SUARANEWS86.COM || Gunung Anak Krakatau di wilayah Selat Sunda kembali mengalami erupsi yang menghasilkan fenomena lava fountain atau lava air mancur. Aktivitas erupsi juga disertai suara dentuman dan gemuruh yang terdengar hingga Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Pasauran, Kabupaten Serang.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui situs Magma Indonesia, pengamatan dilakukan selama enam jam, mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, Sabtu (5/9/2026).
Dalam laporan tersebut, cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau terpantau berawan hingga mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat laut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pengamatan visual: Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati,” tulis pengamat gunung api Rioboniek Situmorang dalam laporannya.
PVMBG menyebut aktivitas erupsi berlangsung secara terus-menerus sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB hingga laporan pengamatan dibuat pada Sabtu pagi.
“Kondisi terkini Gunung Anak Krakatau erupsi menerus, berlangsung sejak tanggal 04 September 2026 pukul 23:07 WIB hingga saat laporan ini dibuat,” lanjut laporan tersebut.
Dalam pengamatan, juga teridentifikasi fenomena lava fountain atau lava air mancur. Suara dentuman dan gemuruh terdengar dari Pos PGA Pasauran.
“Kondisi erupsi seperti ini diinterpretasikan sebagai ‘lava fountain’ atau lava air mancur. Terdengar dentuman dan gemuruh dari Pos PGA Pasauran. CCTV pengamatan di lapangan off terkena lontaran,” jelasnya.
Dari hasil pengamatan kegempaan, tercatat satu kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 21.600 detik.
PVMBG menyatakan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.
“Tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau Level III (Siaga),” jelasnya.
PVMBG mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
“Rekomendasi: Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif,” imbaunya. **
Editor : Reza


























