pererat Kemitraan Strategis, Panglima TNI Terima Courtesy Call Panglima Angkatan Tentera Malaysia

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 21:10 WIB

Kemendagri Usulkan Penerapan Denda untuk Pengurusan e-KTP Hilang

Minggu, 19 April 2026 - 13:06 WIB

Ikuti Retreat Nasional di Magelang, Muhammad Isa Lahamid : “Retreat Nasional Memiliki Makna Strategis yang Jauh Melampaui Kegiatan Seremonial”

Sabtu, 18 April 2026 - 15:42 WIB

KPK Temukan 8 Potensi Korupsi dalam Program MBG

Sabtu, 18 April 2026 - 10:45 WIB

Pers Indonesia Berduka, Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia Akibat Serangan Jantung

Jumat, 17 April 2026 - 14:09 WIB

Menteri ESDM: Hingga Akhir Tahun 2026, Harga BBM Subsidi Tak Akan Mengalami Kenaikan

Berita Terbaru