Erdogan: Netanyahu Lebih Kejam dari Hitler, Iran Punya Hak Bela Diri atas Agresi Israel

- Redaksi

Sabtu, 21 Juni 2025 - 23:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, kembali melontarkan kritik tajam terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, terkait agresi militer Israel ke Gaza. Dalam pidatonya pada Kamis (19/6/2025), Erdogan menyebut kekejaman yang dilakukan Israel terhadap warga sipil Palestina telah melampaui kekejaman yang dilakukan oleh Adolf Hitler selama Perang Dunia II.

“Gambar-gambar mengerikan dari Perang Dunia II tak seberapa dibandingkan dengan apa yang kita lihat setiap hari dari Gaza. Netanyahu telah lama melampaui kekejaman Hitler,” tegas Erdogan dalam pidato yang disiarkan secara nasional.

Baca Juga :  Rekaman Rudal Hipersonik Iran Viral, Netizen Juluki “Naga Terbang dari Timur Tengah”

Pernyataan keras Erdogan muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, menyusul eskalasi terbaru antara Israel dan Iran. Erdogan menegaskan bahwa langkah Iran untuk merespons serangan Israel merupakan hak sah sebuah negara untuk membela diri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika Israel menyerang, maka Iran memiliki hak untuk membela diri. Ini legal dan sesuai dengan prinsip kedaulatan negara,” lanjutnya.

Selain mengkritik Israel, Erdogan juga menyebut komunitas internasional bersikap hipokrit dan tidak konsisten dalam menyikapi pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Gaza. Ia menyerukan agar para pemimpin dunia segera mengambil langkah konkret untuk menghentikan kekejaman terhadap warga Palestina.

Baca Juga :  RI Kutuk Serangan Militer Besar-besaran Israel di Jenin, Tepi Barat

Ketegangan diplomatik antara Ankara dan Tel Aviv pun diprediksi semakin memanas, seiring dengan sikap Turki yang konsisten menyoroti pelanggaran Israel terhadap rakyat Palestina. Dalam beberapa pekan terakhir, hubungan kedua negara kembali memburuk setelah Turki menarik duta besarnya dari Israel sebagai bentuk protes.

Turki dijadwalkan menggelar pertemuan darurat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam waktu dekat untuk membahas krisis yang semakin memburuk di Gaza. **

Sumber: Cadena SER, Huffington Post Global, Reuters

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Kopda Rico Pramudia
Tidak Mencapai Kesepakatan, Perundingan Iran dan As di Pakistan Gagal
Iran: Serangan Israel ke Lebanon Bisa Buat Negosiasi dengan AS Sia-sia
Jurnalis Al Jazeera Tewas dalam Serangan Drone Israel di Gaza
Tensi Memanas! Jenderal Iran Ultimatum AS: Jika Serangan Darat Terjadi, Tak Ada Musuh yang akan Selamat
Arab Saudi, UEA hingga Qatar Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Hari Jumat 20 Maret
Iran Sebut Israel sebagai Dalang Serangan Drone ke Kilang Saudi, Ini Tujuannya
China Bela Iran, Sebut Punya Hak Lawan Perang AS-Israel

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 14:01 WIB

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Kopda Rico Pramudia

Minggu, 12 April 2026 - 21:40 WIB

Tidak Mencapai Kesepakatan, Perundingan Iran dan As di Pakistan Gagal

Jumat, 10 April 2026 - 12:23 WIB

Iran: Serangan Israel ke Lebanon Bisa Buat Negosiasi dengan AS Sia-sia

Jumat, 10 April 2026 - 12:22 WIB

Jurnalis Al Jazeera Tewas dalam Serangan Drone Israel di Gaza

Kamis, 2 April 2026 - 19:48 WIB

Tensi Memanas! Jenderal Iran Ultimatum AS: Jika Serangan Darat Terjadi, Tak Ada Musuh yang akan Selamat

Berita Terbaru