Bahaya, Jangan Ditiru! Siswa TK dan SD Meninggal Dunia Akibat Patah Leher Usai Ikut Tren Freestyle

- Redaksi

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Fenomena konten digital berbahaya kembali memakan korban jiwa. Media sosial tengah ramai akan tren freestyle yang dilakukan anak-anak hingga mengakibatkan beberapa kasus siswa TK dan SD meninggal akibat cedera leher saat melakukan aksi tersebut.

Seorang siswa TK dan seorang siswa SD di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, meninggal dunia setelah diduga meniru aksi freestyle yang terinspirasi dari media sosial dan game online.

Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan mendalam sekaligus menjadi peringatan serius bagi orang tua dan sekolah untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban pertama, berinisial F, seorang siswa TK, yang meninggal akibat cedera fatal pada tulang leher setelah melakukan aksi berbahaya yang diduga terinspirasi dari konten salto-saltoan atau freestyle di media sosial.

Baca Juga :  Sosialisasikan Program P4GN Kepada Masyarakat Desa, LIRA Bersama BNNK Gandeng Karang Taruna

Kasus serupa terjadi di Lombok Timur. Hamad Izan Wadi, 8, siswa kelas 1 SDN 3 Lenek, meninggal dunia setelah lehernya patah akibat meniru aksi freestyle yang diduga terinspirasi dari game populer Garena Free Fire.

Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Rusmaladi, membenarkan peristiwa tersebut.

Menurutnya, aksi freestyle itu sejatinya berlangsung minggu lalu di rumahnya. Akibat cidera leher itu, keluarga membawanya ke Rumah Sakit dr. Sudjono Selong.

“Peristiwa freestyle nya sudah lama. Korban sempat di rawat di RS Selong, selanjutnya dibawa ke RSUD Mataram dan meninggal dunia,”ujar Lalu Rusmaladi dikutip dari Disway.id, Selasa (5/5).

Baca Juga :  RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Garda Terdepan Kesehatan Masyarakat dengan Inovasi

Pihaknya juga sudah meminta keterangan pihak keluarga terkait peristiwa itu. Korban diketahui merupakan anak dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Bahkan, kedua orang tuanya saat peristiwa terjadi berasa di luar negeri sebagai TKI. “Iya, orang tua korban merupakan TKI yang bekerja di luar negeri. Kami mengimbau masyarakat untuk memantau anak-anak agar tidak melakukan hal-hal tersebut,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, menyatakan keprihatinan mendalam atas tragedi tersebut.

“Kami sudah membuat surat edaran ke seluruh sekolah dan UPTD agar ada pembatasan penggunaan handphone bagi siswa. Kami juga minta dukungan orang tua untuk mengawasi anak-anak. Kejadian ini harus menjadi pelajaran agar semua pihak berkolaborasi mengontrol perilaku siswa di luar sekolah,” paparnya.

Baca Juga :  OJK Diminta Hapus Aturan Penagihan Utang Melalui Debt Colector, Abdullah: Banyak Tindak Pidananya

Dua tragedi yang menimpa anak-anak gara-gara meniru tren di media sosial tersebut menunjukkan betapa seriusnya dampak konten digital dan game online terhadap perilaku anak. **

Facebook Comments Box

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Natalius Pigai: Jika Polisi Bisa ke Kementerian, Sipil juga Berpeluang Isi Jabatan di Polri
Resmi Dilantik Jadi Penasehat Khusus Presiden, Said Iqbal Janji akan Hapus Outsourcing
Heboh! Banyak SPPG yang Belum Mendapatkan Dana Operasional MBG, BGN Buka Suara
Prajurit Kodam IX/Udayana Raih Dua Medali Emas di Kejuaraan Menembak Internasional
BGN Atur Strategi Baru, Kantin Sekolah akan Dilibatkan dalam Memproduksi MBG
Ketum Partai Buruh Said Iqbal Bakal Masuk Kabinet, Mensesneg: Sedang Kita Diskusikan
Draf RUU Polri: DPR RI Usulkan Perpanjang Usia Pensiun Kapolri Jadi 63 Tahun
Bantah Isu Pengunduran Diri Purbaya, Mensesneg: Tidak Ada Rencana Pergantian Menteri Keuangan

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:08 WIB

Natalius Pigai: Jika Polisi Bisa ke Kementerian, Sipil juga Berpeluang Isi Jabatan di Polri

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:51 WIB

Resmi Dilantik Jadi Penasehat Khusus Presiden, Said Iqbal Janji akan Hapus Outsourcing

Senin, 8 Juni 2026 - 14:55 WIB

Heboh! Banyak SPPG yang Belum Mendapatkan Dana Operasional MBG, BGN Buka Suara

Senin, 8 Juni 2026 - 06:12 WIB

Prajurit Kodam IX/Udayana Raih Dua Medali Emas di Kejuaraan Menembak Internasional

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:38 WIB

BGN Atur Strategi Baru, Kantin Sekolah akan Dilibatkan dalam Memproduksi MBG

Berita Terbaru

Pekanbaru

Pemko Pekanbaru Bidik 393 Ribu Kendaraan Penunggak Pajak

Selasa, 9 Jun 2026 - 14:55 WIB